<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>MaximaDAILY Berita terpercaya dari sumber berita &amp; : Ragam</title>
<link>https://www.maximadaily.com/rss/category/wisata</link>
<description>MaximaDAILY Berita terpercaya dari sumber berita &amp; : Ragam</description>
<dc:language>id</dc:language>
<dc:rights>MaximaDAILY @ 2023</dc:rights>

<item>
<title>Karhutla Ancam Habitat Orangutan, Baharkam Polri Terjunkan Tim SAR ke Kalteng</title>
<link>https://www.maximadaily.com/karhutla-ancam-habitat-orangutan-baharkam-polri-terjunkan-tim-sar-ke-kalteng</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/karhutla-ancam-habitat-orangutan-baharkam-polri-terjunkan-tim-sar-ke-kalteng</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com" length="4096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2026 22:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga kehidupan satwa liar yang menghuni kawasan hutan, termasuk orangutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Mengantisipasi ancaman tersebut, Baharkam Polri menerjunkan tim Search and Rescue (SAR) untuk memperkuat upaya perlindungan dan penyelamatan satwa liar di wilayah Kalimantan Tengah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan dalam memastikan penanganan karhutla turut memperhatikan keselamatan satwa dan kelestarian ekosistem.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, kebakaran hutan membawa dampak yang jauh lebih luas dari sekadar hilangnya kawasan vegetasi. Satwa liar menghadapi ancaman kehilangan habitat, kesulitan mencari makan, hingga gangguan kesehatan akibat kabut asap.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan. Ada kehidupan satwa yang juga harus kita selamatkan. Karena itu, upaya penanganannya harus menyeluruh, termasuk memastikan satwa liar tetap terlindungi,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Untuk memastikan kesiapan penanganan di lapangan, Tory bersama tim Baharkam Polri melakukan koordinasi dengan Kapolda Kalimantan Tengah dan jajaran pada Kamis (22/10).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Koordinasi tersebut dilanjutkan dengan peninjauan ke Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), lembaga konservasi yang menangani penyelamatan dan rehabilitasi orangutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Di lokasi itu, tim melihat langsung kondisi satwa dan fasilitas rehabilitasi, sekaligus mendalami langkah penanganan orangutan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Kami ingin memastikan penanganan satwa dilakukan dengan baik, termasuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan orangutan. Jangan sampai kebakaran yang terjadi justru menimbulkan ancaman lebih besar bagi keberlangsungan hidup mereka,” katanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tidak berhenti di sana, tim Baharkam Polri juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan evakuasi dapat segera digerakkan apabila kondisi kebakaran memburuk.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk berkoordinasi dengan petugas Polisi Kehutanan dan memperkuat pemantauan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menurut Tory, penyelamatan satwa liar membutuhkan kerja sama banyak pihak. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan petugas kehutanan, lembaga konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Yang paling penting adalah membangun kesiapan bersama. Ketika ada satwa yang terancam, kita harus tahu siapa yang bergerak, bagaimana cara mengevakuasinya, dan ke mana satwa tersebut harus mendapatkan penanganan,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tory menegaskan, perlindungan satwa liar merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, ia berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya tumbuh di kalangan petugas, tetapi juga menjadi kesadaran bersama seluruh masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Hutan adalah rumah bagi banyak kehidupan. Menjaganya bukan hanya soal melindungi alam hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan hayati Indonesia,” pungkas Tory.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ombudsman Bongkar “Jalan Pintas” Pemecatan Perangkat Desa di Lampung, Kewenangan Bupati Dilangkahi</title>
<link>https://www.maximadaily.com/ombudsman-bongkar-jalan-pintas-pemecatan-perangkat-desa-di-lampung-kewenangan-bupati-dilangkahi</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/ombudsman-bongkar-jalan-pintas-pemecatan-perangkat-desa-di-lampung-kewenangan-bupati-dilangkahi</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6ac6c42e93a83.jpg" length="85726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 10:55:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> - Perwakilan Ombudsman RI mengungkap praktik maladministrasi dalam pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa pada 13 kabupaten di Provinsi Lampung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Temuan utama menyoroti banyak Kepala Desa (Kades) yang nekat merombak jajaran pamong tanpa mengantongi persetujuan tertulis dari bupati.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Praktik penyimpangan prosedur terungkap lewat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigasi Atas Prakarsa Sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dokumen tindakan korektif secara resmi telah diserahkan langsung kepada perwakilan pemerintah daerah pada Jumat, 2 Oktober 2026.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, membeberkan akar masalah bersumber dari ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Beleid anyar mewajibkan Kades mendapat restu kepala daerah sebelum memecat atau merekrut aparat desa, bukan sekadar rekomendasi camat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Perubahan regulasi belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan seragam.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Padahal, ketentuan baru membawa konsekuensi yang sangat jelas terhadap tata cara maupun kewenangan pengangkatan perangkat desa," ujar Fikri, Senin, 5 Oktober 2026.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Penelusuran tim pemeriksa sepanjang Mei hingga Agustus 2026 membuktikan banyak desa di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Timur, hingga Tulang Bawang menempuh potong kompas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kades setempat mengesahkan pergantian jabatan secara sepihak dengan dalih ketidaktahuan atas aturan baru.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pelanggaran tata kelola rupanya ikut merembet ke level pemerintahan kabupaten.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tim investigator mendapati dokumen persetujuan aparat desa di Way Kanan, Tanggamus, serta beberapa wilayah lain justru diteken oleh Sekretaris Daerah hingga Asisten Bupati.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Praktik pendelegasian wewenang tanda tangan dipastikan cacat hukum karena belum diatur melalui Peraturan Daerah sebagai landasan pijak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Persetujuan merupakan kewenangan bupati. Prosesnya tidak boleh lagi memakai kebiasaan atau praktik masa lalu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Jika ada pelimpahan wewenang, harus dipastikan memiliki dasar hukum yang jelas dan sesuai mekanisme sah," kata Fikri mengingatkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kekacauan birokrasi bertambah rumit akibat ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) baku saat tahapan verifikasi dokumen usulan pada tingkat dinas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kondisi administrasi yang serampangan berpotensi besar menggantung nasib dan kepastian hukum ribuan perangkat desa se-Lampung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menyikapi karut-marut birokrasi, otoritas penandatanganan pengesahan wajib dikembalikan ke meja bupati.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Lembaga pengawas pelayanan publik menuntut pemerintah daerah segera membenahi tata kelola agar hak-hak pamong desa tidak dirugikan akibat kelalaian pejabat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Ombudsman tidak ingin persoalan administratif dan ketidaktepatan prosedur berdampak pada kepastian status perangkat desa.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Pastikan seluruh pihak paham siapa yang berwenang dan bagaimana aturan main dijalankan," tutur Fikri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sebagai langkah penyelesaian, seluruh bupati didesak segera menerbitkan surat edaran resmi bagi jajaran kecamatan sampai aparatur kampung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Langkah tegas dinantikan guna menertibkan roda administrasi pemerintahan desa agar berjalan tertib, transparan, dan akuntabel sesuai hukum positif.(red/ist))</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Walhi: Bencana Galodo Berulang di Sumatera Barat: Bukti Kegagalan Negara</title>
<link>https://www.maximadaily.com/walhi-bencana-galodo-berulang-di-sumatera-barat-bukti-kegagalan-negara</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/walhi-bencana-galodo-berulang-di-sumatera-barat-bukti-kegagalan-negara</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6ac707ff0efd5.jpg" length="104169" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 15:31:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta </strong>— Banjir bandang atau galodo kembali menerjang Sumatera Barat. Pada Senin malam, 21 September 2026, galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, membawa lumpur, batu, kayu dan material longsoran hingga menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta ruas jalan Solok–Padang. Peristiwa ini kembali memperlihatkan betapa rentannya masyarakat Sumatera Barat menghadapi bencana hidrometeorologi yang terus berulang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat memandang bahwa galodo Arosuka tidak cukup dijelaskan hanya sebagai akibat hujan lebat. Hujan memang merupakan pemicu, tetapi besarnya dampak bencana sangat berkaitan dengan kondisi ekologis kawasan, perubahan tutupan lahan, deforestasi, kondisi daerah aliran sungai, kemiringan lereng, aktivitas ekstraktif, tata ruang, kondisi sempadan sungai, serta sejauh mana pemerintah menjalankan kewajibannya dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Karena itu, WALHI Sumatera Barat menilai galodo Arosuka harus dilihat sebagai bagian dari persoalan ekologis dan tata kelola ruang. Ketika bencana yang sama terus berulang di berbagai wilayah Sumatera Barat, maka persoalannya tidak lagi dapat dipandang sebagai rangkaian kejadian alam yang berdiri sendiri. Ada persoalan struktural yang harus dibongkar, terutama mengenai bagaimana negara mengelola hutan, sungai, kawasan hulu, pertambangan dan ruang hidup masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sumatera Barat telah berulang kali mengalami banjir, banjir bandang dan longsor. Pada akhir November 2025, bencana hidrometeorologi besar juga menerjang berbagai wilayah Sumatera Barat dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan yang sangat besar. Peristiwa tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana di Sumatera Barat. Namun, ketika kurang dari satu tahun kemudian galodo kembali menerjang kawasan lain, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana evaluasi tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi perubahan kebijakan dan tindakan nyata di lapangan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Bagi WALHI Sumatera Barat, bencana yang berulang menunjukkan bahwa negara masih terlalu sering hadir setelah bencana terjadi. Negara datang membawa bantuan, melakukan evakuasi, mendirikan posko dan menghitung kerugian setelah masyarakat kehilangan rumah, harta benda bahkan anggota keluarga. Padahal, tanggung jawab negara seharusnya dimulai jauh sebelum bencana terjadi, melalui perlindungan kawasan hulu, pengendalian tata ruang, perlindungan hutan, pengawasan aktivitas ekstraktif, perlindungan sempadan sungai, sistem peringatan dini dan pembangunan yang berbasis pada keselamatan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Yang lebih memprihatinkan, risiko di kawasan Arosuka dan Gunung Talang bukanlah sesuatu yang baru diketahui setelah galodo terjadi. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Talang telah diterbitkan oleh PVMBG pada 2007. Peta tersebut telah menggambarkan kawasan-kawasan yang memiliki potensi bahaya serta koridor aliran yang mengikuti lembah dan jaringan sungai dari kawasan Gunung Talang. Bahkan kawasan perkantoran bupati hingga kawasan perumahan termasuk dalam kawasan KRB I yang berkaitan dengan potensi aliran lahar Gunung Talang. Dokumen baseline kegunungapian juga telah mencatat potensi paparan masyarakat terhadap ancaman dari Gunung Talang, termasuk potensi lahar hujan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Artinya, risiko di kawasan tersebut telah diketahui dan didokumentasikan hampir dua dekade sebelum galodo Arosuka terjadi. Maka pertanyaan yang harus diajukan hari ini bukan hanya mengapa hujan turun begitu deras, tetapi apa yang telah dilakukan pemerintah selama hampir 20 tahun sejak risiko tersebut diketahui.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Apakah informasi dalam peta kawasan rawan bencana benar-benar menjadi dasar dalam pengendalian tata ruang? Apakah pembangunan di kawasan berisiko telah dievaluasi? Apakah kawasan hulu telah dilindungi? Apakah sempadan sungai benar-benar dijaga? Apakah sistem peringatan dini bekerja secara efektif? Apakah masyarakat telah mendapatkan informasi mengenai risiko yang mereka hadapi? Dan apakah jalur evakuasi telah disiapkan secara memadai?</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Jika seluruh informasi tersebut telah tersedia tetapi risiko tetap dibiarkan berkembang, maka persoalannya bukan lagi ketiadaan pengetahuan. Persoalannya adalah kegagalan menerjemahkan pengetahuan mengenai risiko menjadi kebijakan perlindungan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dalam <a href="https://www.walhi.or.id/bencana-ekologis-dan-akuntabilitas-korporasi-di-sumatera-barat">riset</a> yang dilakukan WALHI Sumatera Barat, kami juga menemukan perubahan signifikan terhadap tutupan hutan di Kecamatan Batang Barus. Dalam rentang 1995 hingga 2024, berdasarkan analisis WALHI Sumatera Barat, sekitar 700 hektare tutupan hutan telah hilang dan sebagian besar berubah menjadi lahan pertanian kering dan perkebunan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Perubahan tutupan hutan juga terjadi dalam skala Kabupaten Solok. Berdasarkan analisis WALHI Sumatera Barat, dalam periode 2000 hingga 2024 terdapat sekitar 6.000 hektare tutupan hutan yang berubah, antara lain menjadi lahan pertanian. Dalam analisis tersebut, WALHI juga menemukan aktivitas pertambangan emas ilegal atau PETI dengan luasan sekitar 1.330 hektare pada kawasan hutan dan lahan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI menegaskan bahwa angka tersebut tidak dapat dibaca secara sederhana sebagai satu-satunya penyebab terjadinya galodo Arosuka. Namun, perubahan tutupan hutan dan aktivitas ekstraktif merupakan faktor ekologis yang harus diperhitungkan dalam melihat meningkatnya kerentanan suatu bentang alam terhadap hujan ekstrem, erosi, longsor dan limpasan permukaan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hutan memiliki fungsi penting dalam sistem hidrologis. Tutupan vegetasi membantu menyerap dan menyimpan air, menjaga struktur tanah, mengurangi erosi dan memperlambat limpasan permukaan. Ketika tutupan hutan berkurang dan digantikan oleh lahan pertanian, perkebunan, lahan terbuka maupun aktivitas ekstraktif, karakteristik bentang alam ikut berubah. Dalam kondisi hujan ekstrem, perubahan tersebut dapat berkontribusi terhadap meningkatnya volume limpasan dan mobilisasi material dari kawasan yang lebih tinggi menuju kawasan hilir.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Persoalan yang sama harus dilihat dalam konteks aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI. PETI bukan semata persoalan kriminalitas yang selesai dengan menangkap pekerja tambang di lapangan. Aktivitas tersebut memiliki dimensi ekologis yang jauh lebih luas karena dapat mengubah struktur tanah, tutupan lahan, pola drainase dan kestabilan kawasan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Karena itu, jika pemerintah serius ingin menghentikan PETI dan deforestasi, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pekerja atau operator lapangan. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus membongkar seluruh rantai ekonomi PETI, termasuk pemodal, pemilik alat berat, penampung hasil tambang dan jaringan perdagangan yang memungkinkan aktivitas tersebut terus berlangsung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tidak masuk akal jika negara terus berbicara mengenai bencana dan keselamatan masyarakat tetapi pada saat yang sama aktivitas yang merusak bentang alam masih dapat berlangsung di kawasan rentan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI Sumatera Barat juga mencermati persoalan tata ruang di Kabupaten Solok, termasuk implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Solok Nomor 1 Tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Solok. Dari analisis awal WALHI Sumatera Barat, terdapat indikasi pemanfaatan ruang pada kawasan yang berkaitan dengan sempadan sungai, termasuk indikasi kawasan sempadan yang telah berubah menjadi areal perkebunan dan pertanian lahan kering. Temuan tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan lapangan oleh pemerintah dan instansi yang berwenang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sempadan sungai bukan ruang kosong yang dapat dimanfaatkan tanpa batas. Sempadan merupakan bagian penting dari sistem sungai yang memiliki fungsi ekologis dan perlindungan. Ketika fungsi tersebut terganggu, kemampuan sungai dan kawasan di sekitarnya dalam menghadapi debit air dan material yang besar juga perlu dipertanyakan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Tata ruang tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Peta kawasan rawan bencana, peta kemiringan lereng, peta sungai, peta kawasan hutan dan informasi ekologis lainnya harus benar-benar menjadi dasar dalam menentukan di mana pembangunan boleh dilakukan, di mana pembangunan harus dibatasi, dan kawasan mana yang harus dipulihkan</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Analisis spasial WALHI Sumatera Barat juga menemukan bahwa lokasi yang berkaitan dengan sumber atau aliran galodo memiliki kemiringan lereng yang sangat tinggi. Salah satu lokasi yang dianalisis memiliki kemiringan sekitar 89 persen atau setara kurang lebih 41,7 derajat. Kondisi tersebut menunjukkan medan yang sangat terjal dan harus diperhitungkan dalam analisis kerentanan longsor maupun potensi mobilisasi material.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dalam kondisi bentang alam seperti itu, informasi mengenai lereng, aliran sungai, kondisi hulu dan perubahan tutupan lahan seharusnya menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan pembangunan. Ketika pembangunan tetap dilakukan tanpa memperhitungkan keseluruhan risiko ekologis tersebut, maka negara pada dasarnya sedang membiarkan kerentanan tumbuh.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI Sumatera Barat menilai bahwa kegagalan negara dalam menghadapi bencana ekologis tidak hanya terjadi ketika pemerintah terlambat melakukan evakuasi atau penanganan darurat. Kegagalan juga dapat terjadi jauh sebelum bencana datang, ketika negara mengetahui kawasan yang berisiko tetapi tidak melakukan pengendalian yang memadai; ketika kawasan hulu terus mengalami degradasi; ketika PETI terus beroperasi; ketika sempadan sungai terganggu; ketika pembangunan berlangsung di kawasan rentan; dan ketika informasi mengenai risiko bencana tidak diterjemahkan menjadi kebijakan perlindungan masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Negara tidak boleh hanya hadir setelah rumah masyarakat hanyut, jalan putus dan korban berjatuhan. Negara harus hadir sebelum bencana terjadi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Karena itu, WALHI Sumatera Barat menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola kawasan Arosuka dan kawasan Gunung Talang. Evaluasi tersebut harus mencakup tata ruang, kawasan hulu, kondisi tutupan hutan, sempadan sungai, aktivitas pertambangan, pembangunan di kawasan rawan bencana, sistem peringatan dini dan jalur evakuasi masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI juga mendesak pemerintah membuka dan memastikan penggunaan seluruh informasi risiko yang telah tersedia sebagai dasar pengambilan kebijakan. Peta kawasan rawan bencana tidak boleh hanya disimpan sebagai dokumen teknis, tetapi harus menjadi instrumen untuk mencegah masyarakat ditempatkan dalam risiko yang tidak semestinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pemerintah juga harus melakukan audit ekologis terhadap kawasan hulu yang berkontribusi terhadap aliran galodo Arosuka, termasuk mengidentifikasi perubahan tutupan hutan, aktivitas ekstraktif, perubahan fungsi lahan dan kondisi sempadan sungai. Jika ditemukan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pelaku lapangan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pada saat yang sama, kawasan yang telah mengalami degradasi harus dipulihkan. Rehabilitasi hutan, pemulihan sempadan sungai, pengendalian aktivitas ekstraktif dan pemulihan fungsi ekologis kawasan hulu harus menjadi bagian dari kebijakan penanggulangan bencana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Galodo Arosuka harus menjadi momentum untuk mengubah cara pandang pemerintah terhadap bencana di Sumatera Barat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Bencana bukan hanya persoalan air yang turun dari langit. Besarnya dampak bencana juga merupakan hasil dari bagaimana manusia mengelola ruang, hutan, sungai dan kawasan hulu. Ketika tutupan hutan berkurang, sempadan sungai terganggu, aktivitas ekstraktif berlangsung di kawasan rentan, dan ruang berisiko tetap dimanfaatkan tanpa mitigasi yang memadai, maka kerentanan masyarakat akan semakin besar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sumatera Barat tidak kekurangan peta. Sumatera Barat tidak kekurangan kajian. Sumatera Barat juga tidak kekurangan regulasi. Risiko Gunung Talang bahkan telah dipetakan sejak 2007.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Yang menjadi persoalan adalah apakah semua pengetahuan tersebut benar-benar digunakan untuk melindungi rakyat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Bencana yang terus berulang seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah. Jangan sampai setiap kali bencana terjadi, pemerintah hanya menghitung jumlah korban, kerusakan rumah, jalan dan jembatan, lalu menunggu bencana berikutnya untuk kembali melakukan hal yang sama.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Jika pemerintah terus menganggap setiap galodo sebagai bencana alam semata, maka akar persoalannya tidak akan pernah diselesaikan. Hujan memang merupakan fenomena alam, tetapi besarnya risiko dan kerusakan merupakan sesuatu yang sangat dipengaruhi oleh keputusan manusia dalam mengelola lingkungan dan ruang hidup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Karena itu, WALHI Sumatera Barat menegaskan bahwa galodo Arosuka harus dilihat sebagai bencana ekologis. Bencana ini harus menjadi evaluasi terhadap tata kelola lingkungan, tata ruang, perlindungan hutan, aktivitas pertambangan dan sistem mitigasi bencana di Sumatera Barat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Galodo Arosuka bukan sekadar persoalan hujan. Ini adalah persoalan ekologis. Ini adalah persoalan tata ruang. Ini adalah persoalan perlindungan kawasan hulu. Ini adalah persoalan aktivitas ekstraktif dan PETI. Dan ini adalah persoalan tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan rakyatnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Jangan tunggu galodo berikutnya untuk kembali bertanya siapa yang harus bertanggung jawab.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hutan harus dilindungi. Hulu harus dipulihkan. PETI harus dihentikan. Tata ruang harus ditegakkan. Dan keselamatan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan eksploitasi sumber daya alam.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DVI Polri Gunakan DNA Identifikasi Korban KM Virgo, 63 Jenazah Berhasil Dikenali</title>
<link>https://www.maximadaily.com/dvi-polri-gunakan-dna-identifikasi-korban-km-virgo-63-jenazah-berhasil-dikenali</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/dvi-polri-gunakan-dna-identifikasi-korban-km-virgo-63-jenazah-berhasil-dikenali</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abea4af093c8.jpg" length="312237" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 19:56:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus melakukan identifikasi jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode utama yang digunakan karena sebagian besar kondisi jenazah sudah sulit dikenali melalui ciri fisik.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti mengatakan, pemeriksaan DNA membutuhkan data pembanding dari keluarga korban untuk mencocokkan sampel DNA dengan jenazah yang ditemukan.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali. Sehingga pemeriksaan banya mengandalkan data pembanding DNA,” kata Sumy dalam keterangannya,Senin (05/10/2026).</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Selain DNA, tim DVI tetap menggunakan sejumlah metode lain dalam proses identifikasi. Pemeriksaan ciri medis serta properti pribadi yang ditemukan bersama jenazah juga dilakukan apabila kondisi memungkinkan.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sumy menjelaskan, seorang korban dapat dinyatakan teridentifikasi apabila terdapat kecocokan melalui setidaknya satu metode primer. Metode tersebut meliputi sidik jari, DNA, atau rekam gigi.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sementara metode sekunder meliputi ciri medis dan properti pribadi yang melekat atau ditemukan bersama korban. Metode sekunder dapat digunakan apabila terdapat kecocokan setidaknya dua data pembanding.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta,” ucap Sumy.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sampel DNA yang harus dikirim ke Jakarta membuat proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan yang dapat dilakukan langsung di rumah sakit.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Meski demikian, Tim DVI Polri terus melakukan pemeriksaan secara bertahap terhadap setiap jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hingga Senin (05/10/2026), sebanyak 63 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 80 jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang diserahkan ke RS Bhayangkara Banjarmasin.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dengan demikian, masih terdapat 17 jenazah yang proses identifikasinya belum selesai. Sebagian jenazah masih menjalani tahapan pemeriksaan, termasuk pengambilan dan pengiriman sampel DNA ke Jakarta.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan identitas korban secara akurat.</span><br><br><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sumy meminta keluarga korban untuk tetap bersabar selama proses identifikasi berlangsung. Ia memastikan seluruh personel DVI yang bertugas di RS Bhayangkara Banjarmasin terus bekerja untuk mempercepat proses identifikasi setiap jenazah yang diterima.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Terapkan Insentif SPPG Berdasarkan Jumlah Porsi dan Kapasitas Layanan SPPG</title>
<link>https://www.maximadaily.com/bgn-terapkan-insentif-sppg-berdasarkan-jumlah-porsi-dan-kapasitas-layanan-sppg</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/bgn-terapkan-insentif-sppg-berdasarkan-jumlah-porsi-dan-kapasitas-layanan-sppg</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6ac221cb4aae5.jpg" length="90526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 20:04:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> — Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdasarkan jumlah porsi dan kapasitas layanan masing-masing dapur serta jumlah hari operasional SPPG. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan semakin luasnya cakupan program.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penyesuaian tersebut mengacu pada Peraturan BGN Nomor 13 Tahun 2026 tentang Hari Pelayanan Efektif Program Makan Bergizi Gratis dan Pemberian Insentif Ketersediaan dan Mutu Layanan SPPG.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar menjelaskan, perubahan mekanisme tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kewajaran, kebenaran, efisiensi, dan keadilan. Dengan demikian, perbedaan jumlah penerima manfaat yang dilayani oleh masing-masing SPPG turut menjadi dasar dalam menentukan besaran insentif.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Ini bukan lagi pemerataan semuanya sama, namun ini lebih ke arah asas kewajaran, asas kebenaran, dan asas juga lebih efisien. Selain itu juga ada asas keadilan di sini, sehingga jumlah penerima manfaat yang lebih besar dan jumlah penerima manfaat yang lebih kecil tentu saja memiliki perbedaan dalam jumlah insentifnya,” ujar Mas Dar di Jakarta, Kamis (01/10).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menurutnya, jumlah porsi yang menjadi dasar SPPG dalam menyiapkan makanan sekaligus memperoleh penggantian operasional dan insentif mengacu pada surat penetapan terakhir yang diberikan kepada masing-masing SPPG di setiap wilayah.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Jumlah porsi yang menjadi dasar SPPG itu memasak, SPPG itu kemudian mendapatkan ganti terhadap operasional dan termasuk insentifnya didasarkan pada surat penetapan yang terakhir yang kami berikan kepada masing-masing dapur SPPG di masing-masing wilayah,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">BGN juga akan terus menyempurnakan surat penetapan penerima manfaat dengan mempertimbangkan kapasitas masing-masing dapur serta kelompok penerima manfaat yang berada di wilayah layanan SPPG, baik peserta didik maupun kelompok 3B.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penataan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan distribusi penerima manfaat sesuai dengan kapasitas dapur. Dengan demikian, SPPG dengan kapasitas lebih kecil tidak dibebani jumlah penerima manfaat yang melebihi kemampuan layanan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami berharap tidak ada lagi kemudian rebutan penerima manfaat, tidak lagi kemudian ada dapur yang kecil kemudian menjadi overload karena terlalu banyak penerima manfaatnya dan tidak ada lagi dapur yang besar itu kemudian jadi kurang penerima manfaat, kurang optimal karena mendapatkan porsi yang lebih kecil,” kata Mas Dar.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ia juga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan SPPG memahami dan mengikuti ketentuan tersebut sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola pelaksanaan Program MBG.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami harapkan baik itu Mitra dan Yayasan, Kepala Dapur SPPG, Akuntan, Ahli Gizi dan semua tim dapur itu kemudian aware terhadap kebijakan ini dan mengikuti kebijakan ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Mas Dar.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Terapkan Skema Insentif SPPG Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober</title>
<link>https://www.maximadaily.com/bgn-terapkan-skema-insentif-sppg-rp2000-per-porsi-mulai-5-oktober</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/bgn-terapkan-skema-insentif-sppg-rp2000-per-porsi-mulai-5-oktober</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6ac220e592dd3.jpg" length="77134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 17:28:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> — Badan Gizi Nasional (BGN) akan menerapkan perubahan mekanisme pemberian insentif ketersediaan dan mutu layanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai 5 Oktober 2026. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan tata kelola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan semakin luasnya cakupan program.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sebelumnya, setiap SPPG memperoleh insentif dengan besaran yang sama, yakni Rp6 juta per hari, meskipun jumlah penerima manfaat yang dilayani oleh masing-masing SPPG berbeda.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Berdasarkan Peraturan Badan Nomor 13 Tahun 2026 tentang Hari Pelayanan Efektif Program Makan Bergizi Gratis dan Pemberian Insentif Ketersediaan dan Mutu Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, insentif diberikan secara proporsional berdasarkan jumlah porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Yang sebelumnya masing-masing SPPG memberikan layanan MBG dengan jumlah penerima manfaat yang berbeda-beda, namun mendapatkan insentif yang sama yaitu Rp6 juta per hari. Itu kemudian kami sesuaikan sesuai dengan proporsionalnya, yaitu kami kembalikan menjadi Rp2.000 per porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat,” ujar Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, di Jakarta Kamis (01/10).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Mas Dar menambahkan, besaran Rp2.000 tersebut merupakan bagian dari alokasi Rp15.000 untuk setiap penerima manfaat. Alokasi tersebut terdiri atas Rp10.000 untuk makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 sebagai insentif ketersediaan dan mutu layanan SPPG.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Selain itu, pemberian insentif juga berkaitan dengan keberlangsungan operasional SPPG. Mas Dar menegaskan, dapur SPPG memperoleh insentif ketika beroperasi dan memberikan layanan MBG kepada penerima manfaat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Melalui peraturan yang kami sebutkan tadi, itu kemudian lebih menegaskan bahwa dapur SPPG akan mendapatkan insentif manakala dapur itu beroperasi. Misalnya dapur itu mendapatkan suspend, maka dapur tidak dapat beroperasi sehingga tidak mendapatkan insentif,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hal yang sama berlaku ketika SPPG tidak melayani penerima manfaat karena hari libur nasional atau kondisi tertentu yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Dalam kondisi tersebut, ketika SPPG tidak memberikan layanan MBG kepada penerima manfaat, insentif juga tidak diberikan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Misalnya apakah bencana alam sebagaimana terjadi di NTT dan juga kebakaran hutan, Karhutla itu yang terjadi di beberapa titik, yang kemudian mengakibatkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online atau daring, maka dapur SPPG itu tidak melayani penerima manfaat dalam memberikan MBG sehingga insentif juga tidak diberikan,” ujar Mas Dar.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">BGN juga berharap perubahan mekanisme insentif tersebut dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasional SPPG, mulai dari mitra dan yayasan, kepala dapur, akuntan, ahli gizi, hingga seluruh tim dapur.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soroti Tantangan Pejabat Baru Polri, Kompolnas Tekankan Pentingnya Budaya Low Profile</title>
<link>https://www.maximadaily.com/soroti-tantangan-pejabat-baru-polri-kompolnas-tekankan-pentingnya-budaya-low-profile</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/soroti-tantangan-pejabat-baru-polri-kompolnas-tekankan-pentingnya-budaya-low-profile</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6abea5d93a8eb.jpg" length="72834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 16:56:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan para pejabat baru di lingkungan Polri agar membangun budaya pelayanan yang lebih ramah dan berorientasi pada pendekatan humanis. Salah satu tantangan utama yang harus segera dijawab oleh para perwira yang baru dilantik adalah kemampuan mendekatkan diri secara nyata kepada masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, menekankan bahwa pendekatan kepolisian modern memerlukan pergeseran kultur internal, salah satunya dengan menanamkan sikap low profile atau rendah hati dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sikap ini dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan sekat komunikasi antara aparat penegak hukum dan warga.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Tantangan menonjol bagi para pejabat baru, baik PJU di Mabes Polri maupun pimpinan di wilayah, adalah membangun kedekatan dengan masyarakat. Untuk mencapai hal itu, harus ada kebudayaan baru yang diciptakan, salah satunya adalah sikap low profile. Tanpa adanya budaya rendah hati dan komunikasi yang inklusif, mustahil kedekatan nyata antara polisi dan masyarakat bisa terwujud," tegas Choirul Anam.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menurut Kompolnas, figur pimpinan kepolisian di daerah harus mampu menjadi teladan bagi bawahannya dalam berinteraksi dengan publik. Sikap responsif, ramah, dan bebas dari kesan arogan dinilai akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri secara keseluruhan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain perubahan perilaku personel, perbaikan tata kelola pelayanan publik di kantor-kantor kepolisian juga menjadi sorotan utama. Kompolnas meminta para pimpinan satuan kerja di tingkat polda, polres, hingga polsek untuk memastikan proses perizinan, penerimaan laporan warga, dan pelayanan administrasi dilakukan secara terbuka, cepat, serta tanpa hambatan birokrasi yang menyulitkan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Tantangan pembentukan kultur humanis ini diharapkan tidak sekadar menjadi jargon formalitas, melainkan diterjemahkan ke dalam standar operasional penanganan perkara dan interaksi harian personel di lapangan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dengan terwujudnya kultur kepolisian yang low profile dan mengedepankan nilai-nilai pengayoman, Kompolnas optimistis hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat akan semakin solid. Hal tersebut diyakini akan memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara persuasif dan berkelanjutan.(red/ist)</span></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Latma Manyar Indopura 2026 Asah Kemampuan TNI AU&amp;RSAF Hadapi Beragam Misi</title>
<link>https://www.maximadaily.com/latma-manyar-indopura-2026-asah-kemampuan-tni-au-rsaf-hadapi-beragam-misi</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/latma-manyar-indopura-2026-asah-kemampuan-tni-au-rsaf-hadapi-beragam-misi</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202610/image_870x580_6ac201badff75.jpg" length="24082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 14:35:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pekanbaru</strong> - Beragam skenario operasi udara dijalankan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) melalui Latihan Bersama (Latma) Manyar Indopura 21/2026 di Pekanbaru, 7 hingga 18 September 2026. Latihan melibatkan dua helikopter H225M Caracal TNI AU dan dua CH-47 Chinook RSAF.</p>
<p>Materi latihan mencakup Orientation Flight, Terrain Flying, Cassevac Mission, serta Dry/Wet Winching bersama Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat). Selain itu, kedua angkatan udara juga melaksanakan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) bidang operasi dan logistik untuk memperkuat pertukaran pengalaman dan pengetahuan.</p>
<p>Kemampuan penerbang TNI AU turut diuji melalui Autonomous Flying menggunakan dua CH-47 Chinook RSAF. Dalam materi tersebut, penerbang TNI AU terlibat langsung dalam penerbangan bersama awak RSAF sehingga dapat memperluas pengalaman menghadapi prosedur dan karakteristik operasi helikopter.</p>
<p>Salah satu delegasi TNI AU, Letkol Pnb Rio Septiarso menyampaikan, Latma Manyar Indopura memberikan kesempatan bagi TNI AU dan RSAF untuk saling bertukar pengalaman sekaligus menguji kemampuan dalam berbagai misi operasi udara.</p>
<p>“Latihan ini memberikan kesempatan bagi TNI AU dan RSAF untuk meningkatkan interoperabilitas, bertukar pengalaman, serta menguji kemampuan dalam berbagai misi operasi udara,” ujarnya.(red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpol PP Jabar Terus Tertibkan Bangunan Tak Beirizin di Jl. Cihampelas</title>
<link>https://www.maximadaily.com/satpol-pp-jabar-terus-tertibkan-bangunan-tak-beirizin-di-jl-cihampelas</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/satpol-pp-jabar-terus-tertibkan-bangunan-tak-beirizin-di-jl-cihampelas</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6abbdcd8c552c.jpg" length="128798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 09:36:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Bandung </strong>- Penegakan peraturan dilakukan dengan mengedepankan prosedur, ketertiban, serta kepentingan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penertiban bangunan tidak berizin yang berdiri pada area sempadan jalan, trotoar, serta tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di sepanjang Jalan Cihampelas, Kota Bandung.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 84 bangunan ditertibkan, terdiri atas 52 bangunan di wilayah Kecamatan Coblong dan 32 bangunan di wilayah Kecamatan Bandung Wetan. Bangunan yang ditertibkan terdiri dari bangunan permanen maupun semi permanen yang berada pada lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukannya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penertiban dilaksanakan setelah melalui tahapan administrasi dan prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebelum pelaksanaan penertiban, telah dilakukan langkah-langkah pembinaan dan pendekatan persuasif kepada pemilik atau pihak yang menggunakan bangunan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Tahapan tersebut antara lain melalui pemberian Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3. Pemberian surat peringatan merupakan bentuk pembinaan sekaligus kesempatan kepada pemilik bangunan untuk melakukan penyesuaian atau penertiban secara mandiri sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai ketentuan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pelaksanaan penertiban di lapangan dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketertiban, keamanan, serta kondisi masyarakat sekitar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga fungsi fasilitas umum dan ruang publik agar dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penertiban bukan semata-mata merupakan tindakan penegakan aturan, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata serta memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat, termasuk pejalan kaki dan pengguna jalan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pemerintah mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha untuk senantiasa memperhatikan ketentuan perizinan dan pemanfaatan ruang sebelum mendirikan atau menggunakan bangunan pada fasilitas umum, sempadan jalan, maupun aset milik pemerintah.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>WALHI: 89 Triliun untuk 33 PSEL, Pemerintah Abaikan Akar Krisis Sampah</title>
<link>https://www.maximadaily.com/walhi-89-triliun-untuk-33-psel-pemerintah-abaikan-akar-krisis-sampah</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/walhi-89-triliun-untuk-33-psel-pemerintah-abaikan-akar-krisis-sampah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6abbcdf157fe6.jpg" length="55023" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 09:52:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta </strong>– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menegaskan bahwa rencana pemerintah yang akan membangun 33 proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai kebijakan yang salah arah dalam mengatasi krisis sampah. Di tengah kegagalan mencapai target pengurangan sampah nasional, pemerintah justru menggelontorkan investasi hingga Rp89 triliun untuk memperluas fasilitas pengolahan sampah skala besar. WALHI menilai kebijakan ini menunjukkan pemerintah mengabaikan mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 yang mewajibkan pengurangan sampah sebagai pendekatan utama.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menurut Wahyu Eka Styawan, Pengampanye Urban Berkeadilan WALHI Nasional, pemerintah dan pihak terkait termasuk DANANTARA mengatakan pembangunan PSEL bukan urusan listrik semata, tetapi praktiknya tidak demikian. Justru dengan percepatan pembangunan PSEL pemerintah mengabaikan hulu sampah baik produksi maupun konsumsi. Karena, kebijakan ini berisiko mengunci pengelolaan sampah Indonesia pada pendekatan yang mahal, terus membenarkan produksi sampah dan tidak menyelesaikan persoalan yang menyebabkan krisis sampah. Alih-alih memastikan pembatasan plastik sekali pakai, penerapan sistem guna ulang, serta penegakan tanggung jawab produsen melalui skema EPR berjalan efektif, pemerintah justru menggelontorkan investasi besar untuk memperluas fasilitas pengolahan sampah di hilir.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Pemerintah terus mengatakan bahwa pengurangan dan pemilahan sampah harus diperkuat. Jika demikian, mengapa Rp89 triliun tidak diprioritaskan untuk membangun sistem pengelolaan sampah dari sumbernya? Persoalan utama Indonesia bukan kurangnya fasilitas teknologi seperti PSEL dan RDF, tetapi kegagalan membangun sistem pengurangan sampah yang efektif," ujar Wahyu.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain persoalan prioritas kebijakan, WALHI menyoroti skema pembelian listrik dari PSEL yang berpotensi membebani keuangan negara. Skema terbaru dari listrik yang dihasilkan oleh PSEL, dalam hal ini PT PLN diwajibkan membeli listrik dengan skema <em>take or pay</em> sekitar US$0,20 per kWh atau setara Rp3.200-Rp3.500 per kWh selama 30 tahun. Harga tersebut berada jauh di atas biaya pokok penyediaan listrik dan nilai ekonomi listrik dalam sistem kelistrikan nasional. Sebagai gambaran, satu fasilitas PSEL berkapasitas 36 MW diperkirakan dapat menimbulkan beban keuangan hingga sekitar Rp454 miliar per tahun atau mencapai sekitar Rp13,6 triliun selama masa kontrak. Nilai tersebut bahkan jauh lebih besar dibandingkan investasi awal proyek yang diperkirakan sekitar Rp3 triliun.<a href="https://www.walhi.or.id/89-triliun-untuk-33-psel-pemerintah-abaikan-akar-krisis-sampah#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dampak dari kebijakan tersebut adalah akan terjadi selisih antara harga beli listrik dari PSEL dan biaya penyediaan listrik. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tambahan beban keuangan bagi PLN. Sehingga dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan kompensasi maupun subsidi yang bersumber dari APBN. Selain itu, di balik nilai investasi yang mencapai Rp89 triliun.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Pemerintah dari Zulkifli Hasan hingga kementerian yang dikoordinasikannya belum menjelaskan secara terbuka berapa total biaya yang akan ditanggung negara selama masa operasional proyek dan siapa yang pada akhirnya akan menanggung risiko keuangannya selama puluhan tahun ke depan. Jangan sampai biaya ini menambah beban PLN dan akhirnya menjadi beban APBN, sehingga uang pajak terbakar sia-sia kembali, tentu publik yang dirugikan," tegas Wahyu.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">WALHI meminta kepada pemerintah agar anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu, termasuk pembangunan infrastruktur pemilahan sampah, fasilitas komposting dan biodigester, penguatan bank sampah, peningkatan layanan pengangkutan dan pengolahan sampah organik, peningkatan kesejahteraan dan kapasitas pekerja di sektor sampah, insentif untuk transformasi ke sistem guna ulang serta penerapan tanggung jawab produsen secara efektif.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><em><strong>“</strong>Pemerintah harusnya memprioritaskan pendanaan pada pemilahan, pengurangan sampah, pengolahan sampah organik, dan upaya-upaya relevan yang dapat mengurangi sampah dari sumbernya. Tanpa membenahi tata kelola dari hulunya, pembangunan PSEL tidak akan menyelesaikan akar persoalan sampah, tetapi berpotensi menambah beban keuangan negara dalam jangka panjang<strong>,”</strong> </em>tutup Wahyu.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>108 Warga Meninggal di Pengungsian, WALHI Siapkan Gugatan</title>
<link>https://www.maximadaily.com/108-warga-meninggal-di-pengungsian-walhi-siapkan-gugatan</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/108-warga-meninggal-di-pengungsian-walhi-siapkan-gugatan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6abbae84d8e2c.jpg" length="110763" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 00:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta </strong>– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai kematian 108 warga di lokasi pengungsian pasca gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bukti kegagalan negara dalam melindungi penyintas bencana. Berdasarkan catatan WALHI hingga 25 September 2026, sedikitnya 156 orang meninggal dunia sejak gempa terjadi. Dari jumlah tersebut, 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara 108 lainnya meninggal ketika berada di tenda dan lokasi pengungsian.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Umbu Wulang Tanaamah Paranggi, Kepala Divisi Penguatan Organisasi WALHI Nasional, menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi warga tidak berhenti ketika guncangan gempa berakhir. Justru setelah berhasil selamat dari bencana, ratusan ribu warga harus menghadapi kondisi pengungsian yang tidak mampu menjamin keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka. WALHI menegaskan kematian para penyintas tidak dapat dinormalisasi sebagai konsekuensi yang wajar dari sebuah bencana.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Menyebut kematian para pengungsi hanya karena usia lanjut atau penyakit bawaan adalah cara pandang yang mengabaikan tanggung jawab negara. Justru kelompok rentan memiliki hak untuk memperoleh perlindungan khusus dalam situasi bencana. Ketika mereka meninggal di pengungsian, maka yang harus dievaluasi adalah sistem perlindungan negara, bukan kondisi para korban," tegas Umbu Wulang.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI mencatat hingga saat ini masih terdapat sekitar 46.461 warga yang mengungsi dan lebih dari 103 ribu rumah mengalami kerusakan. Bersama relawan, WALHI mendampingi sekitar 450 titik pengungsian mandiri yang belum seluruhnya terjangkau layanan pemerintah. Di berbagai lokasi, penyintas menghadapi keterbatasan air bersih, minimnya pasokan pangan, buruknya sanitasi, terbatasnya layanan kesehatan, serta cuaca panas ekstrem yang meningkatkan risiko dehidrasi dan komplikasi kesehatan, terutama bagi lansia dan kelompok rentan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kondisi tersebut diperburuk oleh terganggunya sumber-sumber air masyarakat akibat gempa. Sejumlah aliran sungai dan mata air mengalami penurunan debit maupun perubahan kualitas air. Di tengah musim kemarau, krisis air bersih menjadi salah satu persoalan serius yang memperberat kehidupan warga di pengungsian sekaligus memperbesar risiko gangguan kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Lalu, Yuvenius Nongga, Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT, tragedi ini menunjukkan bahwa pemerintah gagal menjalankan mandat penanggulangan bencana secara menyeluruh. Flores merupakan wilayah dengan karakteristik multi-bencana yang telah lama diketahui memiliki ancaman gempa bumi, tsunami, dan aktivitas vulkanik tinggi. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya sistem mitigasi dan penanganan bencana yang mampu menjawab tingkat kerentanan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Gempa bumi di Flores bukan peristiwa baru. Gempa besar telah berulang kali terjadi, tetapi tidak terlihat adanya pembelajaran kebijakan yang memadai. Pemerintah tidak menjadikan peta risiko bencana dan kerentanan wilayah sebagai dasar utama pembangunan maupun perlindungan masyarakat," ujar Yuven.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Flores bukan semata-mata akibat fenomena alam. Besarnya dampak bencana sangat dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, kesiapan pemerintah, ketersediaan layanan dasar, serta kemampuan negara melindungi kelompok rentan. Karena itu, ukuran keberhasilan penanganan bencana tidak dapat dilihat hanya dari distribusi bantuan atau berkurangnya jumlah pengungsi, tetapi dari kemampuan negara menjamin keselamatan dan martabat warga selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Selain persoalan kesehatan dan kebutuhan dasar, Melva Harahap, Manajer Pengelolaan Isu Bencana Ekologis, mengungkapkan jika WALHI juga menemukan lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan di pengungsian. Buruknya kondisi pengungsian tidak hanya meningkatkan risiko penyakit, tetapi juga risiko kekerasan. Selain itu juga ditemukan adanya kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan di sekitar lokasi pengungsian yang menunjukkan tidak adanya sistem perlindungan yang memadai bagi perempuan dan anak selama masa tanggap darurat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Jelasnya kondisi tersebut memperlihatkan kegagalan negara belajar dari sejarah panjang bencana di Flores. Yang dibutuhkan bukan hanya respons setelah bencana terjadi, tetapi penguatan mitigasi, kesiapsiagaan masyarakat, perlindungan kelompok rentan, dan pembangunan yang berbasis pada pengurangan risiko bencana. Tanpa itu, tragedi yang sama akan terus berulang," jelas Melva.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pada aspek hukum, Christine Constanta Manajer Pembelaan Hukum WALHI Nasional menilai terdapat indikasi pembiaran yang harus dipertanggungjawabkan. Negara memiliki kewajiban untuk menjamin hak hidup, hak atas rasa aman, dan perlindungan warga sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan terkait penanggulangan bencana dan hak asasi manusia.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Ketika negara gagal memenuhi kewajiban dasarnya dalam melindungi warga yang berada dalam situasi darurat, maka terdapat dasar untuk meminta pertanggungjawaban. Karena itu WALHI akan menyampaikan keberatan administratif kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan pemerintah daerah terdampak sebagai langkah awal untuk menuntut akuntabilitas negara," tegas Christine.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Oleh karena itu, WALHI mendesak pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan audit terbuka terhadap 108 kematian yang terjadi di lokasi pengungsian; memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, termasuk air bersih, pangan, sanitasi, layanan kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan; melakukan asesmen komprehensif terhadap kerugian sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat; serta mengevaluasi secara menyeluruh sistem penanggulangan bencana dan mitigasi risiko di Flores dan NTT.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Tragedi 108 kematian di pengungsian harus menjadi titik evaluasi nasional. Negara tidak boleh hanya hadir saat evakuasi dan penyaluran bantuan, tetapi wajib menjamin keselamatan warga selama seluruh proses tanggap darurat dan pemulihan. Tidak boleh ada lagi kematian yang dinormalisasi di tenda-tenda pengungsian," tutup Umbu Wulang.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menhub Dudy Lantik Ketua dan Anggota KNKT Masa Jabatan 2026&amp;2030</title>
<link>https://www.maximadaily.com/menhub-dudy-lantik-ketua-dan-anggota-knkt-masa-jabatan-2026-2030</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/menhub-dudy-lantik-ketua-dan-anggota-knkt-masa-jabatan-2026-2030</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab9673df0644.jpg" length="130889" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 22:43:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melantik ketua dan anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masa jabatan 2026-2030, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (25/9).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Beberapa nama yang dilantik, antara lain Ahmad (sebelumnya menjabat Inspektur III di Itjen Kemenhub) sebagai Ketua merangkap Anggota, Aleik Nurwahyudy sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota, Chandra Mardhika Saputra sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran, Elingselasri sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Wisnu Hariadi sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas, dan Setyo Gunawan sebagai Anggota merangkap Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Usai prosesi acara, Menhub Dudy mengatakan pelantikan ini menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi nasional melalui investigasi yang independen, objektif, dan profesional.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menhub menambahkan, KNKT memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem transportasi nasional, khususnya dalam melakukan investigasi kecelakaan transportasi serta memberikan rekomendasi keselamatan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Menhub pun berpesan kepada Ketua KNKT dan jajarannya agar senantiasa menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Jabatan ini merupakan amanah besar untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan transportasi di tanah air. Saya berharap Ketua KNKT dan seluruh jajaran dapat terus memperkuat kualitas investigasi, mempercepat penyampaian rekomendasi keselamatan, serta membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Menhub Dudy.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menhub Dudy menekankan bahwa setiap hasil investigasi harus jadi pembelajaran berharga bagi seluruh stakeholder transportasi, baik di sektor darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Rekomendasi yang dihasilkan harus mampu mendorong perbaikan sistem, peningkatan standar operasional, serta peningkatan budaya keselamatan di seluruh moda transportasi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Saya selalu mengingatkan bahwa tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan. Saya berharap KNKT dapat terus menjadi garda terdepan dalam memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di sektor transportasi,” ungkap Menhub.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Ke depan Menhub berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai program peningkatan keselamatan transportasi bersama KNKT. Ia pun optimistis dengan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pihak, keselamatan transportasi nasional akan terus meningkat dan pada akhirnya masyarakat akan memperoleh layanan transportasi yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Turut hadir dalam acara pelantikan ini, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafi’i, Seluruh Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Perhubungan, serta Ketua KNKT periode sebelumnya Soerjanto Tjahjono.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Evakuasi Buaya Coki Berlangsung Dramatis, Wike dan Sang Anak Menangis</title>
<link>https://www.maximadaily.com/evakuasi-buaya-coki-berlangsung-dramatis-wike-dan-sang-anak-menangis</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/evakuasi-buaya-coki-berlangsung-dramatis-wike-dan-sang-anak-menangis</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab7ada1b17bd.jpg" length="366323" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 20:25:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_s" data-hveid="CAAIDBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><strong>Bandar Lampung </strong>- Suasana haru sekaligus menegangkan menyelimuti Gang Rajawali, Jalan Teluk Ambon, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Sebuah drama evakuasi satwa liar predator menjadi tontonan massal setelah petugas gabungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung mendatangi rumah seorang warga bernama Wike Saputri (40).<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_u" data-hveid="CAAIDRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Kedatangan tim penyelamat ini bertujuan untuk mengevakuasi seekor buaya muara betina bernama <strong class="rQesXe MPyX" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="tP2kf#s32ZS" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_v" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 700; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Coki<!--TgQPHd|||[]--></strong>. Reptil buas berukuran sekitar 2,5 hingga 2,7 meter tersebut terpaksa diangkut petugas karena keberadaannya di tengah pemukiman padat penduduk memicu keresahan mendalam bagi warga sekitar. Menariknya, predator ganas ini ternyata tidak didapatkan dari tangkapan liar, melainkan dirawat oleh sang pemilik dengan penuh kasih sayang sejak masih berupa sebutir telur.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_u" data-hveid="CAAIDRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="yhAwj" data-sfc-cp="" jsaction="rcuQ6b:&amp;bqGp2d_w|npT2md" jscontroller="UTzWVc#U8DOt" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_w" data-complete="true" data-processed="true" data-sfc-inited="2" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_x/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_x" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><strong>Dirawat Tiga Tahun dari Sebutir Telur</strong><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_x/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_x" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_y" data-hveid="CAAIDxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Kisah kebersamaan Wike dan Coki bermula pada September 2023. Saat itu, sebutir telur reptil tak sengaja ditemukan di sekitar kawasan Pelabuhan Pelindo Panjang. Tanpa menyangka telur tersebut akan tumbuh menjadi predator raksasa, Wike membawanya pulang hingga menetas. Selama hampir tiga tahun, Coki tumbuh di lingkungan rumah kontrakan tersebut dan dirawat layaknya hewan peliharaan biasa.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_y" data-hveid="CAAIDxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_1z" data-hveid="CAAIFBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Coki ditempatkan di sebuah parit atau kolam minimalis terbuka yang terletak tepat di area teras rumah. Setiap harinya, Wike rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi mencukupi kebutuhan makan sang buaya. Bahkan, sesaat sebelum petugas melakukan proses evakuasi, Wike sempat menyuapi Coki dengan ayam potong segar seharga Rp 120 ribu menggunakan tangannya sendiri. Keterikatan batin yang begitu kuat membuat Wike menganggap reptil buas ini sebagai bagian dari anak kandungnya sendiri.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_1z" data-hveid="CAAIFBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_20" data-hveid="CAAIFRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Namun, seiring berjalannya waktu, pertumbuhan fisik Coki melesat sangat cepat. Panjang tubuhnya yang semula kecil kini hampir menyentuh angka 3 meter. Ukuran masif dan sifat alami buaya sebagai predator puncak perlahan mulai menebar ketakutan di kalangan tetangga sekitar. Warga khawatir jika sewaktu-waktu kolam sempit tanpa pagar pembatas tersebut jebol dan Coki lepas hingga memangsa anak-anak atau hewan ternak.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_20" data-hveid="CAAIFRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="yhAwj" data-sfc-cp="" jsaction="rcuQ6b:&amp;bqGp2d_21|npT2md" jscontroller="UTzWVc#U8DOt" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_21" data-complete="true" data-processed="true" data-sfc-inited="2" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_22/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_22" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><strong>Evakuasi Dramatis dan Pendekatan Persuasif</strong><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_22/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_22" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_23" data-hveid="CAAIFxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Proses evakuasi yang berlangsung pada hari Sabtu tidak berjalan dengan mudah. Pihak pemerintah setempat bersama tim gabungan harus melakukan mediasi yang cukup alot dengan pemilik rumah. Rasa sayang yang mendalam dari pihak keluarga sempat menjadi batu sandungan utama dalam penyerahan satwa dilindungi tersebut.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_24" data-hveid="CAAIGBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, menjelaskan bahwa petugas mengedepankan pendekatan persuasif demi memberikan pemahaman logis kepada pemilik mengenai bahaya memelihara hewan buas di area padat penduduk.</div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_24" data-hveid="CAAIGBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><em class="zhvwWe" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="LFsGHb#ycPkjf" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_29" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></em></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_24" data-hveid="CAAIGBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><em class="zhvwWe" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="LFsGHb#ycPkjf" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_29" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">"</em><span class="zhvwWe">Tadi kita sudah coba negosiasi, tapi alot. Pihak keluarga mungkin rasa cintanya, rasa memiliki seperti memeliharanya. Kalau saya pribadi memelihara kucing sangat sayang. Mereka memelihara buaya karena rasa sayang dan cintanya</span><em class="zhvwWe" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="LFsGHb#ycPkjf" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_29" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">,"</em> ujar Camat Panjang, <span style="text-decoration: underline;"><span jsuid="bqGp2d_2a" class="" data-sfc-cp="" jsaction="mouseenter:&amp;bqGp2d_2a|ZUljYd;mouseleave:&amp;bqGp2d_2a|aXD3Gb;focusin:&amp;bqGp2d_2a|Mrjwi;focusout:&amp;bqGp2d_2a|CXhG2e;pointerdown:&amp;bqGp2d_2a|wndyDd;click:&amp;bqGp2d_2a|yrMC6;" jscontroller="KMhGd#Mx1qPe" data-sfc-root="ep" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><a class="H23r4e" target="_blank" rel="noopener" data-ved="2ahUKEwjx8LbJkYyXAxX63TgGHeGFC-wQy_kOegYIAAgcEAI" data-hveid="CAAIHBAC" href="https://lampung.tribunnews.com/lampung/1219150/camat-panjang-hendry-sempat-alot-nego-dengan-pemilik-buaya-coki-untuk-dievakuasi" ping="/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;url=https://lampung.tribunnews.com/lampung/1219150/camat-panjang-hendry-sempat-alot-nego-dengan-pemilik-buaya-coki-untuk-dievakuasi&amp;ved=2ahUKEwjx8LbJkYyXAxX63TgGHeGFC-wQy_kOegYIAAgcEAI&amp;opi=89978449" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 500; margin: 0px; text-decoration: underline 1px rgb(21, 88, 214); border-bottom: 0px rgb(21, 88, 214);">Hendry Satria Jaya</a></span></span> saat diwawancarai di lokasi evakuasi.</div>
<p><!--TgQPHd|||[]--></p>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2b" data-hveid="CAAIHhAA" data-complete="true" data-processed="true" aria-owns="action-menu-parent-container" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Hendry juga menegaskan bahwa tindakan ini terpaksa diambil demi menjalankan instruksi Wali Kota Bandar Lampung untuk menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Setelah diberikan edukasi mendalam mengenai regulasi hukum satwa liar, Wike akhirnya dengan tulus dan kooperatif merelakan Coki diangkut.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div data-os-fs="" aria-hidden="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: -1px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);" tabindex="0"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2c" data-hveid="CAAIHxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Ketika 7 personel Damkarmat berpakaian lengkap mulai mengikat mulut dan memasang tali pengaman ke tubuh Coki, tangis histeris Wike dan putrinya langsung pecah di ruang tamu. Wike bahkan sempat jatuh pingsan dan ambruk ke lantai karena tidak kuasa menahan kesedihan mendalam berpisah dengan hewan kesayangannya. Sambil menangis meraung-raung, ia terus memanggil nama "Coki, Coki" saat tubuh predator tersebut digotong menuju mobil rescue.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2c" data-hveid="CAAIHxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="yhAwj" data-sfc-cp="" jsaction="rcuQ6b:&amp;bqGp2d_2d|npT2md" jscontroller="UTzWVc#U8DOt" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2d" data-complete="true" data-processed="true" data-sfc-inited="2" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 14px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_2e/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2e" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><strong>Dibawa ke Penangkaran Sumatera Selatan</strong><!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="otQkpb" aria-level="3" role="heading" data-animation-nesting="" data-sfc-cp="" jsaction="" data-wiz-attrbind="aria-level=bqGp2d_2e/fLk2Md" jscontroller="a7qCn#ZxCkTb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2e" data-complete="true" data-processed="true" data-sae="" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 20px; font-weight: 600; margin: 24px 0px 12px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2f" data-hveid="CAAIIRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Ketiadaan izin penangkaran resmi menjadi landasan kuat mengapa satwa berdarah dingin ini harus disita oleh negara. Perwakilan dari pihak berwenang menegaskan bahwa kepemilikan reptil besar berbahaya wajib tunduk pada undang-undang konservasi yang berlaku di Indonesia. <!--TgQPHd|||[]-->Petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hade Hambrata, memaparkan langkah lanjutan yang akan diambil terhadap buaya peliharaan tersebut.</div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2f" data-hveid="CAAIIRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><em class="zhvwWe" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="LFsGHb#ycPkjf" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2k" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></em></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2f" data-hveid="CAAIIRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><em class="zhvwWe" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="LFsGHb#ycPkjf" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2k" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">"</em><span class="zhvwWe">Kami dapat laporan ada masalah pemeliharaan buaya, kalau sesuai aturan sendiri tidak boleh memelihara buaya dan langsung kami bawa ke penangkaran di PT Vista Agung Kencana di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel,"</span> ungkap <span jsuid="bqGp2d_2l" class="" data-sfc-cp="" jsaction="mouseenter:&amp;bqGp2d_2l|ZUljYd;mouseleave:&amp;bqGp2d_2l|aXD3Gb;focusin:&amp;bqGp2d_2l|Mrjwi;focusout:&amp;bqGp2d_2l|CXhG2e;pointerdown:&amp;bqGp2d_2l|wndyDd;click:&amp;bqGp2d_2l|yrMC6;" jscontroller="KMhGd#Mx1qPe" data-sfc-root="ep" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 0px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"><a class="H23r4e" target="_blank" rel="noopener" data-ved="2ahUKEwjx8LbJkYyXAxX63TgGHeGFC-wQy_kOegYIAAgjEAI" data-hveid="CAAIIxAC" href="https://lampung.tribunnews.com/lampung/1219138/buaya-coki-asal-panjang-dibawa-ke-penangkaran-pt-vista-agung-di-ogan-ilir-sumsel" ping="/url?sa=t&amp;source=web&amp;rct=j&amp;url=https://lampung.tribunnews.com/lampung/1219138/buaya-coki-asal-panjang-dibawa-ke-penangkaran-pt-vista-agung-di-ogan-ilir-sumsel&amp;ved=2ahUKEwjx8LbJkYyXAxX63TgGHeGFC-wQy_kOegYIAAgjEAI&amp;opi=89978449" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 500; margin: 0px; text-decoration: underline 1px rgb(21, 88, 214); border-bottom: 0px rgb(21, 88, 214);">Hade Hambrata</a></span> kepada awak media.</div>
<p><!--TgQPHd|||[]--></p>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2m" data-hveid="CAAIJBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Evakuasi yang berlangsung selama kurang lebih 46 menit itu akhirnya selesai dengan aman tanpa ada korban cedera, baik dari sisi petugas, warga, maupun satwa itu sendiri. Walau dengan berat hati, pemilik hanya meminta satu syarat kepada pemerintah, yaitu agar dirinya tetap diberikan akses atau kabar mengenai kondisi perkembangan kesehatan Coki di lokasi penangkaran barunya nanti.<!--TgQPHd|||[]--></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2m" data-hveid="CAAIJBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);"></div>
<div class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="bqGp2d_2n" data-hveid="CAAIJRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: &quot;Google Sans&quot;, Arial, sans-serif, &quot;Noto Color Emoji&quot;; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10);">Kasus buaya Coki ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas agar tidak sembarangan membawa pulang, menetaskan, ataupun memelihara satwa liar berbahaya di lingkungan rumah. Sifat domestikasi buatan manusia tidak akan pernah bisa sepenuhnya menghilangkan insting berburu alami dari seekor predator muara. (red/ist)</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polri Dorong Transformasi Layanan SKCK Terintegrasi, Targetkan Cetak Mandiri Mulai 2027</title>
<link>https://www.maximadaily.com/polri-dorong-transformasi-layanan-skck-terintegrasi-targetkan-cetak-mandiri-mulai-2027</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/polri-dorong-transformasi-layanan-skck-terintegrasi-targetkan-cetak-mandiri-mulai-2027</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab7985f6860b.jpg" length="154051" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 18:35:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta</strong> - Polri mendorong transformasi layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) melalui penguatan integrasi data dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga. Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Joint Commitment “Transformasi Ekosistem Tata Kelola Layanan SKCK Terintegrasi dalam Mendukung Integrasi Pelayanan Publik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar Direktorat Keamanan Khusus Baintelkam Polri di Jakarta, Rabu (23/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Agen Intelijen Kepolisian Utama TK II Baintelkam Polri Brigjen Pol. Achmad Ibrahim mengatakan, layanan SKCK secara penuh telah diterapkan secara maksimal sejak 2025 dan terus dikembangkan melalui integrasi dengan sejumlah basis data kementerian/lembaga.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Di SKCK Polri ini kita sudah masuk di super app. Data yang sudah terkoneksi antara lain Dukcapil, Ditjen Imigrasi, Bareskrim, dan BPJS. Ke depan pasti akan bergabung dengan yang lain-lainnya,” ujar Achmad.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menurutnya, pengembangan layanan SKCK digital diarahkan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan kepada masyarakat. Salah satu konsep yang tengah disiapkan Polri adalah pencetakan SKCK secara mandiri tanpa harus datang ke kantor polisi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Roh dari SKCK full online ini adalah menghilangkan pertemuan antara pemohon dengan petugas kepolisian. Pada saat pencetakan blanko SKCK, bisa di mana saja. Tidak perlu datang ke kantor polisi, cukup dengan aplikasi SKCK online dan barcode yang dihasilkan,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Achmad menambahkan, konsep pencetakan mandiri tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba menggunakan 10 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jakarta. Polri menargetkan pengembangan konsep tersebut dapat dilakukan pada 2027 dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan, infrastruktur, serta aspek teknis lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Dr. Ir. Ismail, M.T. mengapresiasi inisiatif Baintelkam Polri dalam mendorong integrasi layanan SKCK dengan ekosistem pelayanan publik nasional.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Inisiatif yang dilakukan oleh Baintelkam Polri ini merupakan sebuah inisiatif untuk mengolaborasikan dan mengintegrasikan layanan SKCK yang merupakan salah satu layanan dasar bagi masyarakat, agar masyarakat dimudahkan ke depan,” kata Ismail.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Ia menyebut, dari sisi teknologi, pemerintah telah memiliki solusi untuk mendukung integrasi data antarkementerian/lembaga. Menurutnya, tantangan utama selanjutnya adalah membangun pola pikir kolaboratif di antara seluruh instansi.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Semangat yang sama, yaitu menjadi abdi masyarakat, pelayan masyarakat. Sehingga pengintegrasian itu akan mengubah jargon kami, saya, dari masing-masing kementerian/lembaga menjadi jargon kita,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">FGD tersebut turut melibatkan sejumlah kementerian/lembaga, di antaranya BPJS, Kementerian Ketenagakerjaan, Komdigi, dan Kementerian PANRB. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Joint Commitment sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi dan integrasi tata kelola layanan SKCK.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Melalui pengembangan layanan berbasis digital dan integrasi data, Polri terus mendorong pelayanan SKCK yang lebih mudah, cepat, transparan, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (red/ist0</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok, Satu Warga Meninggal dan Satu Masih dalam Pencarian</title>
<link>https://www.maximadaily.com/banjir-bandang-terjang-kabupaten-solok-satu-warga-meninggal-dan-satu-masih-dalam-pencarian</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/banjir-bandang-terjang-kabupaten-solok-satu-warga-meninggal-dan-satu-masih-dalam-pencarian</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab3fbd6b71cf.jpg" length="172994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 21:47:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Jakarta - Banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (22/9) pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sebanyak 9 kepala keluarga atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Pengungsian sementara berada di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain itu, satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka mengalami putus. Kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor juga dilaporkan terdampak.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penanganan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat dan unsur terkait. Tim gabungan melakukan evakuasi, pencarian korban, pendataan dampak, serta pembersihan material lumpur yang menutupi badan jalan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Pada Selasa (22/9) pagi, tim SAR gabungan melakukan susur sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian. Hingga pembaruan terakhir, satu warga masih dalam pencarian," ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dalam mendukung penanganan di lapangan, UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa dukungan logistik berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, dan 20 dus air mineral.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">BPBD Kabupaten Solok masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir bandang serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung</title>
<link>https://www.maximadaily.com/polri-kerahkan-5641-personel-amankan-fifa-asean-cup-2026-di-jakarta-dan-bandung</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/polri-kerahkan-5641-personel-amankan-fifa-asean-cup-2026-di-jakarta-dan-bandung</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6ab15278a8a81.jpg" length="253517" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 22:56:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Jakarta – Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Pengamanan dipusatkan di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri atas unsur pimpinan dan staf serta personel dari Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Mengerahkan sebanyak 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat," kata Laksana dalam apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Laksana menegaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan di area stadion, tetapi juga mencakup seluruh objek dan jalur yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Hal itu meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, serta lokasi lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Kekuatan pengamanan tersebut tidak hanya tergelar di stadion, tetapi juga di seluruh objek dan jalur yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan, meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, dan lokasi lain yang memiliki potensi terjadi gangguan Kamtibmas," jelas Laksana.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Laksana menyebutkan, sejumlah potensi kerawanan perlu diantisipasi selama pelaksanaan pertandingan. Di antaranya kepadatan penonton, dinamika antar-suporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan aturan barang bawaan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut, Laksana meminta personel melaksanakan pengamanan secara berlapis, termasuk pemeriksaan tiket, orang, dan barang bawaan. Sterilisasi juga perlu dilakukan di sejumlah lokasi, seperti venue pertandingan, hotel, tempat latihan, serta rute pergerakan pemain dan ofisial.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Laksanakan pengamanan secara berlapis serta pemeriksaan tiket, orang, barang bawaan, serta sterilisasi terhadap venue, hotel, lokasi latihan, dan rute pergerakan pemain maupun ofisial," ujar Laksana.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain aspek keamanan di lokasi pertandingan, Polri turut mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat tingginya mobilitas massa dan suporter. Faktor kedaruratan, seperti cuaca ekstrem, kebakaran, dan kondisi medis, juga menjadi perhatian, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Laksanakan rekayasa lalu lintas secara situasional, siapkan jalur alternatif dan kantong parkir, serta lakukan deteksi dini dan penyelenggaraan terhadap kelompok suporter untuk pengendalian pergerakan massa sejak kedatangan hingga kepulangan," kata Laksana.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Laksana juga menginstruksikan jajaran meningkatkan patroli serta pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk melalui patroli siber dan pemantauan media sosial.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Tingkatkan patroli terbuka maupun tertutup pada titik rawan kriminalitas, patroli siber dan monitoring media sosial, serta kesiapan pengamanan antiteror, penjinak bom, dan antidrone," imbuh Laksana.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Laksana meminta seluruh jajaran melaksanakan tugas pengamanan secara optimal agar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia berjalan lancar dan aman.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Keberhasilan pengamanan FIFA Asian Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, ofisial, suporter, masyarakat, dan kelancaran mobilitas, kualitas pelayanan, serta terciptanya rasa aman di seluruh rangkaian kegiatan," pungkas Laksana. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DVI Polri Berhasil Identifikasi 9 Korban KM Virgo, Seluruh Korban Diserahkan Kepada Keluarga</title>
<link>https://www.maximadaily.com/dvi-polri-berhasil-identifikasi-9-korban-km-virgo-seluruh-korban-diserahkan-kepada-keluarga</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/dvi-polri-berhasil-identifikasi-9-korban-km-virgo-seluruh-korban-diserahkan-kepada-keluarga</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa7d088de733.jpg" length="80228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 20:48:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<h1 class="flex flex-row font-bold text-lg lg:text-2xl my-8"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Jakarta – <strong>Polri terus memberikan pelayanan identifikasi korban KM Virgo Transport 8 melalui tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hingga 19 September 2026, sebanyak 9 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga.</strong></span></h1>
<div class="font-light text-justify mb-5 space-y-4 lg:mb-0">
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Proses identifikasi dilakukan melalui tahapan DVI dengan menggabungkan data ante mortem (AM), yakni data yang dikumpulkan dari keluarga korban sebelum korban ditemukan, dengan data post mortem (PM) yang diperoleh dari pemeriksaan terhadap korban.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pelayanan identifikasi merupakan bagian penting dalam penanganan korban dan pemberian kepastian kepada keluarga.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga.”</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">9 KORBAN TELAH DISERAHKAN KEPADA KELUARGA</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan rekap operasi DVI per 19 September 2026, dari 117 korban yang telah ditemukan, terdapat 9 korban meninggal dunia dan seluruhnya telah diserahkan kepada keluarga.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kesembilan korban tersebut yaitu:</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">1. Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, laki-laki – Jawa Timur.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">2. Nurul Rian Hidayat, 33 tahun, laki-laki – Jawa Timur.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">3. Imam Soeparno, 66 tahun, laki-laki – Jawa Timur.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">4. Denny Ridzal Saputra, 30 tahun, laki-laki – Jawa Timur.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">5. Erik Maousul Latip, 37 tahun, laki-laki – Jawa Barat.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">6. Risyan Kurnia Putra, 28 tahun, laki-laki – Jawa Barat.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">7. Muhammad Abdianoor, 30 tahun, laki-laki – Kalimantan Selatan.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">8. Surya, 59 tahun, laki-laki – Kalimantan Selatan.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">9. Yuli, 29 tahun, perempuan – Kalimantan Selatan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sementara itu, dari 108 korban hidup yang telah ditemukan, seluruhnya telah dipulangkan dan tidak terdapat korban hidup yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">153 DATA ANTE MORTEM TERKUMPUL</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Untuk mendukung proses identifikasi, Polri terus mengumpulkan data ante mortem (AM) dari keluarga korban. AM merupakan data korban yang diperoleh sebelum korban ditemukan, termasuk informasi identitas dan data pembanding dari keluarga.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Hingga 19 September 2026, telah terkumpul 153 data AM, dengan rincian:</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Kalimantan Selatan: 74 AM</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Jawa Timur: 63 AM</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Sulawesi Selatan: 1 AM</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Jawa Tengah: 2 AM</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Jawa Barat: 13 AM</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dari 153 data tersebut terdapat 18 data AM yang terduplikasi. Setelah dikurangi data duplikasi, terdapat 135 data AM.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dari 135 data AM tersebut, sebanyak 9 AM telah direkonsiliasi, sedangkan 126 AM masih belum direkonsiliasi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Data AM tersebut menjadi salah satu data pembanding dalam proses pencocokan dengan data PM korban.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">POLRI SIAPKAN 140 PERSONEL DVI</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Untuk memperkuat pelayanan identifikasi, Polri menyiapkan 140 personel DVI yang terdiri dari:</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Tim DVI Polda Kalimantan Selatan: 66 personel.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Tim DVI Polda Jawa Timur: 56 personel.</span><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">* Tim DVI Pusdokkes Polri: 18 personel.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Personel tersebut terdiri dari dokter/dokter gigi spesialis, dokter umum, dokter gigi umum, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta personel umum.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain tim yang telah disiapkan di posko tersebut, Biddokkes Polda Jawa Barat turut memberikan dukungan pengumpulan data AM dan sampel DNA keluarga korban di Garut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pada 15 September 2026, Biddokkes Polda Jabar mengambil sampel DNA dari 13 keluarga korban, terdiri dari 2 keluarga korban meninggal dunia dan 11 keluarga korban yang masih dalam pencarian. Pengambilan dilakukan menggunakan metode Buccal Swab.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sampel tersebut kemudian dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri pada 16 September 2026 pukul 06.30 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Hingga 19 September 2026, dari total 243 orang dalam manifes, sebanyak 117 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 korban hidup dan 9 korban meninggal dunia. Sementara 126 orang masih dalam pencarian.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Polri bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR terus melanjutkan pencarian, sementara jajaran DVI dan Dokkes Polri tetap memberikan pelayanan identifikasi dan pendampingan kepada keluarga korban. (red/ist)</span></p>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Penuhi SLHS, BGN Kembali Suspend 1.276 SPPG dan Usulkan Penutupan Ratusan Lainnya</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tidak-penuhi-slhs-bgn-kembali-suspend-1276-sppg-dan-usulkan-penutupan-ratusan-lainnya-2016</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tidak-penuhi-slhs-bgn-kembali-suspend-1276-sppg-dan-usulkan-penutupan-ratusan-lainnya-2016</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aaceaeb53d0d.jpg" length="51985" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 23:08:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengambil langkah tegas dalam memastikan keamanan dan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kembali menghentikan sementara operasional 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penghentian sementara tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN terhadap pemenuhan persyaratan higiene dan sanitasi SPPG.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dari 1.276 SPPG yang dihentikan sementara, sebanyak 821 SPPG masih dalam proses pendaftaran SLHS, 447 SPPG telah melakukan pendaftaran tetapi tidak memenuhi syarat dan kelayakan, serta 8 SPPG belum terkonfirmasi status SLHS-nya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan wilayah, SPPG yang dihentikan sementara terdiri atas 239 SPPG di Wilayah I (Sumatera), 927 SPPG di Wilayah II (Jawa), dan 110 SPPG di Wilayah III (di luar Sumatera dan Jawa).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa keselamatan siswa sebagai penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan Program MBG. Karena itu, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang belum memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kesehatan dan keselamatan penerima manfaat adalah prioritas utama. Kami tidak akan berkompromi terhadap standar kebersihan dan sanitasi. SLHS bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi bagian penting untuk memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar higiene dan sanitasi,” ujar Ketut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>654 SPPG Diusulkan Ditutup Permanen</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ketegasan BGN tidak berhenti pada penghentian sementara. Ketut menyatakan bahwa Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN juga telah mengusulkan kepada pimpinan BGN agar 654 SPPG yang masuk kategori kritis ditutup secara permanen dalam waktu tujuh hari ke depan apabila tidak memenuhi ketentuan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dari jumlah tersebut, sebanyak 447 SPPG telah mendaftarkan SLHS tetapi terbukti tidak memenuhi syarat dan kelayakan, 199 SPPG belum melakukan pendaftaran SLHS, dan 8 SPPG belum mengonfirmasi status pendaftarannya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain penindakan berupa suspend, BGN akan memperkuat pengawasan melalui pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di SPPG berjalan sesuai ketentuan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami juga akan melakukan pengecekan langsung (on the spot) mengenai kelayakan dan standar dapur SPPG di seluruh Indonesia. Inspeksi ini bertujuan murni untuk memastikan kelayakan, kebersihan, serta penerapan SOP dilaksanakan dengan benar tanpa toleransi kesalahan,” tegas Ketut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Di sisi lain, BGN memastikan penghentian sementara sejumlah SPPG tidak mengganggu keberlanjutan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat. Untuk itu, BGN telah menyiapkan mekanisme pengalihan sementara layanan dari SPPG yang dihentikan kepada SPPG terdekat yang telah memiliki SLHS dan memiliki kapasitas yang memadai.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ia juga menegaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bentuk pembinaan terhadap SPPG. Status suspend akan dicabut apabila SPPG telah memiliki SLHS dan bisa kembali beroperasional sesuai dengan mekanisme yang berlaku.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Penghentian sementara ini merupakan bagian dari proses mitigasi risiko dan pembinaan. Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Dinas Kesehatan setempat untuk memfasilitasi pemenuhan standar bagi SPPG yang masih memiliki itikad untuk beroperasi sesuai ketentuan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, operasional dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkas Ketut. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ispu Memburuk Akibat Karhutla, WALHI: Negara&amp;Korporasi Harus Bertanggung Jawab</title>
<link>https://www.maximadaily.com/ispu-memburuk-akibat-karhutla-walhi-negara-korporasi-harus-bertanggung-jawab</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/ispu-memburuk-akibat-karhutla-walhi-negara-korporasi-harus-bertanggung-jawab</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa9714938cba.jpg" length="49576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 08:10:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Jakarta </strong>- Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera dan Kalimantan, semakin memburuk karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka ISPU tertinggi mencapai 2000 dengan kategori berbahaya dialami oleh warga Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pencemaran udara dan krisis kesehatan pun kembali harus ditanggung oleh masyarakat. Situasi tersebut bukan sekadar persoalan kualitas udara yang semakin memburuk, melainkan gagalnya negara menjamin hak asasi warga negaranya atas kesehatan dan keselamatan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Data kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tersedia di sejumlah wilayah menunjukkan besarnya beban kesehatan yang harus ditanggung masyarakat. Berdasarkan perhitungan rata-rata dari total kasus dan periode pencatatan yang tersedia, Sumatera Selatan mencatat rata-rata sekitar 10.020 kasus ISPA per minggu, Kalimantan Barat sekitar 4.958–5.298 kasus per minggu, Riau sekitar 2.561 kasus per minggu, Kota Jambi sekitar 2.053 kasus per minggu, dan Kalimantan Selatan sekitar 1.083 kasus per minggu.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Menurut Musdalifah Jamal, Pengkampanye Ekosistem Esensial dan Pangan WALHI, angka tersebut menunjukkan bahwa ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi, masyarakat menghadapi risiko dan ancaman kesehatan yang terus berulang. Ada anak-anak, perempuan, lansia dan kelompok rentan lainnya yang  harus menanggung dampak dari kualitas udara yang buruk. Memburuknya ISPU dan meningkatnya angka kasus ISPA merupakan dampak dari</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Kegagalan negara dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas korporasi yang merusak ekosistem penting dan memastikan perlindungan terhadap lingkungan dan ruang hidup masyarakat membuat rakyat harus menanggung derita hingga mengancam nyawa,” kata Ifha.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Selain memastikan pencegahan, perlindungan, dan pemulihan lingkungan, negara juga harus memastikan ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan kualitas layanan kesehatan tanpa diskriminasi. Desakan agar pemerintah menyediakan layanan kesehatan yang dapat diakses secara gratis bagi masyarakat terdampak disampaikan oleh Sri Hartini, Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Barat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Kami mendesak Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memenuhi hak atas kesehatan, yang merupakan bagian dari hak asasi manusia. Segera siapkan perlindungan khusus bagi masyarakat yang tetap harus bekerja di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada tingkat berbahaya, serta ruang aman/ruang udara bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan kondisi ISPU yang mengkhawatirkan. Harus menunggu berapa banyak korbannya agar pemerintah baru bergerak cepat?” tegas Sri.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">WALHI menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk mengendalikan sumber pencemaran dan memastikan penegakan hukum berjalan, baik terhadap korporasi maupun pihak lain yang terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan. Selanjutnya, memastikan tidak ada lagi praktik pengelolaan hutan dan lahan yang meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di area gambut, dan memastikan pemulihan ekosistem penting. Perlindungan terhadap ekosistem penting seperti hutan, gambut yang merupakan penyangga kehidupan merupakan salah satu upaya untuk memastikan perlindungan dan jaminan hak atas kesehatan bagi masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Karhutla bukan sekadar persoalan asap. ISPU yang memburuk dan ribuan kasus ISPA adalah alarm bahwa krisis ekologis telah berubah menjadi krisis kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Bahkan krisis ini sudah mengarah pada ekosida. Maka negara dan korporasi harus bertanggung jawab untuk memastikan penanganan karhutla secara maksimal dan tentunya memenuhi hak atas kesehatan masyarakat,<em>”</em> tutup Ifha. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolri Sebut Buruh Tekstil Pahlawan Devisa, Dorong Industri Terus Tumbuh</title>
<link>https://www.maximadaily.com/kapolri-sebut-buruh-tekstil-pahlawan-devisa-dorong-industri-terus-tumbuh</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/kapolri-sebut-buruh-tekstil-pahlawan-devisa-dorong-industri-terus-tumbuh</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa96e5615bea.jpg" length="70262" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 21:53:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut para pekerja di sektor tekstil, sandang, dan kulit sebagai pahlawan devisa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan industri nasional.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Hal tersebut disampaikan Kapolri pada Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Industri tekstil mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terima kasih, rekan-rekan semua telah menunjukkan bahwa teman-teman adalah pahlawan devisa,” ujar Kapolri.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Industri tekstil dan produk tekstil menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja serta mencatatkan nilai ekspor sekitar USD4,85 miliar pada semester I tahun 2026. Sementara itu, industri alas kaki menyerap sekitar 921 ribu pekerja.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menurut Kapolri, capaian tersebut harus dipertahankan di tengah dinamika global yang turut memberikan tekanan terhadap industri dalam negeri. Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai kebijakan untuk melindungi sektor padat karya dan memperluas lapangan pekerjaan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Salah satunya melalui program hilirisasi di berbagai sektor strategis yang diproyeksikan mampu membuka sekitar 5,9 juta lapangan kerja baru.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Pemerintah terus mendorong program-program hilirisasi yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi teman-teman semua. Hampir 5,9 juta lapangan kerja baru dapat didorong apabila hilirisasi ini tumbuh,” kata Kapolri.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Khusus untuk industri tekstil, pemerintah memperkuat pengendalian impor melalui mekanisme larangan dan pembatasan, penerapan bea masuk tindakan pengamanan, serta bea masuk antidumping terhadap produk yang merugikan industri nasional.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pengawasan terhadap pakaian bekas impor, impor ilegal, dan penyelundupan juga terus ditingkatkan. Polri bersama Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan melaksanakan operasi untuk mencegah masuk dan beredarnya tekstil selundupan di pasar domestik.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan sekaligus melindungi jutaan pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor tekstil, sandang, kulit, dan alas kaki.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kapolri menegaskan pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Dalam hubungan tersebut, pekerja dan pengusaha harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kita ingin kesejahteraan pekerja terus meningkat dan perusahaan tetap tumbuh. Buruh dan pengusaha harus menjadi mitra strategis dengan mengedepankan dialog, peningkatan kompetensi, produktivitas, serta pemenuhan hak-hak pekerja,” tuturnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kapolri turut menyambut rencana peresmian Pusat Pendidikan dan Pelatihan KSPSI AGN di Purwakarta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membekali pekerja dengan keterampilan baru yang dibutuhkan industri untuk menghadapi persaingan global.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Di bidang perlindungan pekerja, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 358 perkara sejak 2025 hingga Agustus 2026 serta memfasilitasi 4.236 pekerja terdampak PHK untuk kembali bekerja.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kapolri juga meminta perjuangan mengawal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dilaksanakan secara damai dan tertib agar tidak ditunggangi pihak tertentu yang dapat mengaburkan tuntutan buruh.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Jaga perjuangan agar apa yang kita perjuangkan bersama betul-betul memiliki pesan yang kuat dan mampu mendorong revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai harapan teman-teman,” tegas Kapolri. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Operasi SAR, Lanud Sjamsudin Noor Tangani Korban Virgo Transport 8</title>
<link>https://www.maximadaily.com/dukung-operasi-sar-lanud-sjamsudin-noor-tangani-korban-virgo-transport-8</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/dukung-operasi-sar-lanud-sjamsudin-noor-tangani-korban-virgo-transport-8</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa988f1822c0.jpg" length="91807" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 11:01:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banjarbaru</strong> - Lanud Sjamsudin Noor turut mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) musibah Kapal Virgo Transport 8 dengan menerima dan memberikan penanganan awal terhadap korban yang berhasil dievakuasi ke Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026).</p>
<p>Korban tiba di Apron Baseops Lanud Sjamsudin Noor menggunakan Helikopter Dauphin HR 3601 Basarnas. Setibanya di pangkalan, korban segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Sjamsudin Noor untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan, Lanud Sjamsudin Noor siap memberikan dukungan dalam operasi SAR melalui kesiapan personel, fasilitas pangkalan, dan dukungan kesehatan, termasuk dalam proses penerimaan serta evakuasi korban.</p>
<p>“Dukungan ini merupakan bagian dari sinergi TNI AU bersama unsur terkait dalam operasi kemanusiaan, khususnya untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat,” ujar Danlanud.</p>
<p>Korban merupakan seorang perempuan asal Kendal, Jawa Tengah. Setelah tiba di RSAU Sjamsudin Noor, korban langsung mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis akibat cedera serta luka ringan pada bagian kepala.</p>
<p>Melalui kesiapan personel dan fasilitas yang dimiliki, Lanud Sjamsudin Noor terus berkomitmen mendukung operasi SAR serta memberikan pelayanan terbaik bagi korban sebagai wujud kepedulian dan kemanusiaan TNI Angkatan Udara. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Giant Sea Wall Di Teluk Jakarta &amp;amp; Bekasi Mengancam Ekologi Dan Ruang Hidup Masyarakat Pesisir</title>
<link>https://www.maximadaily.com/giant-sea-wall-di-teluk-jakarta-bekasi-mengancam-ekologi-dan-ruang-hidup-masyarakat-pesisir</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/giant-sea-wall-di-teluk-jakarta-bekasi-mengancam-ekologi-dan-ruang-hidup-masyarakat-pesisir</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa824d64e6f5.jpg" length="174972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 13:56:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dan Kementerian Lingkungan Hidup menghentikan rencana pembangunan <em>Giant Sea Wall </em>(GSW) Segmen 3.3 di Teluk Jakarta dan Bekasi. Proyek yang mencakup pembangunan tanggul laut dan reklamasi pulau buatan ini tidak disertai dasar kajian yang memadai untuk menjawab risiko ekologis, sosial, ekonomi, dan risiko pelanggaran hak asasi masyarakat pesisir yang terdampak langsung.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Mida Saragih, Pengkampanye Perlindungan Pesisir dan Laut Eksekutif Nasional WALHI menegaskan, “Giant Sea Wall Segmen 3.3 bukan hanya proyek tanggul laut, melainkan proyek transformasi bentang pesisir melalui reklamasi, pembangunan pulau baru, infrastruktur transportasi, dan kawasan ekonomi yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis kumulatif serta dampak sosial-ekonomi yang luas. WALHI menilai hingga saat ini pemerintah belum mampu menjawab persoalan mendasar terkait dampak ekologis proyek Giant Sea Wall yang berpotensi mengubah sistem ekologis Teluk Jakarta secara permanen.”</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dana Tarigan, Kepala Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan, Eksekutif Nasional WALHI menyampaikan “Bagi WALHI, Giant Sea Wall ini merupakan solusi palsu yang tidak menjawab akar persoalan. BOP PJ jangan menjadikan perlindungan pesisir sebagai alasan untuk memperluas reklamasi dan pembangunan infrastruktur yang mengorbankan ekosistem laut serta ruang hidup masyarakat pesisir. Hingga saat ini belum terdapat kajian yang memadai mengenai besaran atau skala dampak, seberapa banyak masyarakat pesisir terdampak, seberapa terancam akses terhadap wilayah tangkap, akses terhadap kawasan budidaya ikan, risiko pelanggaran HAM dan penggusuran, hingga ketimpangan ekonomi yang terakumulasi dan dapat memperdalam konflik sosial. Pembangunan Giant Sea Wall Segmen 3.3 harus dihentikan.”</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Salah satu risiko paling serius adalah kemungkinan Teluk Jakarta berubah menjadi kolam retensi limbah. Saat ini sedikitnya 13 sungai bermuara ke Teluk Jakarta dan membawa berbagai beban pencemar mulai dari limbah domestik, limbah industri, sampah plastik hingga mikroplastik. Dengan pembangunan tanggul laut dan pulau-pulau reklamasi, sirkulasi perairan berpotensi terganggu sehingga limbah dan pencemar dapat terperangkap di dalam kawasan teluk.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Tidak ada penjelasan memadai mengenai bagaimana pencemaran Teluk Jakarta akan ditangani. Padahal aspek tersebut merupakan komponen penting yang menentukan keberlanjutan ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut. Kami juga tidak menemukan penjelasan memadai mengenai hubungan antara tanggul laut dan pembuatan pulau dengan upaya pengendalian penurunan muka tanah, yang menjadi salah satu penyebab utama banjir rob di Jakarta. Bisa jadi akan menambah beban pembangunan di pesisir, dan mendorong laju penurunan muka tanah,” tambah Mida.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Ancaman Bagi Nelayan dan Masyarakat Pesisir</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dokumen BOP PJ yang dipaparkan dalam Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Teluk Jakarta Tahap 1 Kabupaten Bekasi mengakui bahwa pembangunan tanggul laut dan reklamasi pulau buatan dapat menimbulkan gangguan terhadap aktivitas nelayan, penurunan kualitas air dan udara, serta berkurangnya vegetasi mangrove. Namun pengakuan tersebut tidak diikuti dengan penjelasan rinci mengenai skala dampak yang akan ditimbulkan. “<em>Kami menilai kondisi ini menunjukkan bahwa proyek Giant Sea Wall didorong sebelum adanya pemahaman yang utuh mengenai konsekuensi sosial yang akan ditanggung masyarakat pesisir</em>,” tambah Mida.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pengembangan Giant Sea Wall Segmen 3.3 mencakup wilayah Kabupaten Bekasi, berpotensi menjangkau kawasan hutan mangrove Ujung Karawang, dengan luas sekitar 12.000 hektare. Syamsuri, FK-MATA (Forum Komunikasi Masyarakat Tarumanegara) mengutarakan pentingnya perlindungan ekosistem mangrove di Bekasi Utara. "<em>Kami masyarakat pesisir Tarumajaya, Bekasi Utara merasa khawatir akan dampak Giant Sea Wall dan berbagai program pembangunan yang mengancam kelestarian mangrove, kesehatan laut, dan keberlanjutan mata pencaharian nelayan. Kami mendesak Pemerintah mengutamakan pelestarian mangrove untuk menjaga pantai dari abrasi. Bagi kami, mangrove adalah sumber kehidupan dan penghidupan. Namun, keberadaan mangrove terus mengalami penurunan akibat kurangnya perhatian terhadap upaya pelestariannya</em>."</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Ketimpangan Peserta Konsultasi Publik</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dalam konsultasi publik AMDAL yang diselenggarakan pada 11 September 2026 di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, <strong>proses pelibatan masyarakat tidak dijalankan secara bermakna. </strong>Komposisi peserta yang diundang didominasi oleh unsur pemerintah. Sebaliknya, perwakilan nelayan dan perempuan pesisir tidak memperoleh ruang representasi memadai.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan daftar peserta yang tercantum dalam surat undangan resmi BOPPJ, dari total 74 peserta pada daftar undangan Konsultasi Publik AMDAL, hanya terdapat 6 perwakilan yang mewakili kelompok nelayan. Keterwakilan nelayan hanya tercatat masing-masing satu perwakilan dari Desa Hurip Jaya, Segara Makmur, Samudra Jaya, Segarajaya, dan Pantai Makmur ditambah satu perwakilan organisasi nelayan. Mayoritas peserta yang diundang berasal dari unsur pemerintah, perangkat kecamatan dan desa, lembaga kemasyarakatan desa, serta ketua RT/RW di wilayah terdampak. Kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip pelibatan masyarakat yang dijamin UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009 yang mengharuskan konsultasi publik menjadi ruang bagi masyarakat terdampak untuk memberikan saran, pendapat, dan tanggapan secara efektif terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan. Dalam konteks ini, FK-MATA (Forum Komunikasi Masyarakat Tarumanegara) tidak diundang di dalam Konsultasi Publik tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Muhammad Aminullah, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jakarta mengungkapkan, “<em>Komposisi peserta Konsultasi Publik AMDAL GSW Segmen 3.3 menunjukkan kelompok yang paling berpotensi terdampak langsung oleh pembangunan Giant Sea Wall dan reklamasi justru menjadi kelompok yang paling sedikit diberikan ruang dalam forum konsultasi publik. Ini adalah ketimpangan pelibatan masyarakat dan tidak terpenuhinya prinsip partisipasi bermakna dalam proses AMDAL. Kualitas konsultasi publik dan legitimasi sosial proyek Giant Sea Wall patut dipertanyakan.</em>”</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">WALHI juga menemukan tidak adanya undangan yang secara khusus ditujukan kepada kelompok perempuan. Daftar undangan hanya mencantumkan unsur PKK Desa. Minimnya kelompok perempuan dalam konsultasi publik menunjukkan bahwa proses AMDAL belum mengintegrasikan perspektif gender dan belum menjamin partisipasi perempuan secara memadai. Perempuan pesisir merupakan kelompok yang akan terdampak langsung oleh perubahan akses terhadap sumber daya pesisir, perubahan aktivitas perikanan tangkap, pengolahan hasil laut, hingga ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan. “<em>Pelibatan Konsultasi Publik didominasi unsur pemerintah, sementara kelompok nelayan dan perempuan pesisir berada pada posisi minoritas. Ini berpotensi menghilangkan suara kelompok yang paling merasakan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis dari proyek ini</em>,” tegas Amin.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong><em>Giant Sea Wall </em></strong><strong>Bukan Solusi Akar Masalah</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pemerintah melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) tengah mendorong pembangunan <strong>GSW </strong>pada pesisir Pantai Utara Jawa sepanjang sekitar 575-kilometer yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Salah satu prioritas pembangunan tersebut adalah <strong>Segmen 3 Teluk Jakarta, khususnya Sub Segmen 3.3 </strong>yang mencakup <strong>pembangunan tanggul laut timur (<em>Sea Wall East</em>) </strong>di wilayah Jakarta Utara dan Kabupaten Bekasi, serta <strong>pengembangan pulau buatan </strong>melalui <strong>reklamasi laut. </strong>Pada tanggal 11 September 2026, BOPPJ menyelenggarakan Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Teluk Jakarta Tahap 1 Kabupaten Bekasi di Gedung Serbaguna Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Proyek <em>Giant Sea Wall </em>tidak menyelesaikan akar persoalan tersebut. Sebaliknya, proyek ini mengabaikan partisipasi bermakna, berisiko menjadi solusi semu yang mahal, berisiko tinggi, serta berpotensi menciptakan dampak ekologis baru yang lebih besar di masa mendatang. Atas dasar tersebut, WALHI mendesak Pemerintah menghentikan seluruh proses pengembangan Segmen 3.3 di Teluk Jakarta dan Bekasi, serta menghentikan proses AMDAL. Kemudian, penting untuk BOP PJ membuka seluruh dokumen kajian dampak proyek kepada publik, agar publik dapat terinformasi dengan baik dan memberikan pengawalan terhadap proyek <em>Giant Sea Wall</em>. (red/ist)</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"> </span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi Kapal Virgo Transport 8: KPAI Desak Pemerintah Buka Manifes Penumpang dan Prioritaskan Keselamatan Anak</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tragedi-kapal-virgo-transport-8-kpai-desak-pemerintah-buka-manifes-penumpang-dan-prioritaskan-keselamatan-anak</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tragedi-kapal-virgo-transport-8-kpai-desak-pemerintah-buka-manifes-penumpang-dan-prioritaskan-keselamatan-anak</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9c04abf0e20.jpg" length="61972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 13:16:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah memilukan yang menimpa Kapal Virgo Transport 8. Kapal motor tersebut dilaporkan tenggelam di kawasan perairan Laut Jawa. Hingga saat ini, tragedi maritim tersebut telah menelan korban jiwa dan menyisakan ratusan orang yang masih dinyatakan hilang di tengah lautan.</p>
<p>KPAI secara resmi mengajak seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk bersama-sama menyatukan doa. Harapan besar dipanjatkan bagi para korban yang meninggal dunia, kekuatan bagi pihak keluarga korban yang ditinggalkan, keselamatan bagi para penyintas yang berhasil bertahan, serta kekuatan fisik dan mental bagi seluruh tim SAR gabungan yang hingga detik ini masih terus berjuang di lapangan untuk melakukan proses pencarian dan pertolongan.</p>
<p>Berdasarkan laporan mutakhir dan data sementara yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, tim penyelamat telah menemukan 6 orang penumpang dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 129 orang penumpang lainnya dilaporkan masih hilang dan belum diketahui nasibnya. Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan bahwa sebanyak 98 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.</p>
<p>Di tengah situasi krusial ini, KPAI meminta dengan sangat kepada seluruh pihak terkait untuk tidak kehilangan harapan sedikit pun. Lembaga negara pengawas perlindungan anak ini menegaskan bahwa setiap satu nyawa manusia adalah hal yang teramat berharga dan tidak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun di dunia ini.</p>
<p>Namun demikian, KPAI juga mengingatkan bahwa ungkapan duka dan untaian doa tidak boleh berhenti begitu saja. Langkah spiritual tersebut harus berjalan beriringan dengan tindakan nyata dari negara yang cepat, transparan, komprehensif, dan bertanggung jawab penuh. Tragedi memilukan ini tidak boleh hanya disikapi sebagai persoalan teknis pencarian dan evakuasi korban semata. Ketika sebuah kapal besar diizinkan membawa ratusan nyawa manusia, maka jaminan keselamatan setiap jiwa di dalamnya merupakan tanggung jawab moral dan hukum yang sangat besar.</p>
<p><strong>Tuntut Transparansi Manifes dan Kepastian Data Anak</strong></p>
<p>KPAI menegaskan bahwa salah satu langkah yang paling mendesak dan harus segera dilakukan oleh otoritas berwenang saat ini adalah memastikan akurasi manifes penumpang. Pemerintah diminta segera membuka informasi tersebut secara transparan kepada publik dan pihak keluarga korban, terutama mengenai kepastian keberadaan anak-anak yang ikut dalam pelayaran maut tersebut.</p>
<p>Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa pembaruan data secara akurat dan transparan merupakan hak mutlak kemanusiaan bagi keluarga korban.</p>
<p>"Bagi keluarga korban, kepastian identitas bukan sekadar persoalan administrasi. Nama seseorang adalah bagian dari kepastian hidup keluarganya. Karena itu, keluarga berhak memperoleh informasi yang akurat mengenai apakah anggota keluarganya selamat, masih dalam pencarian, atau telah ditemukan," ujar Jasra Putra dalam keterangan resminya.</p>
<p>Terkait hal itu, KPAI secara resmi menuntut pemerintah melalui instansi dan kementerian terkait untuk segera memberikan kepastian atas delapan poin krusial:</p>
<p>*Jumlah Total Penumpang: Memastikan berapa jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal yang berada di dalam kapal berdasarkan manifes resmi operasional.</p>
<p>* Logistik dan Muatan: Membuka data mengenai jumlah kendaraan, alat berat, serta total tonase muatan barang yang tercatat masuk ke dalam lambung kapal.</p>
<p>* Data Anak-Anak: Memastikan total jumlah anak yang berada di dalam kapal saat keberangkatan.</p>
<p>* Kelompok Rentan: Merinci jumlah penumpang perempuan, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, orang sakit, serta kelompok rentan lainnya.</p>
<p>* Hasil Evakuasi: Mengumumkan siapa saja korban yang telah berhasil dievakuasi dan berhasil diidentifikasi secara medis.</p>
<p>* Daftar Korban Hilang: Merilis daftar lengkap nama-nama penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.</p>
<p>* Pencocokan Data: Menjelaskan secara gamblang bagaimana proses pencocokan manifes awal dengan data riil korban yang ditemukan, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia.</p>
<p>* Data Faktual Lapangan: Segera melakukan pengecekan ulang terhadap daftar manifes tiket awal, guna melihat apakah terdapat perbedaan atau celah antara data administratif dengan kondisi faktual jumlah orang yang benar-benar berada di atas kapal.</p>
<p>KPAI meminta proses verifikasi data ini dilakukan secepat mungkin. Karena Kapal Virgo Transport 8 telah dinyatakan tenggelam sepenuhnya, KPAI mendesak agar proses operasi pencarian tidak hanya berfokus di permukaan laut saja. Pemerintah harus segera memberikan dukungan penuh terhadap kemampuan operasi pencarian bawah laut (underwater search) dengan memaksimalkan seluruh prosedur kedaruratan dan teknologi mutakhir yang tersedia demi memperbesar peluang menemukan korban.</p>
<p><strong>Menyoroti Kamar Penumpang dan Nasib Perempuan-Anak</strong></p>
<p>KPAI memberikan perhatian yang sangat serius terhadap kesaksian dari sejumlah penumpang selamat. Berdasarkan testimoni para penyintas, situasi darurat di atas kapal saat musibah terjadi berlangsung dalam waktu yang sangat cepat dan mencekam.</p>
<p>Munculnya kesaksian yang menyebutkan bahwa banyak penumpang perempuan dan anak-anak masih terjebak di dalam kamar atau ruang bagian dalam kapal ketika peristiwa itu terjadi harus menjadi fokus utama dalam proses investigasi ke depan. Evaluasi mendalam harus dilakukan untuk membedah sistem keselamatan moda transportasi laut tersebut.</p>
<p>Jasra Putra mengajak semua pihak untuk menggunakan empati terdalam dalam melihat kerentanan fisik anak-anak ketika berada dalam situasi bencana di atas air.</p>
<p>"Kita harus membayangkan situasi seorang anak ketika kapal tiba-tiba miring, gelap, panik, air masuk, dan orang-orang berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing. Anak tidak memiliki kekuatan fisik dan kemampuan bertahan di air yang sama dengan orang dewasa. Karena itu, anak tidak boleh hanya dihitung sebagai angka dalam manifes. Anak harus menjadi bagian dari desain keselamatan, mitigasi risiko, prosedur evakuasi, pendampingan, hingga proses pencarian dan penyelamatan," tegas Jasra.</p>
<p>Otoritas harus memeriksa di mana posisi anak-anak mendapatkan akses jaket keselamatan (life jacket), bagaimana akses mereka menuju jalur evakuasi darurat, serta bagaimana prosedur penyelamatan khusus bagi anak-anak yang kebetulan terpisah dari orang tua mereka saat kepanikan melanda. Publik juga harus mengetahui bagaimana prosedur penanganan bagi perempuan hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan orang sakit. Apakah di dalam kapal tersedia ruang darurat atau titik transit keselamatan (mustering station) yang mudah diakses oleh mereka?</p>
<p><strong>Ketersediaan Alat Keselamatan dan Kapasitas Riil</strong></p>
<p>Tragedi ini menuntut dilakukannya pemeriksaan menyeluruh secara independen terhadap standar keselamatan armada Kapal Virgo Transport 8, termasuk pemeriksaan kesiapan dan kapasitas seluruh alat keselamatan yang ada di atas dek.</p>
<p>KPAI menekankan prinsip mutlak dalam dunia pelayaran: jika sebuah kapal diizinkan berangkat dengan jumlah penumpang tertentu, maka kapasitas sekoci (lifeboat), jaket keselamatan (life jacket), jalur evakuasi, pintu darurat, sistem alarm, radio komunikasi, hingga persinyalan darurat harus mampu mengakomodasi seluruh manusia yang ada di atas kapal tanpa terkecuali. Terlebih lagi jika dalam pelayaran tersebut terdapat penumpang anak-anak. Penyediaan jaket keselamatan khusus anak-anak wajib tersedia dalam jumlah yang cukup serta sesuai dengan ukuran tubuh mereka.</p>
<p>Pemerintah wajib memastikan apakah sebelum kapal dilepas jangkar, pihak otoritas pelabuhan telah melakukan pemeriksaan kelayakan kapal (ramp check), verifikasi alat keselamatan, pemantauan rute dan prakiraan cuaca, hingga pengecekan ketat terhadap muatan kendaraan berat.</p>
<p><strong>Momentum Evaluasi Total, Jangan Hanya Jadi Dokumen di Atas Kertas</strong></p>
<p>KPAI mengajak publik untuk kembali menagih janji dan komitmen pemerintah terkait evaluasi keselamatan transportasi laut yang sempat digaungkan di berbagai media massa. Pada tanggal 19 Agustus 2026 yang lalu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara terbuka sempat menyampaikan urgensi akurasi data manifes penumpang dan kendaraan yang terintegrasi secara digital dengan sistem tiket (ticketing) serta proses masuk kapal (boarding). Saat itu, pemerintah juga menjanjikan langkah audit ketat terhadap sejumlah operator kapal guna menilai tingkat kepatuhan mereka terhadap regulasi keselamatan pelayaran nasional.</p>
<p>Bagi KPAI, petaka yang menimpa Kapal Virgo Transport 8 ini harus dijadikan momentum krusial untuk mempertanyakan kembali efektivitas kebijakan tersebut. Publik berhak mengetahui apakah seluruh hasil evaluasi, audit, dan rekomendasi keselamatan yang sering disampaikan oleh para pejabat di tingkat pusat benar-benar telah diimplementasikan dengan baik oleh para petugas di lapangan. Otoritas diingatkan agar jangan sampai dokumen evaluasi keselamatan hanya berakhir sebagai tumpukan kertas formalitas di meja birokrasi, sementara praktik riil di dermaga dan pelabuhan masih menyisakan celah kelalaian yang fatal yang terus mengancam nyawa publik.</p>
<p>Jika kelak dalam proses investigasi mendalam ditemukan adanya bukti bahwa ketentuan keselamatan, hasil ramp check, rekomendasi otoritas, atau SOP pelayaran sengaja diabaikan demi keuntungan sepihak, maka KPAI mendesak ditegakkannya tindakan hukum yang tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Pengawasan keselamatan tidak boleh hanya diperketat secara reaktif setelah kecelakaan merenggut nyawa terjadi.</p>
<p><strong>Kegagalan Sistemik yang Harus Dihentikan</strong></p>
<p>Lebih jauh, KPAI memandang bahwa rentetan kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mengindikasikan adanya persoalan yang jauh lebih luas dan bersifat sistemik. Kasus kecelakaan transportasi laut yang berulang menunjukkan bahwa negara perlu meninjau kembali apakah fungsi pengawasan keselamatan pelayaran yang berjalan selama ini sudah efektif atau justru mandul di lapangan.</p>
<p>Persoalan ini sejatinya telah menjadi sorotan tajam. Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada bulan Agustus lalu, kinerja pemerintah sempat dikritik keras oleh legislatif mengenai isu keselamatan pelayaran, buruknya akurasi manifes, serta rendahnya tingkat kepatuhan operator terhadap hukum pelayaran.</p>
<p>KPAI menegaskan bahwa tragedi memilukan Kapal Virgo Transport 8 ini tidak akan bisa diselesaikan secara tuntas jika pemerintah hanya mengambil langkah normatif seperti memanggil pihak operator kapal atau sekadar melakukan pemeriksaan administratif pasca-kejadian. Negara harus hadir dengan tindakan yang jauh lebih kuat, berani, dan menyeluruh.</p>
<p>Seluruh rantai tanggung jawab dalam ekosistem pelayaran ini harus diperiksa secara total tanpa ada yang ditutup-tupi. Otoritas harus memeriksa siapa petugas yang melakukan inspeksi kelayakan, siapa pejabat yang menerbitkan izin surat persetujuan berlayar (SPB), bagaimana rekam jejak hasil ramp check berkala kapal tersebut, bagaimana kondisi riil ketersediaan alat keselamatan di atas kapal, apakah jumlah penumpang yang diangkut melebihi kapasitas operasional (overload), bagaimana sistem pengawasan terhadap penataan kendaraan berat di dalam dek, apakah fungsi radio komunikasi dan persinyalan aktif selama pelayaran, serta bagaimana kesiapan mental awak kapal dalam menjalankan prosedur evakuasi darurat bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak. Pertanyaan besar yang kini dinanti jawabannya oleh publik adalah: apakah seluruh standar keselamatan maritim tersebut benar-benar telah ditegakkan, ataukah sengaja dikorbankan demi kelancaran bisnis komersial? (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Ke&amp;6 Pencarian, Kri Teluk Gilimanuk 531 Temukan Pelampung Dan Terpal Di Perairan Selat Sunda</title>
<link>https://www.maximadaily.com/hari-ke-6-pencarian-kri-teluk-gilimanuk-531-temukan-pelampung-dan-terpal-di-perairan-selat-sunda</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/hari-ke-6-pencarian-kri-teluk-gilimanuk-531-temukan-pelampung-dan-terpal-di-perairan-selat-sunda</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa6cbc868aa0.jpg" length="135438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 16:34:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Banten</strong> - Memasuki hari keenam operasi SAR di Perairan Selat Sunda, KRI Teluk Gilimanuk-531 menemukan satu buah life jacket berwarna oranye dan satu buah terpal dalam pencarian, Minggu (13/9). Kedua temuan tersebut selanjutnya dibawa ke Posko SAR untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Temuan tersebut diperoleh pada pukul 08.55 WIB di sekitar 5,5 NM barat laut Suar Tanjung Cikoneng. Namun belum dapat dipastikan apakah pelampung tersebut milik para jurnalis yang hilang kontak.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dalam pelaksanaan operasi, TNI Angkatan Laut bersama unsur SAR gabungan dari Basarnas, Polri, serta unsur pendukung lainnya terus melakukan penyisiran di sektor pencarian yang telah ditentukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan material.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Operasi SAR tersebut dilaksanakan untuk mencari delapan orang yang masih dalam pencarian, terdiri dari kapten kapal, ABK, guide, serta lima orang jurnalis.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Setelah seluruh kegiatan pencarian hari keenam selesai, unsur KRI melaksanakan labuh jangkar atau sandar dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan personel serta material. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ketujuh, Senin (14/9).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">TNI Angkatan Laut bersama unsur SAR gabungan akan terus melaksanakan upaya pencarian secara optimal dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas operasi. Sinergi antarlembaga juga terus diperkuat untuk mendukung proses pencarian hingga seluruh korban dapat ditemukan, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antrean Meningkat, Pertamina Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU di Sulawesi Selatan</title>
<link>https://www.maximadaily.com/antrean-meningkat-pertamina-tingkatkan-pasokan-bbm-ke-spbu-di-sulawesi-selatan</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/antrean-meningkat-pertamina-tingkatkan-pasokan-bbm-ke-spbu-di-sulawesi-selatan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa6d595bfc99.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 15:39:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Makassar </strong> – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan permintaan, khususnya terhadap BBM bersubsidi, di sejumlah wilayah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan peningkatan antrean di sejumlah SPBU terjadi seiring kenaikan permintaan yang cukup signifikan, terutama pada BBM subsidi, yang kemudian diperkuat oleh perubahan pola konsumsi dan pembelian masyarakat secara bersamaan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan secara cepat sesuai kebutuhan,” ujar Kitty.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Peningkatan kebutuhan BBM subsidi juga tercermin dari kebutuhan Solar JBT yang meningkat sekitar 10–15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pertamina Patra Niaga terus mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut melalui penyesuaian penyaluran dan penguatan distribusi sesuai kondisi di masing-masing wilayah.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Selain meningkatkan penyaluran, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan operasional mobil tangki selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman dan pengisian stok BBM di SPBU, serta melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan melalui penambahan nozzle Pertalite di sejumlah SPBU. Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam di Makassar. Penguatan operasional ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan secara intensif terhadap stok, penyaluran, dan kondisi operasional SPBU. Penyesuaian distribusi dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan BBM tersedia di titik-titik yang membutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Kami terus melakukan monitoring dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan. Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar pelayanan dapat berjalan lancar dan merata,” kata Kitty.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan pasokan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat di Sulawesi Selatan tetap terpenuhi. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korpasgat TNI AU Deteksi Titik Api dari Udara, Lanjutkan Pemadaman di Medan Sulit</title>
<link>https://www.maximadaily.com/korpasgat-tni-au-deteksi-titik-api-dari-udara-lanjutkan-pemadaman-di-medan-sulit</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/korpasgat-tni-au-deteksi-titik-api-dari-udara-lanjutkan-pemadaman-di-medan-sulit</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa6cad3dce4f.jpg" length="100383" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 06:08:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Palangka Raya</strong> - Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah dengan memanfaatkan kemampuan drone termal untuk mendeteksi titik api dari udara, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman oleh personel di darat, Sabtu (12/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Personel Korpasgat yang tergabung dalam Tim Alpha Satuan Tugas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah bersama personel TNI AL dan TNI AD melaksanakan penanganan karhutla di Lapangan Tembak Km 21, Kec. Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Drone termal digunakan untuk membantu menemukan titik api yang berada di lokasi, termasuk area yang sulit dijangkau secara langsung.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kapten Pas M. Hermanto Saputra, S.Tr.Han Pasipers Yon Hanud 12 Pasgat selaku Komandan Tim Alpha Satuan Tugas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan bahwa perangkat termal membantu personel mengetahui lokasi titik api sehingga penanganan dapat diarahkan pada area yang membutuhkan pemadaman.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Setelah titik api terdeteksi, personel melaksanakan pemadaman dengan menggunakan peralatan yang telah disiapkan. Selain apar, Tim Alpha juga dibekali fireball sebagai peralatan pendukung untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani menggunakan selang pemadam.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemadaman. Ketika selang tidak dapat menjangkau titik api, personel memanfaatkan peralatan pendukung untuk membantu mempercepat proses pemadaman.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Pemanfaatan drone termal yang dipadukan dengan kemampuan personel di lapangan menjadi bagian dari upaya Korpasgat mendukung penanganan karhutla secara efektif. Sinergi bersama unsur TNI lainnya juga terus dilakukan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah" ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana S.T., M.M. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>WALHI Desak Presiden Tindak Tegas 262 Entitas Perusahaan Terindikasi Karhutla</title>
<link>https://www.maximadaily.com/walhi-desak-presiden-tindak-tegas-262-entitas-perusahaan-terindikasi-karhutla</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/walhi-desak-presiden-tindak-tegas-262-entitas-perusahaan-terindikasi-karhutla</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa6d794b79a9.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 05:44:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta - </strong>WALHI mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan keterlibatan 262 entitas perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di delapan provinsi di Indonesia. Namun, laporan tersebut belum dapat diserahkan secara resmi karena tidak terdapat pihak yang dapat menerima laporan di Kementerian Sekretariat Negara. Penyerahan laporan secara resmi dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026. Laporan ini merupakan bentuk respons aktif masyarakat sipil untuk mendukung pernyataan Presiden Prabowo untuk menindak tegas para pelaku karhutla, termasuk korporasi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Laporan WALHI didasarkan pada temuan sejumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi dengan minimal 10 titik panas yang teridentifikasi berada di dalam wilayah konsesi perusahaan, baik pada kawasan yang dikuasai pemegang Hak Guna Usaha (HGU) maupun pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Temuan tersebut merupakan indikasi awal yang perlu segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui pemeriksaan lapangan, penyelidikan, serta penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pelaporan WALHI menjadi momentum untuk menguji keseriusan pemerintah dalam menjalankan pesan Presiden Prabowo agar penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api dan penanganan dampak asap. Pemerintah perlu memastikan bahwa korporasi yang wilayah konsesinya mengalami kebakaran diperiksa secara serius dan dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan pelanggaran atau lalai menjalankan kewajibannya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami membawa data ini kepada Presiden sebagai bentuk dukungan masyarakat sipil terhadap pernyataan Presiden untuk menindak tegas pelaku karhutla. Sekarang bola ada di tangan pemerintah. Data sudah disampaikan, dan kami menunggu tindakan konkret: perusahaan diperiksa, pelanggaran ditindak, dan korporasi yang terbukti bertanggung jawab tidak boleh dibiarkan,” ujar Umi Ma’rufah, Pengkampanye Hutan dan Kebun WALHI.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">WALHI juga menilai bahwa pendekatan penegakan hukum harus dilakukan secara setara. Selama ini, masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla kerap menjadi pihak yang paling mudah disalahkan, sementara tanggung jawab pemegang konsesi kurang menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Padahal, perusahaan memiliki kendali atas wilayah usaha dan kewajiban untuk melakukan pencegahan serta pengendalian kebakaran di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Presiden Harus Pastikan Tidak Ada Pembiaran terhadap Korporasi</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">WALHI mendesak Presiden Prabowo untuk memastikan laporan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Presiden harus menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang dilaporkan serta menyampaikan hasilnya secara transparan kepada publik.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Harus ada tindakan hukum yang tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran atau lalai, baik melalui sanksi administratif, perdata, maupun pidana sesuai dengan ketentuan hukum. Presiden juga harus membuka hasil pemeriksaan dan penindakan kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah dan memastikan wilayah yang terbakar mendapatkan pemulihan ekologis serta masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pemulihan atas hak-haknya,<em>”</em> tegas Umi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selanjutnya, WALHI akan terus memantau dan mengawal tindak lanjut pemerintah atas laporan ini serta mendorong keterbukaan informasi mengenai proses verifikasi, investigasi, dan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang dilaporkan. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Kesiapan Penegakan Hukum Ruang Udara, Koopsudnas Latihkan Penanganan Pasca Force Down</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tingkatkan-kesiapan-penegakan-hukum-ruang-udara-koopsudnas-latihkan-penanganan-pasca-force-down</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tingkatkan-kesiapan-penegakan-hukum-ruang-udara-koopsudnas-latihkan-penanganan-pasca-force-down</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa58ffc21bec.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 17:27:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Batam </span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">- Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) meningkatkan kesiapan penegakan hukum dan pengamanan ruang udara melalui Latihan Penanganan Pasca Force Down (PFD) TA 2026 di Lanud Hang Nadim, Batam, Kamis (10/9/2026). Latihan ini bertujuan memastikan kesiapan unsur jajaran Koopsudnas dalam menangani pesawat asing setelah dilakukan force down sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Latihan yang mengusung tema “Koopsudnas beserta Satuan Jajarannya Siap Melaksanakan Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara (Opsgakkumpamrud) di Wilayah Kodau I dalam rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AU” tersebut dibuka secara resmi oleh Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Dalam amanatnya, Pangkoopsudnas menegaskan bahwa latihan PFD memiliki arti penting dalam meningkatkan kesiapan operasional satuan dalam menghadapi penanganan pesawat asing pasca-force down. Menurutnya, latihan juga menjadi sarana untuk memastikan setiap unsur jajaran Koopsudnas memahami mekanisme, tugas, dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Pangkoopsudnas juga meninjau kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta unsur yang terlibat dalam skenario latihan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Latihan tersebut sekaligus menguji penerapan Rencana Operasi Penegakan Hukum Pasca-Force Down “Gakkum Sakti-26” serta Prosedur Tetap Penegakan Hukum Pasca-Force Down Kodau I dan Lanud jajaran.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Selain itu, latihan diisi dengan sosialisasi Protap Force Down oleh Asops Kosek I dan Protap Pasca-Force Down oleh Kakum Koopsudnas. Kegiatan ini melibatkan tim Penyidik Udara, Korpasgat, Pomau, personel Kementerian dan Lembaga terkait, serta unsur pendukung lainnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Melalui latihan ini, Koopsudnas terus memantapkan kesiapan personel dan sinergi antarunsur dalam melaksanakan penegakan hukum dan pengamanan ruang udara secara profesional, terkoordinasi, dan sesuai prosedur. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;"><o:p> </o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>INKA Lakukan Perawatan Intensif, KAI Commuter Terapkan Penyesuaian Jadwal Perjalanan Sementara</title>
<link>https://www.maximadaily.com/inka-lakukan-perawatan-intensif-kai-commuter-terapkan-penyesuaian-jadwal-perjalanan-sementara</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/inka-lakukan-perawatan-intensif-kai-commuter-terapkan-penyesuaian-jadwal-perjalanan-sementara</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa2f9dc53455.jpg" length="108320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 15:56:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> - KAI Commuter melakukan penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line mulai Senin, (7/9). VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal perjalanan ini dilakukan dengan menyesuaikan jumlah sarana yang dioperasikan. Dilakukan pada pagi dan sore hari dan bersifat sementara.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Saat ini kami melakukan proses perawatan rangkaian sarana KRL yang ada secara intensif, demi keselamatan dan keamanan perjalanan," Karina menjelaskan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sebanyak 17 perjalanan Commuter Line yang dilakukan penyesuaian pada pemberangkatan pagi hari, sore dan malam hari. Jadwal pembatalan 7 perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota dan 5 perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor pada pagi hari, serta terdapat 2 perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan 3 perjalanan dari Bogor pada sore hari.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dengan adanya penyesuaian jadwal keberangkatan tersebut, KAI Commuter mulai hari ini mengoperasikan sebanyak 1.048 perjalanan di seluruh lintas Commuter Line Jabodetabek sebelumnya sebanyak 1.065 perjalanan setiap harinya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Karina menuturkan bahwa sarana Commuter Line yang biasa digunakan pengguna setiap hari untuk mobilitas, harus dilakukan perawatan demi mengoptimalkan layanan, disamping juga sebagai komitmen KAI Commuter atas keselamatan dan keamanan perjalanan pengguna Commuter Line.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami memahami pasti akan ada ketidaknyamanan bagi para pengguna Commuter Line selama proses perawatan ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Karina.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami mengimbau kepada para pengguna untuk dapat kembali menyesuaikan jadwal perjalanannya," ucap Karina lebih jauh. Ia juga menegaskan bahwa KAI Commuter akan terus menginfokan secara berkala terkait jadwal dan operasional Commuter Line melalui pengumuman informasi di Stasiun, di atas kereta, aplikasi C-Access, maupun melalui kanal media sosial resmi KAI Commuter,” pungkasnya.</span></p>
<p></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Dukungan INKA untuk Sarana yang Lebih Nyaman</strong></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sebagai manufaktur sarana KRL, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mendukung dan terjun langsung bersama tim KAI Commuter serta stakeholder terkait dalam pelaksanaan perawatan rangkaian sarana KRL atau General Check Up terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi INKA.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh komponen bekerja dengan baik, termasuk sistem bogie, sistem propulsi, serta seluruh komponen yang berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana," tutur Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">INKA menegaskan komitmen berkelanjutan terhadap kualitas dan keandalan produk yang digunakan dalam layanan Commuter Line. Sebagai bagian dari proses General Check Up ini, INKA akan terus berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh rangkaian yang diproduksi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line," tutup Nanang. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lanud Halim Perdanakusuma Bersihkan Fasilitas Penerbangan Dampak Abu Vulkanik</title>
<link>https://www.maximadaily.com/lanud-halim-perdanakusuma-bersihkan-fasilitas-penerbangan-dampak-abu-vulkanik</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/lanud-halim-perdanakusuma-bersihkan-fasilitas-penerbangan-dampak-abu-vulkanik</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa034d002e21.jpg" length="57868" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 09:48:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> - Lanud Halim Perdanakusuma bersinergi dengan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma melaksanakan pembersihan sejumlah area dan fasilitas penerbangan menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.</p>
<p>Pembersihan dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan sekaligus memastikan fasilitas penerbangan berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan. </p>
<p>Kegiatan dilaksanakan pada sejumlah fasilitas utama dan pendukung penerbangan, meliputi apron, runway, taxiway, serta akses operasional lainnya, Senin (7/9/2026).</p>
<p>Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menyampaikan bahwa pembersihan dilaksanakan secara bersama-sama pada area yang terdampak abu vulkanik sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.</p>
<p>"Pembersihan kami laksanakan secara bersama-sama pada area yang terdampak abu vulkanik. Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan untuk memastikan seluruh fasilitas penerbangan tetap dalam kondisi aman dan siap digunakan apabila operasional penerbangan kembali dibuka," ujar Komandan Lanud.</p>
<p>Sinergi antara Lanud Halim Perdanakusuma dan pengelola Bandara Halim Perdanakusuma menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengutamakan keselamatan penerbangan, menjaga kesiapan fasilitas, serta mendukung kelancaran operasional penerbangan di tengah kondisi sebaran abu vulkanik. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Gunung Anak Krakatau</title>
<link>https://www.maximadaily.com/speedboat-bawa-5-jurnalis-hilang-kontak-di-selat-sunda-saat-liput-gunung-anak-krakatau</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/speedboat-bawa-5-jurnalis-hilang-kontak-di-selat-sunda-saat-liput-gunung-anak-krakatau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6aa03a99b4a15.jpg" length="110150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 23:41:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pandeglang</strong> – Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). Sebanyak delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut hingga saat ini masih dalam pencarian.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator menyampaikan bahwa delapan orang yang berada di dalam speed boat terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis.</p>
<p>Adapun delapan orang tersebut yakni Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal yang merupakan jurnalis dari sejumlah media.</p>
<p>Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat.</p>
<p>"Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Salah seorang jurnalis, kata Amrad, sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Dia mengatakan jurnalis itu mengirim lokasi terakhir.</p>
<p>"Komunikasi terakhir Korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/9/26) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan," katanya.</p>
<p>Selain itu, RIB 02 Banten juga melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.</p>
<p>Pada sore hari, KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut kemudian melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.</p>
<p>Sekitar pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba di perairan Sangiang. Namun, kapal tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang. Selanjutnya, KN SAR Tetuka 247 bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sembari tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual dengan hasil nihil.</p>
<p>Pada pukul 22.12 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan. Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan memutuskan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).</p>
<p>Dalam operasi SAR hari pertama ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.</p>
<p>Adapun peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.</p>
<p>Operasi SAR hari pertama ditutup dengan hasil nihil. Tim SAR Gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi di lapangan. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Balik Konflik Agraria Sukajaya, Ada Lahan yang Hancur dan Anak&amp;Anak yang Trauma</title>
<link>https://www.maximadaily.com/di-balik-konflik-agraria-sukajaya-ada-lahan-yang-hancur-dan-anak-anak-yang-trauma</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/di-balik-konflik-agraria-sukajaya-ada-lahan-yang-hancur-dan-anak-anak-yang-trauma</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9ee2b67a255.jpg" length="164519" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 18:34:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Kabupaten Bogor</strong> — Konflik agraria di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, bukan sekadar persoalan sertifikat dan batas tanah. Di baliknya, terdapat keluarga petani yang mengaku kehilangan lahan garapan, sumber penghidupan, dan rasa aman. Bahkan, anak-anak disebut mengalami trauma setelah menyaksikan ketegangan dan dugaan kekerasan yang menimpa keluarga mereka.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Wakil Ketua BAM DPR RI Taufiq R. Abdullah mengungkapkan, pihaknya telah mendengar aspirasi dari masyarakat yang menghadapi konflik agrarian tersebut. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir melindungi masyarakat dan mencari penyelesaian yang adil. Menurutnya, persoalan Sukajaya memperlihatkan adanya ketimpangan antara penguasaan tanah secara legal formal dan kenyataan bahwa masyarakat telah menempati serta mengelola lahan secara turun-temurun.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan peninjauan awal, Taufiq menilai terdapat sejumlah persoalan yang harus didalami terkait penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) seluas sekitar 150 hektare. Ia menyoroti cakupan sertifikat yang disebut melintasi sungai, jalan, perkampungan, dan fasilitas umum, serta dugaan bahwa sebagian lahan telah lama ditelantarkan.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Setelah diteliti, ternyata di dalamnya terdapat sungai, jalan, perkampungan, dan fasilitas umum. Kondisi ini harus diperiksa,” jelasnya dalam Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Di sisi lain, Taufiq mengakui bahwa penguasaan tanah oleh masyarakat selama ini dilakukan secara tradisional sehingga masih menghadapi kendala pembuktian legal formal. Namun, riwayat penguasaan dan pemanfaatan lahan selama puluhan tahun tidak boleh diabaikan begitu saja.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Mereka telah bertahun-tahun menempati dan mengelola lahan ini. Hak yang mereka tuntut bukan hak milik personal, melainkan kepemilikan secara komunal agar lahan yang selama ini dimanfaatkan untuk pertanian tidak hilang,” katanya.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Taufiq mengungkapkan dua kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Pertama, BAM DPR RI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan memperjuangkan peninjauan kembali SHGB. Kedua, BAM akan mendorong pemberian hak komunal kepada masyarakat atas lahan yang selama ini mereka kuasai dan kelola.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Bersama camat, kepala desa, dinas terkait, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten, kami sepakat memperjuangkan peninjauan sertifikat HGB. Kami juga akan memperjuangkan agar masyarakat memperoleh sertifikat dengan kepemilikan komunal atas lahan yang sekarang mereka kelola,” tegas Politisi Fraksi PKB tersebut.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Taufiq juga mengecam segala bentuk intimidasi dan kekerasan dalam penyelesaian konflik pertanahan. Menurutnya, penguasaan atau pengosongan lahan tidak boleh dilakukan melalui kekerasan, terlebih ketika status dan pemanfaatan tanah tersebut masih dipersoalkan. "Intimidasi, apalagi kekerasan, merupakan cara yang salah, melanggar hukum, dan dapat masuk ke ranah pidana,” tegasnya.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">BAM, lanjut Taufiq, tidak akan berhenti pada pendampingan. Pihaknya akan memanggil instansi dan para pihak yang memiliki kewenangan untuk mendalami proses penerbitan SHGB serta mencari penyelesaian yang memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kita akan mengawal dan melanjutkan perjuangannya. Kita akan memanggil pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan agar kebutuhan dan hak masyarakat dapat diperjuangkan melalui upaya yang sah dan sesuai hukum,” tukasnya. </span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Sebelumnya pada kunjungan BAM ini, perwakilan petani Sukajaya, Afifah, menceritakan bahwa keluarganya telah mengelola tanah di kawasan Maduhur secara turun-temurun. “Saya merupakan generasi ketiga dari keluarga petani. Di sini ada bapak saya yang berusia 75 tahun sebagai generasi kedua. Sebelumnya masih ada kakek dan nenek saya sebagai generasi pertama. Artinya, tanah ini tidak pernah kosong dan telah dikelola keluarga kami secara turun-temurun,” ujar Afifah.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Bagi masyarakat, tanah tersebut bukan hanya tempat mencari nafkah. Warga menjaga pepohonan dan aliran air yang manfaatnya dirasakan hingga desa-desa sekitar. Karena itu, hilangnya akses atas lahan dikhawatirkan tidak hanya mengancam kehidupan petani Sukajaya, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Bukan hanya ruang hidup dan pepohonan yang kami jaga. Ada aliran air yang kami rawat dan digunakan oleh masyarakat Sukajaya serta desa-desa lain. Kalau tanah ini diambil dan lingkungannya berubah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga Sukajaya,” tuturnya.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Afifah menjelaskan bahwa masyarakat memperjuangkan sekitar 16,3 hektare dari kurang lebih 90 hektare lahan yang disebut masih berada dalam penguasaan perusahaan. Warga tidak meminta hak milik secara perseorangan, tetapi menginginkan hak komunal agar lahan dapat terus dikelola bersama dan tidak mudah dialihkan.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menurut Afifah, permintaan tersebut merupakan persoalan kepatutan dan keadilan. Lahan seluas 16,3 hektare itu menjadi tumpuan kehidupan puluhan keluarga dan ratusan warga, sedangkan perusahaan menguasai bidang tanah yang jauh lebih luas.</span></p>
<p><br><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Penderitaan warga semakin terasa setelah peristiwa pada Agustus 2026. Afifah menuturkan bahwa sejumlah lahan pertanian warga diduga dirusak menggunakan alat berat. Tanaman yang seharusnya dapat dipanen dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga disebut hancur dalam waktu singkat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ia menceritakan adanya petani lanjut usia yang hidup dari penghasilan sangat terbatas dan harus berutang untuk membeli bibit. Namun, tanaman yang telah mereka rawat justru rusak sebelum sempat dipanen. Afifah menyebut dampak peristi belum berhenti pada kerugian ekonomi dan luka fisik.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Luka fisik mungkin dapat sembuh dalam beberapa hari. Namun, ada luka batin dan trauma. Ada anak-anak yang tidak bersekolah karena ingin memastikan ibunya dalam keadaan baik. Yang dihancurkan bukan hanya lahan pertanian, tetapi juga rasa aman dan kondisi psikologis anak-anak,” ungkapnya.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konflik Agraria Sukajaya Memanas, BAM DPR RI Adian Napitupulu Cs Turun Tangan</title>
<link>https://www.maximadaily.com/konflik-agraria-sukajaya-memanas-bam-dpr-ri-adian-napitupulu-cs-turun-tangan</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/konflik-agraria-sukajaya-memanas-bam-dpr-ri-adian-napitupulu-cs-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9ee4a0e0968.jpg" length="96773" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 13:44:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Kab</strong>. <strong>Bogor</strong> — Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan terjadinya kekerasan maupun intimidasi terhadap masyarakat dalam penyelesaian konflik agraria. Kehadiran negara harus diwujudkan melalui perlindungan kepada masyarakat sekaligus penyelesaian sengketa berdasarkan hukum dan prinsip keadilan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“DPR dengan fungsi pengawasannya, harus memastikan tidak terjadi kekerasan negara terhadap rakyat dan tidak ada pembiaran terhadap kekerasan. Apabila terdapat dugaan pelanggaran ketentuan mengenai batas maupun prosedur penerbitan SHGB, hal itu menjadi bagian dari tugas pengawasan kami,” ujar Adian dalam kegiatan Festival Aspirasi BAM DPR RI bertajuk “Membangun Solusi Berkeadilan atas Konflik dan Sengketa Pertanahan” di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). </span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Desa Sukajaya yang sebelumnya disampaikan kepada BAM DPR RI. Adapun menurut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut, peninjauan langsung diperlukan agar BAM DPR RI tidak hanya menerima informasi secara administratif, tetapi juga mendengarkan keterangan masyarakat serta melihat kondisi faktual di lapangan. Hasil pertemuan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam rapat pimpinan dan rapat internal BAM.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kita datang ke sini untuk mendengar langsung. Setelah ini akan dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok terpumpun atau FGD bersama para pihak. Kita juga akan memanggil BPN dan instansi terkait untuk mengklarifikasi seluruh persoalan,” jelasnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Adian menilai, penerbitan maupun perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) masih dapat ditinjau apabila dalam prosesnya ditemukan cacat prosedural, ketidaktepatan batas, atau persoalan hukum lainnya. Karena itu, negara harus berani melakukan koreksi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kesalahan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“SHGB dapat ditinjau kembali apabila setelah dilakukan penelaahan ditemukan cacat prosedural, persoalan batas, dan sebagainya. Kalau negara tidak memperbaikinya, berarti negara membiarkan kesalahan berlangsung terus-menerus,” tegas Adian.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ia juga menekankan bahwa kepentingan apa pun tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melakukan intimidasi ataupun kekerasan kepada masyarakat. BAM, lanjutnya, akan mengawal aspirasi warga serta mendorong aparat penegak hukum mengambil tindakan konkret apabila ditemukan pelanggaran hukum.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Tidak boleh lagi ada kekerasan di setiap jengkal tanah Republik ini, atas nama apa pun dan untuk kepentingan apa pun. Negara ini tidak didirikan dan kemerdekaan tidak diperjuangkan untuk membiarkan rakyat mengalami kekerasan,” katanya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Adian mengakui bahwa konflik agraria terjadi di berbagai wilayah Indonesia dan tidak seluruhnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kendati demikian, setiap kasus yang telah diterima dan memiliki kemungkinan untuk diselesaikan harus terus dikawal. Penyelesaian kasus Sukajaya juga diharapkan dapat menjadi model bagi penanganan konflik pertanahan serupa.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Ada ribuan kasus agraria di Indonesia. Kita ingin menyelesaikannya satu per satu. Kalau tidak dapat diselesaikan sekaligus, kita harus mengambil contoh-contoh penyelesaian yang nantinya dapat diterapkan untuk kasus lain. Semua yang mampu kita selesaikan, harus kita selesaikan,” tutur Adian.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kelompok tani, Kang Asep, menyampaikan bahwa masyarakat menolak perpanjangan SHGB PT Prima Mustika Candra (PMC) dan meminta agar tanah yang telah dikelola secara turun-temurun dapat dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Ia menegaskan masyarakat tidak menuntut Sertifikat Hak Milik (SHM), melainkan hak pengelolaan secara bersama atau komunal.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Harapan kami adalah tanah untuk rakyat karena tanah ini telah kami kuasai dan kelola secara turun-temurun selama puluhan tahun. Kami menolak perpanjangan SHGB PT PMC. Kami tidak meminta hak milik, tetapi meminta hak bersama atau hak komunal agar tanah ini dapat dikelola untuk anak cucu kami,” ujar Kang Asep.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ia menjelaskan bahwa masyarakat telah mengelola lahan tersebut sejak 1997, termasuk melalui kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai dan lahan sekitar 16 hektare. Sejumlah kegiatan, menurutnya, juga dilakukan dengan dukungan program pemerintah dan perangkat dinas kehutanan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kang Asep turut meminta aparat kepolisian bertindak tegas ketika terjadi intimidasi, pemukulan, atau penganiayaan terhadap warga. Ia berharap perlindungan terhadap masyarakat tidak berhenti pada imbauan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Ketika ada intimidasi, pemukulan, atau penganiayaan yang mengganggu ruang hidup masyarakat, harus ada tindakan konkret. Jangan hanya memberikan imbauan, tetapi tidak ada penegakan hukum di lapangan,” tegasnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Menanggapi aspirasi tersebut, Adian menilai permintaan masyarakat untuk memperoleh hak pengelolaan bersama mencerminkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Tanah tersebut tidak hanya dipandang sebagai aset ekonomi, tetapi juga sebagai ruang hidup yang harus dipelihara bagi generasi berikutnya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Mereka tidak meminta SHM karena tidak ingin tanah itu dijual. Mereka ingin tanah tersebut digunakan untuk merawat bumi, menghasilkan oksigen yang sehat, dan menjaga air bersih bagi keluarga serta anak-anak mereka. Menurut saya, itu permintaan yang sangat baik. Mengapa hal baik seperti ini tidak kita dukung?” pungkasnya. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polda Lampung Siapkan Mitigasi Kesehatan Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau</title>
<link>https://www.maximadaily.com/polda-lampung-siapkan-mitigasi-kesehatan-hadapi-abu-vulkanik-anak-krakatau</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/polda-lampung-siapkan-mitigasi-kesehatan-hadapi-abu-vulkanik-anak-krakatau</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9d77d0bc64d.jpg" length="96649" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 19:07:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Lampung</strong> – Polda Lampung memperkuat langkah mitigasi kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Lampung menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap personel maupun masyarakat, termasuk distribusi masker dan kesiapan layanan kesehatan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, langkah mitigasi dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri menghadapi kemungkinan dampak erupsi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Polda Lampung mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Personel yang bertugas di lapangan juga kami pastikan mendapatkan perlindungan, termasuk masker,” kata Yuni, Sabtu (5/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Selain membagikan masker kepada personel Polri yang melakukan patroli, Biddokkes Polda Lampung juga membagikan masker kepada masyarakat di sekitar kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara mulai terdampak abu vulkanik.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Jika abu vulkanik mulai terpapar di lingkungan masyarakat, kami mengimbau warga menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Yuni.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Tidak hanya melakukan pencegahan di lapangan, Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan tim tanggap darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Koordinasi tersebut mencakup kesiapan mobilisasi tim untuk evakuasi, pelayanan kesehatan serta fasilitas kesehatan rujukan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Yuni mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi agar penanganan kesehatan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan dampak erupsi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Kami ingin memastikan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau pelayanan kesehatan, seluruh unsur sudah siap bergerak,” katanya.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan para direktur rumah sakit melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk menyiapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kesiapan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam jumlah besar atau korban massal.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Sejak 2 Juli 2026, gunung api tersebut terus mengalami seri erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Anak Krakatau mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh. Fenomena semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain juga teramati dari pos pengamatan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan dan pendaki tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lava, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Yuni meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas terkait perkembangan aktivitas Anak Krakatau.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi jangan mengabaikan peringatan. Ikuti informasi resmi dan apabila berada di wilayah terdampak abu vulkanik, gunakan masker serta kurangi aktivitas di luar ruangan,” tegasnya. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terpantau Sampai Bogor, Warga Diimbau Pakai Masker</title>
<link>https://www.maximadaily.com/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-terpantau-sampai-bogor-warga-diimbau-pakai-masker</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-terpantau-sampai-bogor-warga-diimbau-pakai-masker</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9d851c7b26b.jpg" length="43852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 12:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Cibinong </strong>– Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau mencapai wilayah Bogor. Kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui analisis RGB Citra Satelit Himawari-9 pada Minggu, 6 September 2026 pukul 05.00 WIB.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">BMKG melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik dengan menyinkronkan hasil analisis citra satelit dengan data aktivitas erupsi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Berdasarkan hasil observasi satelit, sebaran abu vulkanik teridentifikasi pada dua zona ketinggian dengan arah pergerakan berbeda. Pada zona permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah Timur Laut–Selatan dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta wilayah perairan di sekitarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sementara itu, sebaran abu pada zona permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki bergerak ke arah Barat Daya–Barat Laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dengan terpantau masuknya sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Barat, masyarakat di Kabupaten Bogor diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan dari paparan partikel abu vulkanik.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi lingkungan mulai terdampak, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan hati-hati apabila terdapat endapan abu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah, khususnya terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait.(red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lanud Halim Perdanakusuma Salurkan Alat Kesehatan untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalimantan</title>
<link>https://www.maximadaily.com/lanud-halim-perdanakusuma-salurkan-alat-kesehatan-untuk-dukung-penanganan-karhutla-di-kalimantan</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/lanud-halim-perdanakusuma-salurkan-alat-kesehatan-untuk-dukung-penanganan-karhutla-di-kalimantan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9d8ed278a3d.jpg" length="104034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 10:40:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> -Lanud Halim Perdanakusuma menyalurkan alat kesehatan berupa alat pelindung diri (APD), masker, dan tabung oksigen untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, Sabtu (5/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Alat kesehatan tersebut disiapkan untuk mendukung perlindungan personel dan masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan akibat karhutla.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Bantuan diberangkatkan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju wilayah Kalimantan untuk selanjutnya disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa Lanud Halim Perdanakusuma siap mendukung upaya penanganan karhutla sebagai bagian dari komitmen TNI AU dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi darurat di berbagai wilayah Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">“Bantuan APD, tabung oksigen, dan masker ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi personel yang bertugas sekaligus membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Komandan Lanud.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Melalui kemampuan dukungan udara yang dimiliki, TNI AU terus berperan dalam membantu penanganan kondisi darurat serta mendukung masyarakat terdampak karhutla di wilayah Kalimantan. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada</title>
<link>https://www.maximadaily.com/erupsi-menerus-gunung-anak-krakatau-disertai-dentuman-bnpb-imbau-masyarakat-tetap-tenang-dan-waspada</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/erupsi-menerus-gunung-anak-krakatau-disertai-dentuman-bnpb-imbau-masyarakat-tetap-tenang-dan-waspada</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9b971c791a6.jpg" length="54917" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 21:47:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;"><strong>Jakarta</strong> - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) pagi. Erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian pemerintah. Kekhawatiran tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman masyarakat terhadap peristiwa tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar tidak panik. </span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Meski demikian, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG serta tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan aktivitas visual maupun suara dentuman yang terdengar.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Fenomena Lava Fountain</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">BNPB bersama PVMBG dan BPBD menekankan bahwa kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi. Pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Dalam menghadapi aktivitas erupsi, BNPB menekankan tiga hal utama. Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya. Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas. Masyarakat tidak perlu mendekati kawasan gunungapi hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi. Informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai potensi tsunami, juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">"BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi" ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dikutip dari laman resmi BNPB.</span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 12pt;">Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, BNPB, serta kanal resmi kebencanaan lainnya. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TNI AU–RSAF Perkuat Kerja Sama Bilateral melalui 20th Annual Staff Meeting</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tni-aursaf-perkuat-kerja-sama-bilateral-melalui-20th-annual-staff-meeting</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tni-aursaf-perkuat-kerja-sama-bilateral-melalui-20th-annual-staff-meeting</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9b8e122652a.jpg" length="103433" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 14:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Manado </strong>- TNI Angkatan Udara dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) memperkuat kerja sama bilateral melalui pertemuan ke-20 Annual Staff Meeting (ASM) yang berlangsung di Manado, Jumat (4/9/2026).</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Forum tahunan tersebut mempertemukan delegasi TNI AU yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., dan delegasi RSAF yang dipimpin Chief of Staff – Air Staff (COS-AS) Brigadier General Ho Kum Luen.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dalam sambutannya, Wakasau menyampaikan bahwa hubungan TNI AU dan RSAF terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pendidikan, latihan bersama, pertemuan bilateral, hingga interaksi profesional. Menurutnya, berbagai bentuk kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan, saling pengertian, dan profesionalisme kedua angkatan udara.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sementara itu, Brigadier General Ho Kum Luen menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ASM ke-20 serta keramahan TNI AU selama delegasi RSAF berada di Indonesia. Ia menilai ASM memiliki peran penting sebagai forum untuk membangun komunikasi, membahas berbagai isu, mengambil keputusan, dan mendukung pelaksanaan kerja sama bilateral.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">“Annual Staff Meeting telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembahasan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan seluruh kegiatan bilateral antara RSAF dan TNI AU,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">ASM ke-20 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kedua angkatan udara dalam melanjutkan kerja sama yang telah terjalin sekaligus membahas agenda bilateral ke depan. Sebagai tindak lanjut hasil pembahasan, Wakasau dan COS-AS RSAF menandatangani Minutes of Meeting (MoM) antar-HOD.</span></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hadir mendampingi Wakasau, Asops Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Waasintel Kasau, Paban III/Lat Sopsau, Paban IV/Hublu Sintelau, Athan RI Singapura, Pabandyasiaplat Paban III/Lat Sopsau, dan Kasidiklugrisa Subdisdikiptek Disdikau. (red/ist)</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TNI AU Kerahkan Helikopter, Kendalikan Karhutla di Wilayah IKN</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tni-au-kerahkan-helikopter-kendalikan-karhutla-di-wilayah-ikn</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tni-au-kerahkan-helikopter-kendalikan-karhutla-di-wilayah-ikn</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9c20ae83d08.jpg" length="132516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 05:36:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Balikpapan</strong> - TNI Angkatan Udara mengerahkan Helikopter Caracal Skadron Udara 8 guna melaksanakan operasi water bombing untuk mengendalikan dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026).</p>
<p>Helikopter tersebut diawaki Kapten Pnb A. Rahmanto dan Lettu Pnb Raga D.P. dari Skadron Udara 8. Pada hari pertama, helikopter tersebut take off dari Lanud Dhomber untuk melaksanakan operasi water bombing dan patroli udara sebanyak dua sortie dengan 15 kali penyiraman di wilayah IKN dan sekitarnya, meliputi Bukit Merdeka, Bukit Tengkorak, dan Wonotirto.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, air diambil dari embung terdekat dengan titik kebakaran untuk mendukung proses pemadaman. Penyiraman tersebut efektif mengurangi hotspot secara signifikan di wilayah sasaran.</p>
<p>Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han., mengatakan bahwa koordinasi dan informasi terkini mengenai kondisi kebakaran menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan water bombing.</p>
<p>“Kita membutuhkan koordinat dan informasi terkini tentang situasi kebakaran yang terjadi, sehingga diperlukan koordinasi lebih ketat agar pelaksanaan water bombing bisa lebih efektif,” ujar Komandan Lanud Dhomber.</p>
<p>Lebih lanjut, Komandan Lanud menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan operasi. Kondisi cuaca, pesawat, dan kru dalam keadaan baik serta siap mendukung kegiatan water bombing di wilayah IKN.</p>
<p>Operasi pemadaman dilaksanakan berdasarkan informasi awal dari petugas Otorita IKN yang berada di titik api serta data hotspot BMKG. Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung selama lima hari, namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi Karhutla serta laporan titik api dari petugas maupun masyarakat di wilayah terdampak.</p>
<p>“Untuk pelaksanaan ditargetkan lima hari. Namun, nanti kita update setiap harinya berdasarkan titik api ataupun laporan kejadian kebakaran dari rekan-rekan yang ada di lapangan,” pungkas Komandan Lanud Dhomber. (red)</p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akhir dari Kemarau Panjang, Hujan Deras Guyur Pontianak dan Usir Kabut Asap</title>
<link>https://www.maximadaily.com/akhir-dari-kemarau-panjang-hujan-deras-guyur-pontianak-dan-usir-kabut-asap</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/akhir-dari-kemarau-panjang-hujan-deras-guyur-pontianak-dan-usir-kabut-asap</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9c106645ffa.jpg" length="162274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 19:53:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pontianak</strong> – Setelah lebih dari sebulan didera kemarau gersang dan kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kota Pontianak akhirnya diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi (5/9/2026) ini langsung disambut sukacita oleh warga setempat.</p>
<p>Guyuran hujan ini secara signifikan langsung memperbaiki kualitas udara di Kota Khatulistiwa yang sebelumnya masuk dalam kategori tidak sehat. Bau menyengat fluktuasi asap yang biasanya menusuk hidung setiap pagi, kini berganti dengan aroma tanah yang segar dan udara yang jauh lebih bersih.</p>
<p>Di tengah kegembiraan warga, sejumlah titik jalan protokol sempat tergenang air akibat debit hujan yang sangat tinggi. Namun, hal tersebut tidak mengurangi rasa syukur masyarakat yang sudah lama mendambakan air hujan.</p>
<p>Salah seorang warga Kecamatan Pontianak Tenggara, Ahmad Fauzi (42), mengungkapkan rasa leganya saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.</p>
<p>"Alhamdulillah, mas, hujan ini seperti berkah yang ditunggu-tunggu. Sudah sebulan lebih kami sesak napas karena asap karhutla. Tiap pagi mau keluar rumah itu mata perih sekali. Biarpun ada genangan sedikit di jalan, kami warga Pontianak tetap sangat bersyukur udara jadi bersih lagi dan jemuran tidak bau asap lagi," ujar Ahmad Fauzi.</p>
<p>Berdasarkan data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Pontianak pascahujan deras ini diprediksi akan didominasi oleh langit berawan tebal hingga cerah berawan dalam beberapa hari ke depan. Peluang terjadinya hujan lokal masih ada, terutama pada siang atau sore hari dengan intensitas ringan.</p>
<p>Pihak berwenang setempat tetap mengimbau warga untuk membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing guna mengantisipasi penyumbatan drainase jika hujan deras kembali turun sewaktu-waktu. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasra Putra: Sudah 1.961 Diduga Keracunan MBG dalam 3 Hari, Pemerintah Harus Hentikan Pola Lama dan Bangun Efek Jera</title>
<link>https://www.maximadaily.com/jasra-putra-sudah-1961-diduga-keracunan-mbg-dalam-3-hari-pemerintah-harus-hentikan-pola-lama-dan-bangun-efek-jera</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/jasra-putra-sudah-1961-diduga-keracunan-mbg-dalam-3-hari-pemerintah-harus-hentikan-pola-lama-dan-bangun-efek-jera</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9c04abf0e20.jpg" length="61972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 19:02:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah melakukan perubahan yang jauh lebih mendasar terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul kembali munculnya rentetan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah.</p>
<p>Berdasarkan data yang ditampilkan dalam riset BBC per 4 September 2026, terdapat 1.961 orang yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada periode 1–3 September 2026. Kasus tersebut tersebar di Bener Meriah, Aceh; Agam, Sumatera Barat; Tana Toraja, Sulawesi Selatan; Rembang, Jawa Tengah; dan Sidoarjo, Jawa Timur.</p>
<p>Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menilai angka tersebut harus dibaca bukan semata sebagai kumpulan kasus keracunan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai alarm serius terhadap sistem manajemen risiko MBG.</p>
<p>“Kalau persoalan yang muncul berulang kali masih berada pada titik yang sama, seperti masa lalu saat manajemen BGN belum berubah—SOP, distribusi, waktu, penyimpanan, kapasitas SDM dan keamanan pangan—maka kita harus berani bertanya, apa perubahan mendasar sebenarnya yang sudah terjadi atau kita masih akan mengulang pola lama? Dan tinggal menunggu kejadian kejadian berikutnya, seperti korupsi atas wewenang dan lain lain'. Ini harus jadi alarm keras Presiden, karena persoalan lama masih terus berulang, belum berubah.</p>
<p>Menurut Jasra, MBG merupakan program strategis yang memiliki karakter berbeda dengan program pemerintah lainnya karena kesalahan dalam pelaksanaannya dapat langsung menyentuh keselamatan dan kesehatan anak.</p>
<p>“Pertaruhannya adalah tubuh dan jiwa anak. Ketika makanan yang seharusnya menjadi instrumen pemenuhan gizi justru menimbulkan gangguan kesehatan, maka negara tidak boleh hanya menghitung apakah ada yang meninggal atau tidak. Keselamatan anak tidak boleh menunggu sampai jatuh korban jiwa,” tegasnya.</p>
<p><strong>Efek Jera Harus Menjadi Bagian Dari Tata Kelola</strong></p>
<p>KPAI melihat salah satu persoalan yang harus segera dibenahi adalah mekanisme pertanggungjawaban penyedia, SPPG maupun pihak lain yang terbukti lalai.</p>
<p>Jasra mengatakan, setiap tahapan MBG memiliki titik risiko: mulai dari perencanaan menu dan bahan baku, pengadaan, pengolahan, pemasakan, pendinginan, pemorsian, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan, distribusi hingga makanan dikonsumsi anak.</p>
<p>“Di setiap titik itu ada SOP. Tetapi SOP tanpa konsekuensi yang tegas akan mudah menjadi sekadar dokumen administratif. Harus ada hubungan yang jelas antara kepatuhan, kualitas layanan, pembayaran, evaluasi kontrak, penghentian operasional dan penegakan hukum apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran,” ujar Jasra.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa KPAI tidak ingin menggeneralisasi seluruh penyedia MBG sebagai bermasalah. Namun, apabila suatu penyedia terbukti melakukan kelalaian yang membahayakan anak, harus ada konsekuensi yang nyata dan terukur.</p>
<p>“Jangan sampai penyedia yang gagal hanya berhenti sebentar kemudian kembali mendapatkan kesempatan yang sama tanpa pembelajaran dan pertanggungjawaban yang memadai. Efek jera bukan untuk menghukum semata, tetapi untuk mencegah anak berikutnya menjadi korban.”</p>
<p>BGN sendiri pada awal September menyatakan sekitar 80–90 persen kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap SOP. </p>
<p><strong>Jarak, Waaktu dan Taransportasi Bukan Persoalan Teknis Biasa</strong></p>
<p>KPAI juga memberi perhatian serius terhadap persoalan jarak dapur dengan sekolah. BGN telah menetapkan makanan MBG harus dikonsumsi paling lama empat jam sejak makanan matang. Ketentuan ini menunjukkan bahwa waktu dan rantai distribusi merupakan bagian integral dari keamanan pangan, bukan persoalan administratif.</p>
<p>“Kalau dapur terlalu jauh, kemudian terjadi kemacetan, kondisi jalan buruk, kendaraan tidak memenuhi persyaratan, pengemudi tidak cakap, makanan harus menunggu, atau sistem penyimpanan tidak mampu menjaga kualitas makanan, maka seluruh risiko itu akhirnya bermuara pada anak,” kata Jasra.</p>
<p>Karena itu, menurut KPAI, pemerintah perlu mengevaluasi kembali radius pelayanan SPPG terhadap sekolah, bukan sekadar menghitung berapa banyak sekolah yang bisa dilayani oleh satu dapur.</p>
<p>“Jangan sampai efisiensi distribusi justru menghasilkan inefisiensi perlindungan anak. Dapur yang lebih dekat dengan sekolah bisa menjadi salah satu pilihan mitigasi, terutama di wilayah dengan kondisi jalan, cuaca, kepadatan lalu lintas dan karakter geografis tertentu,” ujarnya.</p>
<p>Dalam petunjuk teknis BGN sendiri telah diatur bahwa waktu penyiapan, pengolahan, pemorsian, pengemasan dan pendistribusian harus disesuaikan dengan situasi dan jadwal setempat, serta makanan yang telah dibuat tidak boleh melebihi zona aman empat jam. </p>
<p><strong>SLHS Tidak Boleh Berubah Menjadi Sekadar Dokumen Administratif</strong></p>
<p>Jasra juga meminta pemerintah mengevaluasi efektivitas sertifikasi laik higiene sanitasi. “Kalau sebuah dapur sudah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, tetapi kemudian terjadi dugaan keracunan, kita harus bertanya apakah sertifikasi tersebut benar-benar menggambarkan kondisi operasional sehari-hari,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, sertifikat tidak boleh menjadi tiket permanen, melainkan harus dibarengi pengawasan berkala dan berbasis risiko.</p>
<p>KPAI mendorong agar terdapat mekanisme audit ulang otomatis terhadap SPPG apabila terjadi kejadian luar biasa atau dugaan keracunan, termasuk pemeriksaan terhadap sumber air, bahan baku, kebersihan peralatan, suhu makanan, waktu masak-distribusi-konsumsi, pengelolaan sampel makanan, kompetensi penjamah makanan dan rantai transportasi.</p>
<p>Kasus di Jombang, misalnya, telah mendorong evaluasi terhadap SLHS SPPG setelah 256 siswa dan guru mengalami dugaan keracunan. </p>
<p><strong>Anak Tidak Hanya Mengalami Gangguan Fisik, Tetapi Juga Bisa Mengalami Trauma</strong></p>
<p>KPAI mengingatkan bahwa dampak MBG tidak boleh hanya dihitung berdasarkan jumlah anak yang masuk fasilitas kesehatan.</p>
<p>Jasra mengatakan pengalaman keracunan dapat membentuk ingatan traumatis pada anak.</p>
<p>“Bayangkan anak yang melihat belatung, ulat, makanan berbau tidak sedap, atau mengalami muntah dan sakit setelah makan. Setelah itu setiap kali melihat ompreng, rantang atau makanan yang bentuknya menyerupai MBG, rasa takutnya bisa muncul kembali.”</p>
<p>Menurutnya, anak yang seharusnya membangun imajinasi positif terhadap makanan—sayuran segar, buah, lauk bergizi dan pola makan sehat—justru dapat merekam pengalaman sebaliknya.</p>
<p>“Ini yang sering tidak terlihat dalam statistik. Anak mungkin sudah pulang dari rumah sakit, tetapi rasa takutnya belum tentu pulang bersama dia.”</p>
<p>KPAI juga mengingatkan bahwa kondisi psikologis setiap anak berbeda. Ada anak yang cepat pulih, tetapi ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih panjang.</p>
<p>Karena itu, penanganan pascakejadian harus mencakup asesmen kesehatan fisik sekaligus psikologis, termasuk terhadap anak, orang tua dan lingkungan sekolah.</p>
<p><strong>Jangan Sampai ketakutan Terhadap MBG Justru Merusak Tujuan Program</strong></p>
<p>MBG dirancang untuk memperbaiki pemenuhan gizi, membantu mengatasi kekurangan gizi dan mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Namun, kata Jasra, tujuan tersebut dapat terganggu apabila anak dan orang tua justru mulai membangun persepsi bahwa makanan MBG adalah sesuatu yang menakutkan.</p>
<p>“Jangan sampai anak yang sedang kita ajak meninggalkan makanan ultra-proses dan makanan instan justru kembali kepada makanan instan karena mereka takut mengonsumsi makanan yang disediakan negara.”</p>
<p>Menurutnya, kepercayaan anak dan orang tua merupakan aset penting program MBG.</p>
<p>“Program gizi bukan hanya soal kalori dan protein. Ada rasa aman, kepercayaan dan pengalaman psikologis anak di dalamnya.”</p>
<p><strong>Pemerintah Harus Bergerak Paralel, Bukan Bergantian</strong></p>
<p>Jasra mengatakan berbagai rekomendasi mengenai keamanan pangan MBG sebenarnya telah banyak disampaikan. Karena itu, persoalannya kini bukan lagi semata kekurangan rekomendasi.</p>
<p>“Yang kita butuhkan adalah political will untuk melakukan perubahan secara paralel: perbaikan tata kelola, pengawasan, standardisasi SPPG, distribusi, kompetensi SDM, sertifikasi, mekanisme pembayaran, transparansi dan penegakan hukum.”</p>
<p>BGN sendiri telah mengambil sejumlah langkah, antara lain menetapkan batas waktu konsumsi empat jam, memperkuat keterlibatan sekolah dalam pengawasan dan menutup secara permanen ratusan dapur yang dinilai tidak layak secara sanitasi. </p>
<p>“Langkah-langkah itu penting, tetapi harus dipastikan menjadi sistem yang konsisten. Jangan menunggu ada kasus baru kemudian melakukan perbaikan. Mitigasi harus mendahului korban.”</p>
<p>KPAI juga mengapresiasi apabila kasus-kasus yang memenuhi unsur pidana telah diproses aparat penegak hukum. BGN pada 4 September menyatakan sejumlah kasus gangguan kesehatan MBG telah masuk penyelidikan dan sebagian sudah naik ke tahap penyidikan. </p>
<p><strong>Lima Langkah Mendesak KPAI</strong></p>
<p>Untuk mencegah pengulangan kasus, KPAI mendorong pemerintah melakukan sedikitnya lima langkah:</p>
<p>Pertama, membangun sistem efek jera. Penyedia/SPPG yang terbukti lalai dan membahayakan anak harus mendapatkan sanksi yang jelas, terukur dan proporsional, termasuk evaluasi kelayakan operasional, kontrak dan pembayaran, serta proses hukum apabila terdapat unsur pidana.</p>
<p>Kedua, melakukan audit total berbasis risiko. Audit tidak berhenti pada dapur, tetapi mencakup seluruh rantai: bahan baku, pengolahan, suhu, waktu, penyimpanan, kendaraan, pengemudi, jarak, distribusi dan konsumsi.</p>
<p>Ketiga, mengevaluasi ulang radius dapur–sekolah. Kondisi geografis, waktu tempuh, kemacetan dan infrastruktur jalan harus menjadi parameter penentuan wilayah pelayanan SPPG.</p>
<p>Keempat, menjadikan setiap kejadian sebagai pemicu audit otomatis. Setiap dugaan keracunan harus menghasilkan investigasi menyeluruh dan bukan hanya penghentian sementara. Hasil investigasi harus menjadi dasar perbaikan dan pencegahan kasus berikutnya.</p>
<p>Kelima, menyiapkan sistem pemulihan anak. Anak korban harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pemantauan lanjutan dan dukungan psikologis sesuai kebutuhan. Negara harus memastikan trauma anak tidak menjadi “biaya tersembunyi” dari program MBG.</p>
<p><strong>Keselamatan Anak Harus Menjadi Indikator Keberhasilan Pertama</strong></p>
<p>Jasra menegaskan bahwa KPAI mendukung program pemenuhan gizi bagi anak, tetapi dukungan tersebut harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan terbaik bagi anak.</p>
<p>“Tidak ada yang ingin MBG gagal. Justru karena kita ingin MBG berhasil, maka kita harus berani mengatakan bahwa keselamatan anak adalah indikator keberhasilan yang pertama.” ujar Jasra. (red)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Anak Krakatau Semburkan ‘Air Mancur Lava’ 400 Meter, Kolom Abu Tembus 15 Km!</title>
<link>https://www.maximadaily.com/gunung-anak-krakatau-semburkan-air-mancur-lava-400-meter-kolom-abu-tembus-15-km</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/gunung-anak-krakatau-semburkan-air-mancur-lava-400-meter-kolom-abu-tembus-15-km</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a9b971c791a6.jpg" length="54917" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 11:18:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"><strong>Selat Sunda</strong> – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat drastis. Gunung api yang berada di Selat Sunda ini dilaporkan mengalami erupsi menerus berskala besar sejak Jumat malam (4/9/2026) hingga Sabtu pagi (5/9/2026). </span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Letusan kali ini menyajikan fenomena alam yang mengerikan sekaligus memukau, yakni berupa lava fountain atau air mancur lava pijar.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa air mancur lava melesat tinggi hingga 400 meter dari atas puncak kawah. </span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sementara itu, berdasarkan pantauan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), kolom abu vulkanik sempat terdeteksi melambung sangat tinggi hingga 15 kilometer (15.000 meter) di atas permukaan laut. Akibatnya, peringatan keselamatan penerbangan (SIGMET) sempat dikeluarkan untuk wilayah ruang udara Jakarta hingga Melbourne.</span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Dahsyatnya letusan ini juga memicu getaran gempa menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter yang berlangsung selama hampir 6 jam (21.600 detik). Dentuman dan gemuruh kuat yang bersumber dari laut tersebut terdengar jelas hingga ke Pos Pengamatan Pasauran di Serang, Banten.</span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Erupsi kali ini terekam sangat kuat dan berdurasi panjang. Saking besarnya energi yang dikeluarkan, fasilitas kamera pengawas atau CCTV pemantau kami di lapangan dilaporkan rusak dan mati total pada pukul 01.01 WIB dini hari karena terkena hantaman langsung dari lontaran material batu pijar saat merekam fenomena lava fountain tersebut," ujar perwakilan petugas Pos Pengamatan Gunung Api dalam keterangan resminya, Sabtu (5/9/2026).</span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga). Pemerintah mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tidak mendekati gunung dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari ancaman material pijar dan hujan abu lebat.</span><o:p></o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Meski erupsinya tergolong besar, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada potensi tsunami akibat aktivitas ini. Tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini dinilai belum cukup besar untuk memicu longsoran bawah laut seperti peristiwa tahun 2018 lalu.  </span><o:p></o:p><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Masyarakat di pesisir Banten maupun Lampung diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan hanya mempercayai informasi resmi dari lembaga berwenang. (red/ist)</span><o:p></o:p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas Karhutla Lanud Iskandar Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotawaringin Barat</title>
<link>https://www.maximadaily.com/satgas-karhutla-lanud-iskandar-tangani-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kotawaringin-barat</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/satgas-karhutla-lanud-iskandar-tangani-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kotawaringin-barat</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a983715eb55f.jpg" length="71008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 21:49:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kalimantan Tengah </strong>- Satuan tugas (Satgas) Karhutla Lanud Iskandar menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Selasa (1/9/2026).</p>
<p>Personel Satgas Karhutla Lanud Iskandar segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Setibanya di area kebakaran, tim langsung melaksanakan upaya pemadaman untuk mencegah meluasnya area terdampak.</p>
<p>"Dalam pelaksanaan penanganan di lapangan, personel menghadapi kondisi medan yang cukup berat. Luasnya area kebakaran, perubahan arah angin, keterbatasan sumber air, karakteristik tanah gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan, serta tingginya ilalang menjadi sejumlah kendala yang harus dihadapi" ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana S.T., M.M.</p>
<p>Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Satgas Karhutla Lanud Iskandar terus melaksanakan pemadaman.</p>
<p>Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han., menyampaikan kesiapsiagaan personel selama 24 jam menjadi bagian dari pelaksanaan tugas satuan dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah..(red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TNI AU Apresiasi Kontribusi Jurnalis melalui Kasau Awards 2026</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tni-au-apresiasi-kontribusi-jurnalis-melalui-kasau-awards-2026</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tni-au-apresiasi-kontribusi-jurnalis-melalui-kasau-awards-2026</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a97e355006fc.jpg" length="134995" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 15:50:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> – TNI Angkatan Udara memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para jurnalis nasional dan daerah melalui Kasau Awards 2026 atas kontribusi mereka dalam mengangkat berbagai bentuk pengabdian TNI AU kepada masyarakat. Ajang yang digelar di Gedung Serbaguna Suharnoko Harbani Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).</p>
<p>Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah memberikan perhatian terhadap berbagai kiprah dan pengabdian TNI AU melalui karya jurnalistik. </p>
<p>"Kasau Award kembali kita selenggarakan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi TNI AU kepada insan pers yang telah memberikan perhatian terhadap berbagai kiprah dan pengabdian TNI AU." Ujar Kasau.</p>
<p>Kasau juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengenal TNI AU tidak hanya melalui alutsista, operasi, dan latihan, tetapi juga melalui profesionalisme, inovasi, inisiatif, kegiatan kemanusiaan, serta kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, karya jurnalistik dinilai memiliki arti penting dalam menghadirkan wajah kedirgantaraan Indonesia kepada publik.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua Dewan Juri Kasau Awards 2026 Prof. Dr. Dadang Rakhmad Hidayat, M.Si. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan kepada insan pers, tetapi juga menjadi ruang bagi TNI AU untuk memahami perspektif media dalam melihat berbagai aktivitas TNI AU.</p>
<p>“Kasau Award 2026 yang bertemakan Pengabdian Tanpa Batas TNI AU AMPUH Indonesia Maju, merupakan wahana apresiasi TNI AU kepada para jurnalis dan insan media, sekaligus ajang yang sangat krusial untuk mengetahui konstruksi dan wacana berbagai media melalui para jurnalisnya mengenai aktivitas TNI AU dalam berbagai perspektif.” Ujar Ketua Dewan Juri.</p>
<p>Kasau Awards 2026 menghadirkan beragam perspektif jurnalistik, mulai dari isu strategis, isu humanis, program news TV, feature TV, hingga foto jurnalistik. Keberagaman karya tersebut menjadi bagian dari kontribusi insan pers dalam menghadirkan informasi mengenai TNI AU kepada publik secara lebih luas.</p>
<p>Kasau Awards 2026 mengusung tema “Pengabdian Tanpa Batas TNI AU AMPUH Indonesia Maju” dan berhasil menghimpun 346 karya jurnalistik dari berbagai media massa nasional dan daerah dengan beragam kategori jurnalistik, meliputi Isu Strategis, Isu Humanis, Program News TV, Program Feature TV, serta Foto Jurnalistik.</p>
<p>Pada kategori Isu Strategis, juara I diraih Baharudin Al Farisi dari Kompas.com. Kategori Isu Humanis diraih Erwin Prasetio dari SinarPerbatasan.com sebagai juara I.</p>
<p>Sementara itu, kategori Program News TV menempatkan Iwan Hermawan dari CNN Indonesia TV sebagai juara I. Untuk kategori Program Feature TV, juara I diraih Victor Hilter Siagian dari Kompas TV. Adapun kategori Foto Jurnalistik diraih Fitra Yogi dari ANTARA sebagai juara I.</p>
<p>Para pemenang menerima trofi, piagam penghargaan, serta hadiah uang pembinaan. Hadiah utama diserahkan langsung oleh Kasau sebagai bentuk apresiasi atas karya dan partisipasi insan pers dalam mengangkat berbagai sisi kiprah TNI AU. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luncurkan SIMEP PA V.3.0,  Wakil Ketua KPAI: SIMEP PA Terus Berkembang Sejak 2019</title>
<link>https://www.maximadaily.com/luncurkan-simep-pa-v30-wakil-ketua-kpai-simep-pa-terus-berkembang-sejak-2019</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/luncurkan-simep-pa-v30-wakil-ketua-kpai-simep-pa-terus-berkembang-sejak-2019</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a97e1d11d2ca.jpg" length="69806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 15:43:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meluncurkan Sistem Informasi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Perlindungan Anak (SIMEP PA) Versi 3.0 untuk memperkuat pengawasan terhadap efektivitas penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak anak, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.</p>
<p>Pengembangan SIMEP PA V.3.0 diarahkan untuk menghasilkan gambaran yang lebih tepat, valid, dan reliable mengenai kinerja penyelenggaraan perlindungan anak. Data dan informasi yang dihimpun melalui SIMEP PA diharapkan menjadi dasar bagi KPAI dalam melakukan monitoring, evaluasi, menyusun laporan hasil pengawasan, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemangku kepentingan.</p>
<p>Peluncuran SIMEP PA V.3.0 dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, 2 September 2026, dan dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, KPAI, PUSKAPA Universitas Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait.</p>
<p>Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menjelaskan, SIMEP PA mulai diinisiasi KPAI pada 2019 dan mulai digunakan pada 2020 untuk menghimpun data dan informasi penyelenggaraan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak dari Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah.</p>
<p>“SIMEP Perlindungan Anak mulai diinisiasi oleh KPAI pada tahun 2019. Pada tahun 2020, SIMEP-PA mulai digunakan untuk menghimpun data dan informasi penyelenggaraan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak dari kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah,” jelas Jasra.</p>
<p>Pada tahap awal, SIMEP PA menggunakan dua instrumen. Penggunaannya kemudian semakin berkembang. Pada 2022, SIMEP PA memasuki Versi 2 dengan cakupan instrumen yang meliputi pemenuhan hak anak, perlindungan khusus anak, sistem peradilan pidana anak, serta instrumen untuk Komisi Perlindungan Anak Daerah.</p>
<p>Memasuki 2026, KPAI mengembangkan SIMEP PA ke Versi 3.0 bersama PUSKAPA Universitas Indonesia, dengan instrumen pengawasan yang lebih luas.</p>
<p>“Pada tahun 2026, pengembangan tersebut membawa SIMEP Perlindungan Anak ke versi ketiga. Instrumennya disusun berdasarkan tujuh sistem, yaitu pencatatan sipil, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial dan pengasuhan alternatif, peradilan pidana, perlindungan khusus, serta lintas sektor,” ungkap Jasra.</p>
<p>“Dengan pengembangan ini, SIMEP-PA versi ketiga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai penyelenggaraan perlindungan anak, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan KPAI,” lanjutnya.</p>
<p><strong>Tentang SIMEP PA KPAI</strong></p>
<p>Sistem Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Perlindungan Anak (SIMEP PA) merupakan aplikasi yang dikembangkan KPAI sejak 2019 untuk mendukung fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.</p>
<p>SIMEP PA V.3.0 dikembangkan bersama PUSKAPA Universitas Indonesia dan diarahkan untuk memperkuat pengawasan KPAI berbasis data.</p>
<p>Peluncuran SIMEP PA V.3.0 juga menjadi sarana untuk memperkenalkan sistem tersebut kepada masyarakat, media, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, serta lembaga nonpemerintah. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelatihan AATT C&amp;130J Super Hercules Tingkatkan Kesiapan Operasional TNI AU</title>
<link>https://www.maximadaily.com/pelatihan-aatt-c-130j-super-hercules-tingkatkan-kesiapan-operasional-tni-au</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/pelatihan-aatt-c-130j-super-hercules-tingkatkan-kesiapan-operasional-tni-au</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a95aba120b0c.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 22:05:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Jakarta</span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"> - <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>TNI Angkatan Udara meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional penerbang serta awak pesawat C-130J Super Hercules melalui Airborne Assault Tactical Training (AATT) C-130J Super Hercules TA 2026. Pelatihan tersebut dibuka oleh Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han., di Ruang XXXI Skadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Dalam sambutan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops Kasau) Marsda TNI Suliono, S.Sos., yang dibacakan Dangrup 1 Angkut, disampaikan bahwa pembangunan kekuatan udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) menuntut TNI AU untuk terus bertransformasi dan menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan lingkungan strategis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Asops Kasau menekankan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan secara disiplin dan penuh semangat. Para peserta juga diharapkan menyerap pengetahuan dan pengalaman yang diberikan para instruktur secara maksimal sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas. Pelatihan AATT C-130J Super Hercules menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi penerbang dan awak pesawat dalam melaksanakan misi angkutan udara taktis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Materi pelatihan mencakup perencanaan dan pelaksanaan misi mobilisasi udara taktis, baik siang maupun malam hari, penggunaan Night Vision Goggles (NVG), penerbangan formasi, air drop, tactical take off and landing, serta pelaksanaan operasi dalam lingkungan yang memiliki ancaman. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">“ Melalui pelatihan tersebut, TNI AU terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan penerbang serta awak pesawat C-130J Super Hercules guna mendukung pelaksanaan tugas dan operasi angkutan udara taktis secara efektif, aman, dan professional,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"><o:p> </o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Patut Ditiru, Para Ibu di Cigugur Tengah Cimahi Jadi Ujung Tombak Ketahanan Pangan Keluarga</title>
<link>https://www.maximadaily.com/patut-ditiru-para-ibu-di-cigugur-tengah-cimahi-jadi-ujung-tombak-ketahanan-pangan-keluarga</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/patut-ditiru-para-ibu-di-cigugur-tengah-cimahi-jadi-ujung-tombak-ketahanan-pangan-keluarga</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a95c0dd43ea5.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 16:28:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Cimahi</span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"> - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Mereka berhasil mengembangkan kegiatan pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Apresiasi tersebut disampaikan TP PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan saat melaksanakan kunjungan kerja ke KWT Mandiri, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jumat (28/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">“KWT Mandiri Kelurahan Cigugur Tengah adalah salah satu contoh nyata dari semangat itu. Saya menyambut dengan penuh suka cita, sekaligus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ibu-ibu pengurus,” kata Samantha saat memberikan sambutan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Menurutnya, dedikasi dan konsistensi para pengurus serta anggota KWT Mandiri menjadi contoh penerapan semangat gotong royong dan kemandirian yang sejalan dengan program PKK, khususnya dalam bidang pangan dan ketahanan keluarga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Ia menilai keberadaan KWT memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga hingga masyarakat. <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">“Kami percaya kelompok seperti KWT Mandiri inilah yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan keluarga di tingkat akar rumput,” ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Samantha juga menegaskan, kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat perkembangan kegiatan KWT, tetapi juga mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi para anggota di lapangan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Dengan demikian, kata dia, TP PKK bersama pihak terkait dapat berdiskusi mencari solusi dan memberikan dukungan yang dibutuhkan agar KWT Mandiri dapat terus berkembang. <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Dalam kunjungan tersebut, Samantha meninjau berbagai kegiatan KWT Mandiri, mulai dari tanaman pangan dan hortikultura, budidaya ikan lele hingga ayam petelur.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Sejumlah tanaman yang dikembangkan di antaranya kangkung, terong, kol, pakcoy, bunga telang dan cabai yang ditanam menyesuaikan musim. <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Tak hanya menghasilkan bahan pangan, KWT Mandiri juga mengembangkan hasil pertanian menjadi berbagai produk olahan. Sedikitnya terdapat 14 produk olahan yang dipasarkan, di antaranya mie pakcoy, peyek bayam, peyek kenikir, bolu terong, stik kucai, lele marinasi frozen, rolade lele, teh celup daun kelor, minuman bunga telang, wedang jahe, gado-gado, bakwan dan kacang polong.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Kegiatan KWT Mandiri juga telah menghasilkan sejumlah pencapaian. Kelompok tersebut mengikuti lomba Program Kampung Iklim (Proklim) dan memperoleh predikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Selain itu, KWT Mandiri menjadi mitra Polres Cimahi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Kegiatan pemberdayaan juga diarahkan untuk mendukung kesehatan keluarga. KWT Mandiri turut membagikan telur dan paket sayuran dalam kegiatan posyandu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Samantha berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi anggota KWT Mandiri untuk terus berinovasi dan memperluas manfaat kegiatan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">“Kepada ibu-ibu KWT Mandiri, teruslah bersemangat, terus berkarya dan jangan berhenti untuk belajar dan berinovasi. Jadikan kunjungan kami ini motivasi untuk semakin maju,” katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Sementara itu, pembinaan terhadap KWT di Kelurahan Cigugur Tengah dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi berbagai kegiatan KWT se-Kelurahan Cigugur Tengah, sekaligus wadah berbagi pengalaman antar-KWT.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Pembinaan juga diisi dengan pemberian materi dari pihak kelurahan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Cimahi untuk memperkuat kapasitas kelompok dalam mengembangkan kegiatan pertanian, pangan dan ekonomi keluarga.(red/ist)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';"><o:p> </o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Sherly: Impian Layanan Operasi Jantung Mandiri di Maluku Utara Akhirnya Terwujud</title>
<link>https://www.maximadaily.com/gubernur-sherly-impian-layanan-operasi-jantung-mandiri-di-maluku-utara-akhirnya-terwujud</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/gubernur-sherly-impian-layanan-operasi-jantung-mandiri-di-maluku-utara-akhirnya-terwujud</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202609/image_870x580_6a95c3745c936.jpg" length="64777" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 15:13:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Ternate </span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">– Layanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara memasuki babak baru. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meresmikan Gedung Jantung Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Chasan Boesoirie pada Jumat (28/8/2026). Fasilitas mandiri ini kini siap melayani operasi jantung secara mandiri bagi masyarakat Maluku Utara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Multipartit Pengampuan Jejaring Wilayah Provinsi Maluku Utara. Langkah strategis ini melibatkan jajaran rumah sakit pengampu nasional, antara lain RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, serta 10 Direktur RSUD Kabupaten/Kota se-Maluku Utara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Acara strategis ini turut dihadiri oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, dan Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir. Hadir pula dari jajaran medis nasional, yaitu Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K), Direktur Layanan Operasional RSCM Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Dr. Soetomo dr. Mouli Edward, Sp.OT(K), Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Ternate, Kepala BPJS Kesehatan, dan 10 Direktur RSUD Kabupaten/Kota.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda mengapresiasi dedikasi penuh dari Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Kementerian Kesehatan, serta pihak rumah sakit pengampu nasional. Ia secara khusus mengenang awal koordinasi percepatan proyek ini bersama dr. Iwan Dakota.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">"Saat awal saya dilantik, dr. Iwan dan Kemendagri sangat fokus memastikan bangunan ini cepat selesai karena alat medisnya sudah siap. Hari ini kita bersyukur impian itu terwujud di tahun 2026. Alat sudah terinstal, serta dokter dan perawat telah dilatih. Kami menargetkan operasi jantung terbuka pertama dapat dilaksanakan pada Desember mendatang," ujar Sherly.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Dengan berfungsinya gedung baru ini, Maluku Utara kini memiliki dua pusat penanganan jantung, melengkapi fasilitas serupa yang sebelumnya telah tersedia di Kabupaten Halmahera Utara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Gubernur juga menitipkan pesan pendampingan berkelanjutan kepada Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardiovaskular Nasional, dr. Hananto Andriantoro, Sp.JP(K). Kerja sama ini ditujukan untuk rencana besar pengembangan RSUD Sofifi menjadi pusat rehabilitasi kanker, paru, ginjal, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Sherly menegaskan bahwa kehadiran negara sangat krusial dalam menjamin kesetaraan akses kesehatan di wilayah kepulauan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">"Satu jam bagi warga yang terkena serangan jantung adalah waktu krusial yang menentukan hidup dan mati. Jarak kepulauan tidak bisa kita dekatkan, tetapi dengan sistem penanganan yang tepat, kitalah yang harus mendatangi masyarakat," tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Meski memuji transformasi RSUD Chasan Boesoirie yang berkembang pesat dalam 1,5 tahun terakhir, Gubernur mengingatkan tantangan riil di 10 kabupaten/kota. Masalah klasik seperti keterlambatan penanganan, kekosongan stok obat, dan kerusakan alat medis harus segera dituntaskan melalui sistem yang cepat, tepat, berkapasitas, dan ekonomis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Sherly juga berterima kasih atas dukungan Kemenkes yang pada tahun lalu telah membangun tiga rumah sakit berfasilitas Therapeutic Hypothermia Treatment Center (THTC) di Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan Halmahera Timur demi memperkokoh ketahanan kesehatan terpadu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Pada kesempatan yang sama, Dirut RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, memaparkan urgensi prioritas layanan jantung. Data nasional menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">"Dari total anggaran BPJS Kesehatan tahun 2025 yang mencapai Rp50 triliun, sebesar Rp17,8 triliun terserap khusus untuk penanganan penyakit jantung. Atas dasar angka tersebut, efisiensi pelayanan penyakit jantung di daerah mutlak ditingkatkan," jelas dr. Iwan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Program pemberdayaan rumah sakit daerah ini sebenarnya sudah dirintis sejak 20 tahun lalu, tetapi baru mendapatkan dukungan penuh dalam 5 tahun terakhir. Dr. Iwan menekankan keberhasilan RSUD Chasan Boesoirie baru dianggap final saat rumah sakit tersebut mampu melakukan bedah jantung terbuka secara mandiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Ke depan, pengembangan layanan akan diperluas ke 10 kabupaten/kota termasuk RSUD Sofifi. Tim pengampu untuk spesialisasi kanker (onkologi) dan saluran kemih (urologi) akan segera dikirim, dengan target pemenuhan fasilitas alat medis tuntas pada tahun 2027–2028.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">"Target kami pada tahun 2030, masyarakat Maluku Utara tidak perlu lagi dikirim atau dirujuk ke Surabaya. Cukup tim pengampu nasional yang datang ke sini," tambah dr. Iwan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 24.0pt 0in 24.0pt 0in;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman';">Guna menjaga keberlanjutan layanan di daerah, dr. Iwan meminta keterlibatan aktif putra-putri daerah untuk dididik menjadi tenaga kesehatan spesialis. Seluruh biaya pelatihan dijamin oleh Kementerian Keuangan dengan dukungan dana tambahan dari Danantara, sehingga setelah lulus mereka dapat langsung kembali membangun sistem kesehatan di kabupaten/kota masing-masing. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heboh! Jembatan Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Bupati Alami Luka Memar</title>
<link>https://www.maximadaily.com/heboh-jembatan-gantung-pongpet-pangandaran-anjlok-usai-diresmikan-bupati-alami-luka-memar</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/heboh-jembatan-gantung-pongpet-pangandaran-anjlok-usai-diresmikan-bupati-alami-luka-memar</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a95a08e320f6.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 08:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Pangandaran</span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"> — Jagat maya dihebohkan oleh video amatir yang memperlihatkan detik-detik mencekam saat Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mendadak anjlok pada Minggu, 30 Agustus 2026 sore. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Insiden ini terjadi sesaat setelah jembatan sepanjang 60 meter tersebut diresmikan oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.Rombongan pejabat Pemkab Pangandaran bersama unsur Forkopimda dan warga awalnya berniat menjajal jembatan baru tersebut. Namun, antusiasme warga yang tinggi memicu terjadinya kelebihan beban. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Ketika lebih dari 50 orang berada di tengah bentangan, komponen angkur penahan patah, mengakibatkan tali sling baja sisi kiri terputus dan membuat lantai kayu jembatan miring secara ekstrem. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Puluhan warga dan pejabat yang melintas langsung panik dan terperosok.Meskipun sempat syok berat, Bupati Pangandaran dinyatakan selamat dan dalam kondisi sehat. Kendati begitu, ia mengalami luka memar di pergelangan tangan akibat lilitan kawat saat mencoba bertahan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Melalui akun media sosial pribadinya, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami memberikan pernyataan resmi terkait kondisi dirinya pasca-insiden medis darurat tersebut:<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">"Alhamdulillah saya masih diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Terima kasih atas doa dan semuanya," tulis Citra pada Senin (31/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Cijulang bergerak cepat mengamankan area. Kapolsek Cijulang, Iptu Dimas Aditama, menegaskan tidak ada korban jiwa dan saat ini lokasi telah ditutup total demi keselamatan warga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Akses menuju jembatan kami amankan dan ditutup untuk sementara sampai dinyatakan aman oleh pihak berwenang," terang Iptu Dimas Aditama.(red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPR Desak Evaluasi Total Pengawasan WNA di Bali: Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak!</title>
<link>https://www.maximadaily.com/dpr-desak-evaluasi-total-pengawasan-wna-di-bali-jangan-tunggu-viral-baru-bertindak</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/dpr-desak-evaluasi-total-pengawasan-wna-di-bali-jangan-tunggu-viral-baru-bertindak</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a944770d3327.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 15:37:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Bali</span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"> – Komisi III DPR RI mendesak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan Warga Negara Asing (WNA) di Bali. Langkah ini dinilai mendesak menyusul rentetan kasus pelanggaran izin tinggal, penyalahgunaan visa kerja, hingga tindakan asusila dan kriminal yang kerap kali baru ditindak setelah menjadi viral di media sosial.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sepanjang semester pertama tahun 2026 saja, Imigrasi Bali telah mendeportasi sedikitnya 342 WNA bermasalah. Selain itu, serangkaian operasi gabungan seperti Operasi Dharma Dewata dan sidak berkala di kawasan Canggu terus mengamankan puluhan orang asing yang melanggar aturan keimigrasian, termasuk penyalahgunaan visa investor oleh oknum tertentu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Anggota DPR RI, Mafirion, menegaskan bahwa paradigma pengawasan keimigrasian di Pulau Dewata harus diubah secara mendasar. Pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan atau aduan digital dari masyarakat lokal yang telanjur resah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">"Kita meminta Imigrasi melakukan evaluasi total. Pola pengawasan harus diubah dari reaktif menjadi preventif. Jangan tunggu pelanggaran itu viral atau ribut dulu di media sosial baru petugas bergerak. Deteksi dini harus diperkuat sejak mereka masuk pintu pendaratan hingga pengawasan di lapangan," tegas Mafirion saat memberikan catatan kritis terkait tata kelola orang asing.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">DPR juga mendorong optimalisasi teknologi, termasuk integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan penegakan kewajiban Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) bagi pemilik akomodasi. Sinergi Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) yang melibatkan Kepolisian, Satpol PP, hingga pecalang dituntut tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Bagi WNA yang terbukti melakukan pelanggaran berat, DPR meminta sanksi penangkalan (<i>blacklist</i>) jangka panjang diterapkan secara tegas demi menjaga marwah kepariwisataan Bali. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TNI AU Telah Distribusikan 729 ton Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT</title>
<link>https://www.maximadaily.com/tni-au-telah-distribusikan-729-ton-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-gempa-ntt</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/tni-au-telah-distribusikan-729-ton-bantuan-untuk-masyarakat-terdampak-gempa-ntt</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a944ac74d6e8.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 14:34:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jakarta — <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sebanyak 729 ton bantuan telah didistribusikan melalui Lanud Halim Perdanakusuma untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 15 hari hingga Sabtu (29/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang diberangkatkan menggunakan pesawat angkut TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju wilayah terdampak, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa misi kemanusiaan bukan sekadar mengirimkan bantuan, tetapi merupakan wujud kehadiran negara untuk masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Setiap bantuan yang kami berangkatkan bukan hanya membawa barang, tetapi juga membawa harapan. Kami ingin masyarakat NTT tahu bahwa mereka tidak sendiri. TNI AU akan terus berupaya mendukung penyaluran bantuan selama masih dibutuhkan,” ujar Danlanud.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Bantuan yang didistribusikan berupa kebutuhan pokok dan berbagai perlengkapan penunjang kebutuhan masyarakat. Setiap penerbangan menjadi bagian dari dukungan TNI AU dalam menjaga kelangsungan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan, Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran</title>
<link>https://www.maximadaily.com/dpr-usut-tuntas-kematian-warga-pejompongan-jangan-sampai-timbul-kesan-negara-lakukan-pembiaran</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/dpr-usut-tuntas-kematian-warga-pejompongan-jangan-sampai-timbul-kesan-negara-lakukan-pembiaran</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a94537830d4f.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 14:19:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jakarta - </span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Polri mengusut tuntas kematian Bambang Setyawan (59), warga Pejompongan, yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa tak dikenal saat kericuhan di sekitar Gedung DPR/MPR, Kamis (27/8/2026) malam.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Bambang diduga mengalami pengeroyokan ketika hendak mengecek lampu tokonya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Berdasarkan keterangan warga dan rekaman video yang beredar, Bambang disebut diseret dari kawasan gang menuju jalan raya sebelum mengalami kekerasan hingga tidak sadarkan diri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Karena itu, Abdullah menilai seluruh pihak yang terlibat dalam kekerasan terhadap Bambang harus diproses secara hukum. Bahkan, ia menyebut adanya kemungkinan penerapan pasal pembunuhan berencana apabila penyidik menemukan unsur perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Semua yang terlibat dalam pengeroyokan Bambang ini berpotensi dijerat pasal pembunuhan berencana. Tetapi, tentu harus dibuktikan terlebih dahulu apakah memang terdapat unsur perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban,” kata Abduh, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (30/8/2026)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Menurut Abdullah, polisi tidak boleh hanya mengusut pelaku yang melakukan kekerasan secara langsung. Dia juga meminta aparat menggali informasi mengenai kelompok massa yang disebut datang untuk mengamankan dan menertibkan pendemo.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Informasi ini yang harus dibongkar oleh polisi. Siapa mereka, dari mana mereka datang, siapa yang menggerakkan, apa tujuannya, dan apakah ada yang memberikan perintah? Jangan berhenti hanya pada orang yang melakukan kekerasan di lapangan,” kata Politisi Fraksi PKB ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu menilai pengusutan terhadap asal-usul massa menjadi penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Abdullah juga menyoroti munculnya tudingan di tengah masyarakat bahwa negara atau pemerintah menggunakan sekelompok orang atau massa untuk melakukan kekerasan terhadap pendemo maupun masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Tengah tersebut, tudingan semacam itu berbahaya apabila tidak segera dijawab melalui proses hukum yang transparan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Padahal, kata Abduh, penanganan keamanan dan ketertiban dalam aksi demonstrasi merupakan tugas Polri sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Peristiwa ini membuat masyarakat distrust atau tidak percaya kepada pemerintah dan Polri. Sampai muncul tudingan bahwa pemerintah atau Polri memanfaatkan sekelompok massa untuk melakukan kekerasan dan melanggar hukum serta HAM terhadap pendemo maupun masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi. Ini bahaya dan merugikan,” ucap Abduh.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Karena itu, Abdullah meminta Polri bertindak tegas terhadap kelompok massa tak dikenal yang diduga melakukan kekerasan, baik terhadap demonstran maupun warga yang berada di sekitar lokasi aksi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Ia menegaskan, aparat perlu memastikan siapa yang berada di balik pengerahan massa tersebut sehingga tidak muncul persepsi bahwa ada kelompok tertentu yang mengambil alih fungsi penanganan keamanan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Jangan sampai muncul kesan pemerintah dan Polri tidak mampu menangani aksi demonstrasi sehingga masyarakat menduga ada kelompok lain yang digunakan untuk melakukan kekerasan terhadap demonstran maupun warga di sekitar lokasi demonstrasi. Ini harus dibuktikan, bukan dibiarkan menjadi tudingan,” kata Abduh.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Abdullah juga meminta penyidik tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan organisasi tertentu apabila dalam proses penyidikan ditemukan bukti yang mengarah ke sana. Menurutnya, seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum tanpa memandang latar belakang maupun kelompoknya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Jadi, tangkap semua massa tak dikenal yang terlibat dan proses sesuai hukum. Kalau memang terbukti ada keterlibatan organisasi, tentu harus ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Jangan sampai negara dan pemerintah dinilai tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan hingga tugas pokok dan fungsinya seolah-olah digantikan oleh orang-orang yang melakukan kekerasan dengan cara preman,” pungkas Abduh. (pun/rdn)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><o:p> </o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Prajurit TNI Diserang Suku Anak Dalam di Jambi, Danrem Ambil Langkah Tegas</title>
<link>https://www.maximadaily.com/viral-prajurit-tni-diserang-suku-anak-dalam-di-jambi-danrem-ambil-langkah-tegas</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/viral-prajurit-tni-diserang-suku-anak-dalam-di-jambi-danrem-ambil-langkah-tegas</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a94460949b3e.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 06:52:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sarolangun</span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"> – Jagat maya dihebohkan oleh rekaman video amatir yang memperlihatkan<strong> </strong>lima prajurit TNI dikeroyok kelompok masyarakat pedalaman. Insiden menegangkan ini terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit inti <b>PT Sari Aditya Loka (SAL)</b>, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Kelompok penyerang dikonfirmasi merupakan sekelompok warga dari Suku Anak Dalam (SAD<b>)</b>.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Peristiwa bermula saat personel Yonif TP-896/Serempun Pseko (SP) tengah melakukan patroli keamanan rutin di area inti satu perkebunan perusahaan. Di tengah patroli, petugas memergoki sekelompok warga SAD yang diduga sedang mengambil Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik perusahaan. Petugas kemudian mengejar dan menegur mereka agar meninggalkan buah tersebut. Namun, teguran itu memicu adu mulut. Situasi semakin memanas ketika prajurit TNI mendokumentasikan aksi tersebut menggunakan ponsel, yang memicu kemarahan warga hingga nekat merusak ponsel petugas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Tak berselang lama, massa SAD yang berjumlah sekitar 50 orang datang mengepung petugas. Mereka membawa senjata tajam serta senjata api rakitan tradisional (<i>kecepek</i>). Karena kalah jumlah, seorang prajurit TNI yang berusaha menghindar terperosok ke semak-semak dan menjadi sasaran pemukulan serta tendangan massa sebelum berhasil dievakuasi oleh rekan-rekannya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Saat dikonfirmasi, Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut dan menjelaskan kronologi serta kondisi terkini para anggotanya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">"Peristiwa berawal dari pencurian buah sawit yang kepergok patroli petugas. Mereka tidak terima didokumentasikan lalu berusaha merebut HP anggota dan membantingnya. Anggota kami mengalami luka memar akibat serangan fisik. Saat ini, situasi di lapangan sudah sepenuhnya kondusif setelah dilakukan mediasi bersama jajaran Forkopimda dan pemuka adat setempat. Namun, kami tegaskan bahwa proses hukum pidana terhadap para pelaku penyerangan akan tetap berjalan." ujar Brigjen TNI Nyamin, Minggu (30/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Pihak Polres Sarolangun kini tengah berkoordinasi erat dengan TNI untuk menindaklanjuti proses hukum kasus ini. Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan demi menjaga kondusivitas di wilayah Sarolangun. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Nasabah Menangis Aset SDB Raib, Begini Tanggapan Bank MNC</title>
<link>https://www.maximadaily.com/viral-nasabah-menangis-aset-sdb-raib-eks-branch-manager-bank-mnc-jadi-tersangka</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/viral-nasabah-menangis-aset-sdb-raib-eks-branch-manager-bank-mnc-jadi-tersangka</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9449cbc19ea.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 22:19:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jakarta – </span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jagat media sosial dihebohkan oleh video viral seorang nasabah yang menangis histeris setelah mengetahui aset berharga miliknya diduga raib. Aset berupa sejumlah surat berharga dan mata uang asing tersebut disimpan di fasilitas Safe Deposit Box (SDB) milik Bank MNC.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sementara itu, Bank MNC menyatakan masih menelusuri video yang beredar di media sosial tersebut. <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Dikutip dari Inilah.com, Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze mengatakan pihaknya menemukan adanya kejanggalan dalam video yang kini ramai diperbincangkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Pihak Bank menilai terdapat kejanggalan terkait dengan video yang saat ini beredar di media sosial. Kami akan melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut atas video yang beredar tersebut,” kata Edward.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Edward belum menjelaskan secara rinci mengenai kejanggalan yang dimaksud. Bank MNC masih melakukan pengecekan untuk memastikan fakta di balik informasi yang disampaikan melalui video tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Hingga saat ini, pihak bank menyatakan belum membenarkan secara mutlak bahwa seluruh isi SDB nasabah tersebut hilang begitu saja seperti narasi yang beredar. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Bank MNC juga menegaskan akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak mana pun yang menyebarkan informasi tidak benar atau bermuatan fitnah yang dapat merusak reputasi perbankan.<o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"> <o:p></o:p></span><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">(red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merapi Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur 2 Kilometer ke Barat Daya</title>
<link>https://www.maximadaily.com/merapi-kembali-erupsi-awan-panas-guguran-meluncur-2-kilometer-ke-barat-daya</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/merapi-kembali-erupsi-awan-panas-guguran-meluncur-2-kilometer-ke-barat-daya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a92a7c3b6e51.jpg" length="75778" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 20:17:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Yogyakarta</span></b><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;"> — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meningkat. Pada Jumat (28/8/2026) malam pukul 21.22 WIB, gunung api aktif tersebut meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer ke arah barat daya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Berdasarkan data teknis dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kepulan awan panas tersebut mengarah tepat ke hulu Kali Sat dan Kali Putih. Peristiwa alam ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 87,74 milimeter serta durasi gempa selama 116,97 detik.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Merespons fluktuasi aktivitas ini, Kepala BPPTKG, Dr. Agus Budi Santoso, S.Kom., M.Si., mengimbau masyarakat untuk memperketat kewaspadaan di wilayah rawan bencana.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">"Kami meminta masyarakat dan wisatawan untuk sama sekali tidak melakukan aktivitas di zona potensi bahaya. Suplai magma dari dalam tubuh gunung masih terus berlangsung, yang berarti potensi awan panas guguran maupun guguran lava pijar susulan masih sangat tinggi, terutama pada hulu-hulu sungai di sektor selatan dan barat daya," ujar Dr. Agus Budi Santoso, Kepala BPPTKG.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih tertahan kuat pada Level III (Siaga). Beruntung, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan rumah maupun hujan abu tebal di area permukiman warga terdekat pasca-guguran malam tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif;">Pihak otoritas kembali mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang alur sungai yang berhulu di Merapi untuk mengantisipasi potensi bahaya sekunder. Jika terjadi hujan lebat di area puncak, risiko aliran lahar dingin bermaterial vulkanik dapat mengancam keselamatan kapan saja. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Whoosh Layani 9 Ribu Penumpang Prioritas di 2026, Hadirkan Beragam Layanan Penumpang</title>
<link>https://www.maximadaily.com/whoosh-layani-9-ribu-penumpang-prioritas-di-2026-hadirkan-beragam-layanan-penumpang</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/whoosh-layani-9-ribu-penumpang-prioritas-di-2026-hadirkan-beragam-layanan-penumpang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a929e69a3c8d.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 19:13:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Jakarta </span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">- Sejak Januari hingga Agustus 2026, KCIC telah melayani 9 ribu penumpang prioritas yang menggunakan layanan Whoosh. Adapun secara kumulatif sejak 2025, total jumlah penumpang prioritas yang telah dilayani mencapai 24 ribu penumpang prioritas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, key passenger merupakan penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian atau bantuan khusus selama melakukan perjalanan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, maupun penumpang dengan kondisi tertentu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“Whoosh merupakan layanan transportasi publik yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi penumpang prioritas yang membutuhkan perhatian khusus, KCIC menghadirkan layanan secara end-to-end, mulai dari pendampingan di stasiun keberangkatan, menuju gate dan peron, proses naik ke kereta, pendampingan selama perjalanan, hingga kembali dibantu saat tiba di stasiun tujuan. Layanan ini juga didukung berbagai fasilitas aksesibel agar perjalanan dapat dilakukan dengan aman, nyaman, dan mudah,” ujar Eva.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Kemudahan tersebut turut didukung berbagai fasilitas aksesibel yang tersedia di stasiun Whoosh. Fasilitas tersebut antara lain lift, tactile paving atau jalur pemandu, toilet ramah disabilitas, gate yang lebih lebar, kursi roda, ramp, serta kursi tunggu prioritas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Di dalam rangkaian Whoosh tersedia 32 kursi prioritas/PRM yang ditempatkan di ujung kereta dekat pintu agar memudahkan akses keluar-masuk. Whoosh juga dilengkapi toilet ramah disabilitas dengan ruang yang memungkinkan pengguna kursi roda bermanuver.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Selain dukungan fasilitas, petugas KCIC juga memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan penumpang prioritas. Pendampingan dapat diberikan sejak proses di stasiun keberangkatan, menuju peron dan naik ke kereta, selama perjalanan, hingga penumpang tiba dan melanjutkan proses keluar dari stasiun tujuan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Penumpang prioritas yang membutuhkan pendampingan dapat menyampaikan kebutuhannya secara langsung kepada petugas di stasiun. Kebutuhan pendampingan juga dapat diinformasikan sebelumnya melalui Contact Center KCIC, sehingga petugas dapat mempersiapkan bantuan sesuai dengan kebutuhan penumpang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Sepanjang 2026, KCIC rata-rata melayani 1.137 penumpang prioritas setiap bulan. Jumlah tertinggi tercatat pada Juli 2026 dengan 1.401 penumpang prioritas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Berdasarkan lokasi pelayanan sejak 2025 hingga 2026, jumlah penumpang prioritas terbanyak tercatat di Stasiun Padalarang 8 ribu penumpang, disusul Stasiun Halim 8 ribu penumpang, Stasiun Tegalluar Summarecon 4 ribu penumpang, Stasiun Bandung dan Cimahi 4 ribu penumpang, serta Stasiun Karawang 400 penumpang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Waktu tempuh Whoosh yang singkat turut memberikan kemudahan bagi penumpang prioritas. Perjalanan dari Halim menuju Padalarang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih singkat dan tidak melelahkan, terutama bagi penumpang yang membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">“KCIC terus meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan bagi penumpang prioritas. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Whoosh sebagai transportasi publik yang inklusif, aman, nyaman, dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Eva. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hindari Tabrakan di Turunan Gentong, Truk Tangki BBM Masuk  Jurang</title>
<link>https://www.maximadaily.com/hindari-tabrakan-di-turunan-gentong-truk-tangki-bbm-masuk-jurang</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/hindari-tabrakan-di-turunan-gentong-truk-tangki-bbm-masuk-jurang</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a929995b9120.jpg" length="131999" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 17:16:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;">Tasikmalaya</span></b><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;"> – Sebuah kecelakaan tunggal mendebarkan melanda Jalur Gentong bawah, tepatnya di Kampung Cingere, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;">Satu unit truk trailer tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar/biofuel B50 terjun bebas ke dalam jurang setelah kehilangan kendali.Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini sempat terekam kamera dashcam kendaraan lain hingga viral di media sosial. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;">Truk bernomor polisi B 9750 TEJ tersebut diketahui melaju dari arah Bandung menuju Depo Pertamina Tasikmalaya. Saat melintasi jalan turunan curam dan tikungan tajam, truk mendadak oleng ke kiri jalan, menghantam pohon mahoni besar hingga tumbang, sebelum akhirnya terperosok ke dasar jurang dalam posisi miring.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;">Pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mengurai kepadatan arus lalu lintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sopir truk dilaporkan selamat namun mengalami sejumlah luka-luka dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif;">Kapolsek Kadipaten, Iptu Sandi Suardani, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan dipicu oleh manuver mendadak pengemudi yang berusaha menghindari kendaraan lain di depannya."Kronologisnya truk tersebut melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, setibanya di TKP menghindar kendaraan lain yang ada di depannya, sehingga rem mendadak dan oleng ke kiri jalan," ujar Kapolsek Kadipaten Iptu Sandi Suardani saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;">Hingga sore hari, bangkai truk tangki masih berada di dasar jurang karena proses evakuasi membutuhkan bantuan kendaraan derek alat berat (crane). Sementara itu, petugas di lapangan juga mengantisipasi adanya rembesan cairan biofuel yang keluar dari tangki guna memastikan area sekitar tetap aman dari potensi bahaya kebakaran. (red/ist)<br style="mso-special-character: line-break;"><!-- [if !supportLineBreakNewLine]--><br style="mso-special-character: line-break;"><!--[endif]--></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uji Kemampuan Ship Board Operation, Helikopter TNI AU Mendarat di Kapal TNI AL</title>
<link>https://www.maximadaily.com/uji-kemampuan-ship-board-operation-helikopter-tni-au-mendarat-di-kapal-tni-al</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/uji-kemampuan-ship-board-operation-helikopter-tni-au-mendarat-di-kapal-tni-al</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a9268b7d315f.jpg" length="65885" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 12:36:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Surabaya</strong> — TNI Angkatan Udara menguji kemampuan Ship Board Operation (SBO) melalui pendaratan helikopter di kapal TNI Angkatan Laut.</p>
<p>Helikopter H-3218 Skadron Udara 6 TNI AU melaksanakan take off dan landing di Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar dalam rangkaian latihan SBO terintegrasi yang melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di Surabaya, Selasa hingga Rabu (24-26/8/2026).</p>
<p>Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kemampuan dan kesiapan penerbang dalam melaksanakan operasi helikopter dari dan menuju kapal, sekaligus memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan.</p>
<p>Helikopter H-3218 diterbangkan oleh Letkol Pnb Sofan Hasani, S.E. selaku Pilot in Command (PIC), dengan pelaksanaan latihan disupervisi langsung oleh Danwing Udara 2.1 Grup 2 Heli Kolonel Pnb A. Mauludin Mulyono, S.E.</p>
<p>Rangkaian latihan diawali dengan kegiatan klasikal dan ground school di Skadron Udara 400 Puspenerbal. Tahapan ini memberikan pembekalan kepada penerbang mengenai prosedur, teknik, dan aspek keselamatan dalam pelaksanaan operasi helikopter berbasis kapal.</p>
<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik take off dan landing menggunakan helideck simulator, termasuk latihan pada replika flight deck serta siluet Kapal Induk Garibaldi. Latihan simulasi tersebut menjadi tahapan untuk membangun kesiapan penerbang sebelum melaksanakan pendaratan pada kapal sebenarnya.</p>
<p>Setelah melalui tahapan pembekalan dan simulasi, helikopter H-3218 melaksanakan take off dan landing di flight deck LPD KRI Makassar yang berada di Dermaga Batoe Poron.</p>
<p>" Kemampuan Ship Board Operation merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan dalam mendukung kesiapan operasi TNI AU, khususnya pada pelaksanaan operasi gabungan yang membutuhkan integrasi antara unsur udara dan laut," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara,Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana dalam keterangan resminya.</p>
<p>Latihan SBO terintegrasi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT TNI, sekaligus mendukung kesiapan pelaksanaan agenda Naval Parade dan peresmian Kapal Induk Garibaldi yang direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.</p>
<p>Melalui latihan terintegrasi tiga matra, TNI AU terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional sekaligus memperkuat interoperabilitas dengan TNI AD dan TNI AL. Penguasaan Ship Board Operation menjadi salah satu bentuk kesiapan TNI AU dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu sesuai tuntutan tugas di masa mendatang. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas TNI AU Redam Pertikaian Warga di Halmahera Tengah</title>
<link>https://www.maximadaily.com/satgas-tni-au-redam-pertikaian-warga-di-halmahera-tengah</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/satgas-tni-au-redam-pertikaian-warga-di-halmahera-tengah</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90fd459562f.jpg" length="64858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 14:26:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Halmahera Tengah</strong> - Satgas TNI Angkatan Udara Pengamanan Bandara Khusus Weda Bay, di bawah kendali Komandan Lanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Anang Heru Setiyono, S.E., M.M., M.Han. selaku Dansatgasud Pam Bandara Weda Bay, berhasil membantu meredam pertikaian antarwarga di Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (25/8/2026).</p>
<p>Pertikaian yang melibatkan warga Desa Sagea, Desa Kia, dan Desa Fritu tersebut sempat memanas di sekitar Polsubsektor Weda Utara. Personel Satgas TNI AU yang berada di lokasi segera mengambil langkah persuasif dengan membantu mengendalikan situasi, menenangkan warga, serta mencegah keributan meluas.</p>
<p>Peristiwa bermula ketika seorang warga Desa Fritu mendatangi Desa Sagea menggunakan sepeda motor. Di kawasan Perempatan Magnet, warga tersebut bertemu dengan sejumlah warga yang sedang melaksanakan tradisi Cokaiba dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perselisihan kemudian terjadi hingga menimbulkan keributan.</p>
<p>Warga yang terlibat selanjutnya menuju Polsubsektor Weda Utara untuk melaporkan kejadian tersebut. Situasi kembali memanas di sekitar kantor Polsubsektor. Personel Satgas TNI AU yang berada di lokasi kemudian turut membantu membubarkan keributan dan mengarahkan warga untuk menahan diri guna mencegah terjadinya pertikaian lanjutan.</p>
<p>Setelah situasi berhasil dikendalikan, Satgas TNI AU turut mendorong dilaksanakannya komunikasi dan mediasi antara pihak-pihak yang terlibat. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui pertemuan yang dihadiri Bupati Halmahera Tengah, Kapolres Halmahera Tengah, Camat Weda Utara, serta Kepala Desa Sagea, Kepala Desa Kia, dan Kepala Desa Fritu.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku. Kesepakatan tersebut menjadi langkah bersama untuk memulihkan situasi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.</p>
<p>Bupati Halmahera Tengah bersama Kapolres Halmahera Tengah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada personel Satgas TNI AU yang telah berperan aktif membantu meredam situasi serta mendukung proses mediasi antarwarga sehingga persoalan dapat segera diarahkan menuju penyelesaian secara damai.</p>
<p>Peran Satgas TNI AU tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI AU dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Halmahera Tengah.</p>
<p>" Kehadiran personel Satgas tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan tugas pengamanan Bandara Khusus Weda Bay, tetapi juga turut memberikan kontribusi dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah sekitar" Ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara,Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M, dalam rilis resminya kepada awak media.</p>
<p>Melalui kehadiran dan sinergi personel di lapangan, TNI AU berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Halmahera Tengah serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (red/ist)</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kirim 2,2 Ton Rendang,  Pemprov Sumatra Barat Dukungan Penanganan Gempa NTT M7.7</title>
<link>https://www.maximadaily.com/kirim-22-ton-rendang-pemprov-sumatra-barat-dukungan-penanganan-gempa-ntt-m77</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/kirim-22-ton-rendang-pemprov-sumatra-barat-dukungan-penanganan-gempa-ntt-m77</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a90190f6ed24.jpg" length="104186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 06:01:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>hendro</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Manggarai</strong> - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima dan mendistribusikan bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yaitu 2,2 ton rendang untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT) .</p>
<p>Bantuan tersebut merupakan donasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Sumatera Barat yang dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat.</p>
<p>Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, S.P., dan diterima oleh perwakilan BNPB yaitu Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D dan PIC Posko Aju 1 Labuan Bajo yaitu Mayjen TNI (Purn) Luthfie Beta di Posko Aju 1 Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Selasa (25/8).</p>
<p>Selanjutnya, Gubernur Sumatera Barat bersama Deputi Bidang Pencegahan BNPB mendistribusikan langsung bantuan rendang sebanyak 500 kilogram menuju Pos Kabupaten Manggarai.</p>
<p>Setibanya di Pos Kabupaten Manggarai, rombongan bertemu dan berdialog dengan Bupati Manggarai yaitu Herybertus G.L Nabit. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur dan Deputi BNPB menyampaikan bahwa kedatangan mereka tidak hanya dengan tangan kosong, namun juga membawa bantuan pangan bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai.</p>
<p>“Kami membawa rendang yang dikumpulkan oleh pegawai-pegawai di Sumatera Barat dan masyarakat,” ucap Mahyeldi</p>
<p>Menurutnya, pengiriman bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur,</p>
<p>“Bantuan ini dukungan dari masyarakat Sumatera Barat yang juga ikut merasakan duka, Nusa Tenggara Timur tidak sendirian, masih ada saudara-saudara kita di belahan pulau lain di Indonesia turut merasakan,” imbuhnya.</p>
<p>“Mudah-mudahan NTT cepat pulih kembali,” pungkas Mahyeldi.</p>
<p>Rendang dipilih sebagai bantuan bencana karena memiliki daya tahan lama, nilai gizi tinggi, dan cita rasa yang disukai masyarakat Indonesia. </p>
<p>Selain itu, rendang juga mudah dipanaskan dan dikonsumsi bersama nasi, menjadikannya makanan praktis di tengah situasi sulit. </p>
<p>Gubernur menegaskan bahwa ini bukan satu-satunya bantuan yang akan diberikan, namun koordinasi dan pengumpulan dukungan dari Sumatera Barat masih terus dilakukan. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan ada bantuan lanjutan yang tujuannya untuk meringankan duka dari penyintas di NTT.</p>
<p>Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah memfasilitasi proses distribusi bantuan, termasuk pengiriman bantuan ke Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat.</p>
<p><strong>BNPB Siap Distribusikan Bantuan ke Masyarakat Terdampak</strong></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, Ph.D menyambut baik banyaknya bantuan dari pemerintah daerah lain kepada penyintas gempa NTT M7.7 kali ini.</p>
<p>“Penyampaian bantuan dari masyarakat Sumatera Barat saat ini menunjukkan memang jiwa gotong royong kita sebagai bangsa, antar provinsi, kabupaten dan kota, terbangun sangat baik,” ujar Abdul Muhari.</p>
<p>Dirinya mengungkap bahwa semua bantuan yang didistribusikan oleh BNPB dari semua unsur bangsa, pasti akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“Kami di BNPB bertugas menyampaikan amanah dari Sumatera Barat, provinsi lain, lembaga dan entitas lain, agar sampai di tangan masyarakat terdampak,” tuturnya.</p>
<p>Namun setiap penanganan bencana membutuhkan proses dan juga terdapat kendala. Para donatur atau penyumbang diharap bersabar dan percaya bahwa bantuan akan sampai ke tangan yang berhak.</p>
<p>“Kami terus berusaha hingga sampai di tangan masyarakat. Proses distribusi bantuan di posko kami lakukan secara bertahap,” kata Abdul.</p>
<p>“Semua dukungan logistik yang dititipkan kepada kami melalui Pos Halim, Labuan Bajo atau Maumere pasti kita akan sampaikan kepada masyarakat terdampak,’ tutupnya. (red/ist)</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Video Bus Diduga Bawa Massa ke Jakarta, Ternyata Rombongan Wisata</title>
<link>https://www.maximadaily.com/viral-video-bus-diduga-bawa-massa-ke-jakarta-ternyata-rombongan-wisata</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/viral-video-bus-diduga-bawa-massa-ke-jakarta-ternyata-rombongan-wisata</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8e5df9c3134.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 15:56:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0in; background: white;"><span style="font-size: 12pt;"><strong><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Jakarta</span></strong><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;"> – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah bus dari berbagai daerah dan dinarasikan membawa massa menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa. <o:p></o:p></span></span><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Namun, video tersebut merupakan rekaman lama yang kembali diposting ulang, sehingga konteksnya tidak berkaitan dengan situasi terkini.<o:p></o:p></span><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;"></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Beredarnya kembali video tersebut sempat memunculkan narasi bahwa sejumlah bus tengah membawa massa menuju Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa. <o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Faktanya, salah satu rombongan bus yang terlihat dalam video merupakan kendaraan yang membawa pelajar setelah melakukan perjalanan wisata.<o:p></o:p></span></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Hal tersebut disampaikan seorang personel PJR yang melaporkan kondisi lalu lintas di jalan tol. <o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">“Selamat siang komandan, rombongan bus dari SMP Negeri 2 Cilacap yang habis berwisata mau kembali ke Cilacap,” kata seorang personel PJR yang melaporkan situasi di jalan tol.<o:p></o:p></span></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Keterangan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan bus dalam video tidak serta-merta berkaitan dengan rombongan massa yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.</span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;"><o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Menanggapi informasi tersebut, Kainduk PJR Cikampek Korlantas Polri Kompol Sandy mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. <o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Ia meminta masyarakat mengecek fakta terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.<o:p></o:p></span></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi berita-berita yang beredar di media sosial, cek kebenarannya,” kata Kompol Sandy pada Selasa (25/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Di tengah beredarnya video tersebut, kondisi arus lalu lintas di sejumlah ruas tol menuju Jakarta terpantau ramai lancar pada Selasa (25/8/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-size: 12pt;"><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Kondisi ini terjadi bertepatan dengan libur nasional dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. <o:p></o:p></span><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;">Kompol Sandy mengatakan, arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dari arah timur menuju Jakarta masih terpantau ramai lancar.<o:p></o:p></span></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">“Kami informasikan kepada seluruh masyarakat hari ini Selasa 25 Agustus 2026 (pada siang hari), khususnya Ruas Tol Jakarta-Cikampek yang mengarah dari arah timur menuju Jakarta dalam situasi ramai lancar,” terangnya.<o:p></o:p></span></p>
<p style="margin: 0in; background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Selain Tol Jakarta-Cikampek, sejumlah ruas tol penyangga Jakarta juga terpantau lancar. Ruas tersebut di antaranya Tol Serang, Bogor, Bocimi, Jagorawi, BSD, Bitung, dan Cipularang. <o:p></o:p></span><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Menurut Kompol Sandy, mayoritas masyarakat yang melintas di sejumlah ruas tol tersebut melakukan perjalanan wisata untuk memanfaatkan libur nasional.<o:p></o:p></span></p>
<p style="margin: 0in; background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;"></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">“Ruas-ruas tol yang menjadi penyangga pintu masuknya Jakarta terpantau bahwasanya masyarakat mayoritas juga sama dilaporkan melaksanakan wisata dalam rangka libur nasional,” jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: Georgia, serif; color: rgb(49, 49, 49); font-size: 12pt;">Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, termasuk video yang mengaitkan keberadaan sejumlah bus dengan keberangkatan massa menuju Jakarta.<o:p></o:p></span></p>
<p style="background: white; box-sizing: border-box; outline: 0px; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0in 0in 12.75pt 0in;"><span style="font-family: 'Georgia',serif; color: #313131;"><span style="font-size: 12pt;">Korlantas Polri kembali mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun kepanikan di tengah masyarakat. (red/ist)</span><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral! Ikan Purba Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Simak Fakta dan Penjelasan Ilmiahnya</title>
<link>https://www.maximadaily.com/viral-ikan-purba-oarfish-terdampar-di-pantai-pink-lombok-simak-fakta-dan-penjelasan-ilmiahnya</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/viral-ikan-purba-oarfish-terdampar-di-pantai-pink-lombok-simak-fakta-dan-penjelasan-ilmiahnya</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8db80758842.jpg" length="112742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 05:46:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><strong>Lombok Timur</strong> – Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan warga mengevakuasi seekor ikan purba berukuran raksasa di tepi Pantai Pink 3, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Biota laut langka tersebut teridentifikasi sebagai oarfish (ikan dayung) dengan panjang diperkirakan mencapai 2 hingga 4 meter.Ikan laut dalam yang memiliki bentuk tubuh pipih memanjang menyerupai pita dengan sirip merah khas di kepalanya itu ditemukan warga dalam kondisi lemas di area dangkal. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Meski sempat diangkat bersama-sama oleh warga setempat, ikan tersebut akhirnya dilaporkan mati karena tidak mampu bertahan di habitat air dangkal.Kemunculan satwa misterius ini langsung memicu kepanikan sekaligus spekulasi liar di kalangan netizen. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Banyak masyarakat mengaitkannya dengan mitos Jepang kuno yang menyebut oarfish sebagai "ikan kiamat" atau pembawa pesan akan datangnya bencana alam besar seperti gempa bumi dan tsunami dahsyat. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Menanggapi keresahan warga, Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai fenomena langka ini agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru di masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">"Benar bahwa biota laut yang ditemukan warga di Pantai Pink tersebut adalah jenis oarfish. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan mengaitkan fenomena ini pada mitos-mitos bencana alam. Secara ilmiah, tidak ada bukti valid yang menghubungkan kemunculan ikan laut dalam dengan prediksi gempa bumi. Kemungkinan besar ikan ini naik ke permukaan akibat faktor alami seperti perubahan suhu arus laut dalam, kondisi fisik ikan yang sudah sakit, tua, atau tersesat setelah terbawa arus laut yang kuat," ujar Muslim, S.T., M.Si. selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat memberikan keterangan resminya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Berdasarkan literatur kelautan, oarfish merupakan ikan bertulang sejati terpanjang di dunia yang hidup di zona mesopelagik pada kedalaman 200 hingga 1.000 meter di bawah permukaan laut. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;">Karena hidup di kegelapan laut dalam, mereka sangat jarang berinteraksi dengan manusia kecuali dalam kondisi darurat ekstrem seperti stres lingkungan atau gangguan kesehatan yang membuat mereka mengapung dan terbawa arus hingga terdampar ke pesisir pantai. Saat ini, bangkai ikan tersebut telah diamankan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur konservasi laut. (red/ist)<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Soroti Risiko Transisi Warga Desil 5 ke 6</title>
<link>https://www.maximadaily.com/titik-rawan-bansos-wali-kota-bandung-soroti-risiko-transisi-warga-desil-5-ke-6</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/titik-rawan-bansos-wali-kota-bandung-soroti-risiko-transisi-warga-desil-5-ke-6</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d73a43af14.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 22:25:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><span class="inqyif"><b>Bandung</b></span> — Pemerintah Kota <span style="color: black; mso-themecolor: text1; mso-style-textoutline-type: none; mso-style-textoutline-outlinestyle-dpiwidth: 0pt; mso-style-textoutline-outlinestyle-linecap: flat; mso-style-textoutline-outlinestyle-join: round; mso-style-textoutline-outlinestyle-pctmiterlimit: 0%; mso-style-textoutline-outlinestyle-dash: solid; mso-style-textoutline-outlinestyle-align: center; mso-style-textoutline-outlinestyle-compound: simple; mso-effects-shadow-color: black; mso-effects-shadow-themecolor: dark1; mso-effects-shadow-alpha: 40.0%; mso-effects-shadow-dpiradius: 3.0pt; mso-effects-shadow-dpidistance: 1.5pt; mso-effects-shadow-angledirection: 2700000; mso-effects-shadow-align: topleft; mso-effects-shadow-pctsx: 100.0%; mso-effects-shadow-pctsy: 100.0%; mso-effects-shadow-anglekx: 0; mso-effects-shadow-angleky: 0;"><a href="https://jabarprov.go.id/berita/wali-kota-bandung-soroti-transisi-desil-5-6-minta-warga-rentan-tetap-terlindungi-25274" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: black; mso-themecolor: text1;">Bandung</span></a><!--TgQPHd|||[["https://jabarprov.go.id/berita/wali-kota-bandung-soroti-transisi-desil-5-6-minta-warga-rentan-tetap-terlindungi-25274",null,null,[null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[{"1218":[16]}]],16,null,"Wali Kota Bandung Soroti Transisi Desil 5-6, Minta Warga ...","Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,\" tutur Muhammad Farhan. Pemkot Bandung akan memantau warga hingga tingkat kewilayahan untuk memastikan perubahan status desil tidak mengabaikan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya. Pemantauan tersebut dapat memanfaatkan program Siskamling Siap Jaga Bencana sebagai sarana warga menyampaikan kondisi dan kebutuhan secara langsung. \"Kita masih jalan Siskamling Siap Jaga Bencana untuk memastikan bahwa warga di setiap kewilayahan itu bisa menyampaikan aspirasinya. Apakah memang menimbulkan kesulitan atau memang sedang dalam keadaan baik-baik saja,\" katanya. Farhan menilai pemantauan langsung diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran faktual ketika terjadi perubahan status dalam data kesejahteraan warga. Pemkot Bandung juga akan mencermati mekanisme pembaruan data untuk memastikan perubahan kondisi ekonomi warga dapat dilaporkan melalui kanal yang tersedia. \"Kalau saya enggak salah itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,\" ucapnya. Akurasi data menjadi dasar Pemkot Bandung menjaga ketepatan sasaran bantuan dan memastikan warga rentan tetap memperoleh perlindungan sosial. \"Fokus kita, transisi Desil 5 ke Desil 6,\" pungkasnya. ... Berita Terkait * Wakil dari Majalengka dan Cimahi Terpilih di Ajang Mojang Jajaka Jabar 2026. sosial | 11 jam yang lalu. * Pemkot Bandung Galang Solidaritas untuk NTT, Terkumpul Bantuan Awal Rp1 Miliar. sosial | 11 jam yang lalu. * 24 Peserta Ikuti Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut. sosial | 11 jam yang lalu. * Malam Puncak FFB, Film Pangku Raih Tiga Penghargaan Terpuji. sosial | 19 jam yang lalu. * KDM Serahkan Bantuan dari Pemprov Jabar untuk Korban Gempa NTT Rp4 Miliar. sosial | 23 Agustus 2026.","https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q\u003dtbn:ANd9GcQ8i0W9B2q4mTdmyiRQuQ7HXXZwRgod8VLH93G0mGswTnGPRRxc1x9B4HYUdZyrNmCCD1J3_zjLYS7c_q8","Jabarprov","https://encrypted-tbn0.gstatic.com/faviconV2?url\u003dhttps://jabarprov.go.id\u0026client\u003dAIM\u0026size\u003d128\u0026type\u003dFAVICON\u0026fallback_opts\u003dTYPE,SIZE,URL",[[1787654904244724,107768847,4011548889],null,null,null,null,[[0,9]]],null,"4d09d25a-10f9-4ddd-9903-4e57371c02cd"]]--></span> memberikan perhatian khusus terhadap pergeseran data kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang berada pada masa transisi dari Desil 5 ke Desil 6. Perubahan status administrasi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini dinilai rawan memutus hak warga rentan dari akses bantuan sosial (bansos), meskipun kondisi ekonomi riil mereka di lapangan belum sepenuhnya stabil.</span><o:p></o:p></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kelompok transisi ini memiliki tingkat kerentanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat mapan di Desil 9 atau 10 yang kehilangan subsidi BBM. Pergeseran angka desil dari 5 ke 6 secara otomatis menghentikan berbagai bantuan sosial pendukung yang sangat mereka butuhkan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]-->"Buat Pemkot, di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke Desil 6. Kalau Desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan," ujar <strong data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="tP2kf#s32ZS" data-sfc-root="ep" jsuid="YVra2d_10" data-complete="true" data-copy-service-computed-style="font-family: " google="" sans",="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" font-weight:="" 700;="" margin:="" 0px;="" text-decoration:="" none;="" border-bottom:="" 0px="" rgb(10,="" 10,="" 10);"="">Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan<!--TgQPHd|||[]--></strong>, saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]-->Guna mengantisipasi dampak dari ketidakakuratan data, Pemkot Bandung bergerak cepat dengan memperketat pemantauan hingga ke tingkat kewilayahan. Salah satu instrumen yang dioptimalkan adalah program <em jsaction="" jscontroller="yHWXO#Mkm8ud" data-sfc-root="ep" jsuid="YVra2d_12" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: " google="" sans",="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" font-weight:="" 400;="" margin:="" 0px;="" text-decoration:="" none;="" border-bottom:="" 0px="" rgb(10,="" 10,="" 10);"="">Siskamling Siap Jaga Bencana<!--TgQPHd|||[]--></em>. Melalui program berbasis komunitas ini, warga dapat langsung menyampaikan aspirasi serta melaporkan jika terjadi penurunan kondisi ekonomi secara mendadak kepada petugas.<o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><!--TgQPHd|||[]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Selain pengawasan langsung, <span class="inqyif"><span data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="KdQfFc#d5Qebf" data-sfc-root="ep" jsuid="YVra2d_14" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: " google="" sans",="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" font-weight:="" 400;="" margin:="" 0px;="" text-decoration:="" none;="" border-bottom:="" 0px="" rgb(10,="" 10,="" 10);"="">Wali Kota Bandung Muhammad Farhan<!--TgQPHd|||[]--></span></span> juga mengimbau warga untuk aktif memanfaatkan kanal pengaduan dan pembaruan data mandiri yang disediakan pemerintah melalui situs web resmi. Langkah integratif ini diambil demi memastikan bahwa setiap kebijakan perlindungan sosial berjalan tepat sasaran, serta menjaga agar warga yang masih membutuhkan tidak kehilangan haknya hanya karena kesalahan pencatatan administratif.<!--TgQPHd|||[]--> (red/ist)</span><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 107%; font-family: 'Georgia',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: Arial; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Video Asusila, Kabiro PBJ Pemprov Sumbar Resmi Mengundurkan Diri</title>
<link>https://www.maximadaily.com/viral-video-asusila-kabiro-pbj-pemprov-sumbar-resmi-mengundurkan-diri</link>
<guid>https://www.maximadaily.com/viral-video-asusila-kabiro-pbj-pemprov-sumbar-resmi-mengundurkan-diri</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://www.maximadaily.com/uploads/images/202608/image_870x580_6a8d63442b14b.jpg" length="49398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 16:44:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"><b><span style="font-size: 12pt;">Padang</span></b><span style="font-size: 12pt;"> – Jagat media sosial di Sumatera Barat dihebohkan oleh beredarnya rekaman video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang pejabat publik. Menanggapi kegaduhan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat dengan memanggil oknum yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.<o:p></o:p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pejabat tersebut, yakni Cerry M, yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi (Setda Pemprov) Sumatera Barat, akhirnya mengakui keterlibatannya dalam video tersebut. Tak lama setelah memberikan pengakuan, ia langsung mengambil langkah untuk menanggalkan posisinya sebagai bentuk tanggung jawab moral.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan bahwa proses hukum dan penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Pihak Pemprov juga langsung membentuk tim khusus untuk menangani pelanggaran etik berat ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Drs. Hansastri, MM, menegaskan bahwa Pemprov Sumbar tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran moral yang mencoreng nama baik instansi pemerintahan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;">"Benar, yang bersangkutan sudah kami panggil dan beliau secara jujur mengakui bahwa orang dalam video itu adalah dirinya. Menyadari kesalahannya, beliau langsung mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Kabiro PBJ. Meski demikian, kami tetap membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc untuk memproses pelanggaran disiplin ASN ini secara resmi dan objektif," ujar Drs. Hansastri, MM (Pembina Utama Madya), Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat saat memberikan keterangan resmi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: georgia, palatino, serif;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Saat ini, posisi Kepala Biro PBJ Setda Pemprov Sumbar tengah dipersiapkan untuk diisi oleh pelaksana tugas (Plt) agar agenda pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah tidak terganggu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"><span style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumbar untuk selalu menjaga integritas, etika, dan kehormatan korps baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. (red/ist)</span><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>