<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>MaximaDAILY Berita terpercaya dari sumber berita &amp; : Bekasi Raya</title>
<link>https://www.maximadaily.com/rss/category/bekasi-raya</link>
<description>MaximaDAILY Berita terpercaya dari sumber berita &amp; : Bekasi Raya</description>
<dc:language>id</dc:language>
<dc:rights>MaximaDAILY @ 2023</dc:rights>

<item>
<title>13 Desa di Kabupaten Bekasi Masih Menunggu Pencairan Dana Desa Tahap Dua</title>
<link>https://www.maximadaily.com/13-desa-di-kabupaten-bekasi-masih-menunggu-pencairan-dana-desa-tahap-dua</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/13-desa-di-kabupaten-bekasi-masih-menunggu-pencairan-dana-desa-tahap-dua</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202510/image_870x580_6903679cc47ff.jpg" length="49160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 20:27:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>myadmin</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="ds-markdown-paragraph"><strong><span>KABUPATEN BEKASI</span></strong><span> - Sebanyak 13 desa di wilayah Kabupaten Bekasi saat ini masih menunggu realisasi pencairan Dana Desa (DD) tahap kedua untuk tahun 2024. Kondisi ini mendapatkan perhatian serius mengingat dana tersebut berperan penting dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, penundaan pencairan dana tahap kedua ini sedang dalam proses koordinasi dengan pemerintah pusat. Meski demikian, pihak DPMD memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana desa berjalan dengan transparan dan akuntabel.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Kepala DPMD Kabupaten Bekasi, Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat proses pencairan. "Untuk DD tahap dua, ada 13 desa yang belum cair. Itu sedang kami koordinasikan dengan pusat," ujar Deddy, Jumat (23/8/2024).</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Deddy menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam seluruh tahapan pengelolaan dana desa. "Kami pastikan transparansi Dana Desa. Mulai dari tahap perencanaan, kami awali. Termasuk tata cara penggunaannya, pelaporannya, dan pertanggungjawabannya," tegasnya.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Penundaan pencairan dana desa tahap kedua ini berpotensi mempengaruhi pelaksanaan berbagai program pembangunan di desa yang bersangkutan. Dana Desa sendiri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang dialokasikan langsung dari APBN kepada pemerintah desa.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>Masyarakat desa yang terdampak mengharapkan proses pencairan dapat segera terealisasi agar berbagai program pembangunan seperti perbaikan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan program lainnya tidak terganggu.</span></p>
<p class="ds-markdown-paragraph"><span>DPMD Kabupaten Bekasi akan terus memantau perkembangan proses pencairan dan berkomitmen memberikan pendampingan kepada desa-desa yang terdampak untuk memastikan penyerapan dana berjalan optimal ketika telah cair nantinya.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bekasi Lima Besar Nasional Penerapan Standar Pelayanan Minimal Terbaik</title>
<link>https://www.maximadaily.com/pemkab-bekasi-lima-besar-nasional-penerapan-standar-pelayanan-minimal-terbaik</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/pemkab-bekasi-lima-besar-nasional-penerapan-standar-pelayanan-minimal-terbaik</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202505/image_870x580_68359f1cbe5f4.jpg" length="53085" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 May 2025 18:18:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kab, Bekasi, Maximadaily.com</strong> -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berhasil meraih nilai 99,43 dan masuk dalam lima besar nasional penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaik pada SPM Awards 2025. Acara penghargaan digelar di Gedung Serbaguna Ditjen Bina Bangda, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta (23/5/2025).</p>
<p>Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri berdasarkan pelaksanaan dan pelaporan SPM tahun 2024.</p>
<p>Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi menempati peringkat kelima untuk kategori kabupaten dalam evaluasi nasional. Nilai 99,43 menunjukkan keberhasilan pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan layanan sosial.</p>
<p>“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kami meraih prestasi ini. Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkab Bekasi untuk memenuhi standar pelayanan minimal sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Ade Kunang.</p>
<p>SPM Awards merupakan penghargaan tahunan Kementerian Dalam Negeri untuk mengapresiasi pemerintah daerah yang unggul dalam pelayanan publik.</p>
<p>“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (red)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswi SMP Di Bekasi Jadi Korban Perundungan Teman&amp;Temannya Disiarkan Live Di IG</title>
<link>https://www.maximadaily.com/siswi-smp-jadi-korban-perundungan-teman-temannya-disiarkan-live-di-ig</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/siswi-smp-jadi-korban-perundungan-teman-temannya-disiarkan-live-di-ig</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202406/image_870x580_6667fee402dbe.jpg" length="108332" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 14:38:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Arie Pratika</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bekasi, Maximadaily -</strong> Kasus Perundungan terhadap anak kembali terjadi di wilayah Kota Bekasi. Seorang siswa yang bersekolah disalah satu SMP Negeri di Bekasi menjadi bulan-bulanan teman-temannya sendiri pada hari Jumat (7/6) di Lapangan Poris, Pondok Melati, Bekasi. </p>
<p>Kejadian bermula saat korban berinisial FNA (14) dipanggil oleh salah satu pelaku berinisial MGA untuk bermain di depan salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumah korban,korban kemudian menerima ajakan pelaku yang juga teman dari korban ini ternyata di depan perumahan itu sudah menunggu pelaku lainnya berinisial IC, NV dan UC mereka kemudian menuju ke Lapangan Poris. Di TKP (Lapangan Poris) ada satu pelaku yang menuduh jika korban membuat isu tentang hubungan yang putus dari pacar pelaku karena perkataan dari korban.</p>
<p>Menurut ayah korban EN, anaknya seperti dijebak untuk ikut bersama pelaku dan ternyata anaknya sudah ditunggu oleh pelaku lainnya.</p>
<p>"Anak saya seperti dijebak, diajak main namun ternyata jadi bulan-bulanan para pelaku" ujar EN kepada Maximadaily.</p>
<p>FNA menerima pukulan, jambakan dan tindakan kekerasan lainnya dari para pelaku yang juga teman dari korban sendiri. </p>
<p>"Anak saya alami memar di bagian wajahnya akibat tindakan para pelaku, salah satu anting yang dipakai anak saya juga hilang akibat anaknya dipukuli" tambah EN.</p>
<p>Menurut EN salah satu pelaku bahkan menyiarkan aksi kekerasan itu melalui live Instagram.</p>
<p>"Ada salah satu pelaku yang menyiarkan kejadian itu secara live di IG, saya gak tahu apa maksudnya"ungkap EN</p>
<p>Ayah korban yang tidak terima dengan peristiwa itu kemudian melaporkan ke Polres Bekasi Kota pada hari senin (10/6). Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan visum terhadap FNA.</p>
<p>Saat ini FNA diungsikan oleh keluarga ke rumah salah satu kerabat agar bisa melupakan kejadian yang baru saja dialaminya.</p>
<p>"Saya ungsikan dulu anak saya, padahal dia lagi ujian nanti mungkin akan menyusul, biar anak saya tenang dulu yang penting" tutup EN.</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>