Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Serap 440 Ribu Tenaga Kerja

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Serap 440 Ribu Tenaga Kerja
(Foto: Pemprov DKI Jakarta)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)
Jakarta - Provinsi DKI Jakarta kembali mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jakarta mencapai Rp249,3 triliun pada periode Januari–September 2026. Capaian tersebut berkontribusi sebesar 16,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional dan menyerap 440.744 tenaga kerja Indonesia (TKI).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jakarta. Menurutnya, besarnya penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Bagi kami, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Penyerapan lebih dari 440 ribu tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi. Inilah dampak investasi yang ingin terus kami dorong agar semakin luas dan berkelanjutan,” ujar Heru, Selasa (3/11).
Ia menambahkan, Jakarta tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada kualitas dan dampak yang dihasilkan. Investasi diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Inilah yang menjadi arah pengembangan investasi Jakarta ke depan, yakni menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga Jakarta,” tegas Heru.
Berdasarkan data yang sama, dari total 440.744 tenaga kerja yang terserap selama Januari–September 2026, sebanyak 322.380 orang bekerja pada sektor usaha dengan sumber penanaman modal dalam negeri (PMDN), sedangkan 118.364 orang terserap pada sektor usaha dengan sumber penanaman modal asing (PMA).
Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen
Di sisi lain, realisasi investasi kumulatif Jakarta selama periode Januari–September 2026 mencapai Rp249,3 triliun. Capaian tersebut menempatkan Jakarta pada peringkat pertama nasional dengan kontribusi sebesar 16,2 persen terhadap total investasi nasional. Nilai tersebut meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp204,2 triliun.
Sementara itu, pada Triwulan III 2026, realisasi investasi Jakarta mencapai Rp75,7 triliun, yang terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp53,6 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD1,34 miliar atau setara dengan Rp22,1 triliun. Capaian tersebut berkontribusi sebesar 14,3 persen terhadap total realisasi investasi nasional dan tumbuh 19,49 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni Rp63,3 triliun.
“Capaian ini membuktikan bahwa Jakarta memiliki daya saing, infrastruktur, dan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan investasi. Hal ini tentu tidak terlepas dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong seluruh jajaran untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat,” ungkap Heru.
Untuk menjaga momentum tersebut, Heru menyampaikan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta akan terus mengoptimalkan berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan investasi. Langkah tersebut meliputi optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi layanan perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, serta penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.
Jakarta Selatan Jadi Lokasi Favorit Investor
Heru memaparkan sebaran realisasi investasi secara kumulatif pada periode Januari-September Tahun 2026, berdasarkan wilayah kota Administrasi di DKI Jakarta. Menurutnya, realisasi investasi PMDN dan PMA kumulatif terbesar masih berada di wilayah Jakarta Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp96,9 triliun atau 39%.
“Jakarta Selatan menjadi kontributor investasi terbesar dengan nilai Rp96,9 triliun atau 39%. Jakarta Pusat menyusul sebesar Rp68,5 triliun atau 28%, Jakarta Utara Rp32,2 triliun atau 13%, Jakarta Barat Rp28 triliun atau 11%, Jakarta Timur Rp23,4 triliun atau 9%, dan Kabupaten Kepulauan Seribu Rp291 miliar atau 0,1%," papar Heru.
Heru mengungkapkan bahwa tingginya angka realisasi investasi di Jakarta tidak terlepas dari berbagai inovasi layanan penanaman modal dan kemudahan perizinan/ nonperizinan, yang dilakukan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
“Kemudahan perizinan dan kepastian pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dunia usaha. Karena itu, DPMPTSP DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha,” ungkap Heru.
Heru menyebut, sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar di Jakarta pada Januari–September 2026 dengan nilai Rp76,3 triliun atau 31%. Berikutnya, sektor Jasa Lainnya mencatat Rp69,3 triliun atau 28%, serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp34,3 triliun atau 14%.
Lima Negara Penyumbang Investasi Asing
Terbesar di Jakarta Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA), Singapura masih menjadi negara dengan kontribusi investasi terbesar di Provinsi DKI Jakarta sepanjang Januari–September 2026. Realisasi investasi dari Singapura mencapai Rp37,9 triliun, disusul Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp12,9 triliun, Hongkong Rp7,6 triliun, Jepang Rp6,9 triliun, dan Korea Selatan Rp3,3 triliun.
Heru, mengatakan dominasi sejumlah negara tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap Jakarta sebagai pusat bisnis dan ekonomi strategis di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan, jasa keuangan, serta berbagai aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi menjadi daya tarik bagi investor global untuk mengembangkan kegiatan usaha.
“Kepercayaan investor internasional merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi utama, baik nasional maupun regional. Kami akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan kualitas pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, serta fasilitasi atas kebutuhan dan kendala investor,” jelasnya.
DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta juga memperkuat promosi investasi dan mengoptimalkan peluang pada berbagai sektor strategis. Upaya ini diharapkan memperluas jangkauan investor, meningkatkan realisasi penanaman modal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Kami ingin investasi asing yang masuk ke Jakarta semakin berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Selain meningkatkan realisasi investasi, investasi diharapkan mendorong pengembangan usaha, memperkuat aktivitas ekonomi, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” pungkas Heru.(red/ist)
Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)