Picu Kecelakaan Maut, Mas Pram Instruksikan Penertiban Pedagang di Luar Pasar Kramat Jati
Jakarta– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Perumda Pasar Jaya untuk segera menertibkan serta merelokasi para pedagang yang berjualan di luar area resmi Pasar Induk Kramat Jati.
Langkah tegas ini diambil menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas fatal yang merenggut nyawa seorang pelajar berinisial HH (18) di Jalan Raya Bogor, depan kawasan pasar tersebut.
Korban dilaporkan terjatuh dari sepeda motornya akibat permukaan jalan yang sangat licin karena ceceran air dari aktivitas pedagang, sebelum akhirnya tertabrak oleh truk dinas yang melintas. Insiden maut ini menjadi kecelakaan fatal kedua yang terjadi di lokasi yang sama dalam kurun waktu kurang dari satu bulan terakhir.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan pemanfaatan fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan untuk aktivitas dagang yang mengancam keselamatan publik. Ia meminta seluruh pedagang kaki lima (PKL), terutama pedagang ikan dan komoditas basah, segera dipindahkan ke dalam area pasar yang telah disediakan.
Menegaskan instruksi tersebut, Gubernur Pramono Anung memerintahkan jajaran terkait untuk berkoordinasi guna memindahkan pedagang ke dalam pasar demi mencegah terulangnya kecelakaan fatal, terutama karena aktivitas dagang di luar area membuat jalan licin dan mengganggu lalu lintas. "Karena bagaimanapun ini nggak boleh terulang kembali," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, 110 personel gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan TNI/Polri dikerahkan untuk sterilisasi Jalan Raya Bogor, dengan fokus mengembalikan fungsi jalan dan menjaga kebersihan, ujar Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melakukan relokasi secara humanis namun tegas untuk kelancaran lalu lintas dan keselamatan publik. (red/ist)