Habib Bahar Desak Penutupan Total Pabrik Miras di Bogor
Bogor – Ketegangan melanda kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, saat Habib Bahar bin Smith memimpin unjuk rasa besar di depan pabrik minuman keras PT Inti Tirta Sari Makmur di Desa Sanja, Selasa (18/8).
Aksi ini merupakan buntut dari polemik video viral mengenai tantangan menghafal Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol di sebuah festival musik yang memicu kemarahan umat Islam.
Massa mendesak penghentian total aktivitas produksi.Dalam mediasi, pihak pabrik meminta waktu penundaan selama tujuh hari untuk menghentikan operasional secara bertahap. Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Habib Bahar yang menuntut penutupan seketika demi menjaga moral bangsa.
Suasana semakin memanas ketika Habib Bahar melontarkan ancaman keras di hadapan massa dan pengelola pabrik. Beliau menegaskan tidak akan mundur dalam memberantas peredaran miras yang dinilainya sebagai akar dari segala kemaksiatan di masyarakat.
"Kalau enggak ditutup, kalian duduk diam, saya yang bakar. Habis saya bakar, saya menyerahkan diri ke kepolisian," tegas Habib Bahar di tengah orasinya yang disambut takbir dari pendukung di lokasi.
Pernyataan berani ini menegaskan posisinya yang siap menghadapi konsekuensi hukum demi menutup tempat tersebut. Beliau menambahkan bahwa memberantas kemaksiatan tidak butuh kompromi waktu.
Baginya, miras adalah induk dari segala kejahatan yang merusak generasi muda bangsa.Aksi yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan TNI ini berjalan dengan pengawasan penuh guna mencegah terjadinya tindakan anarkis.
Hingga kini, aparat masih berjaga di sekitar lokasi pabrik untuk mengantisipasi pergerakan massa lanjutan dan memastikan situasi wilayah tetap aman terkendali.
(red)