Gempa NTT M 7,7: Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Jiwa, 907 Luka-luka

Gempa NTT M 7,7: Korban Meninggal Bertambah Jadi 75 Jiwa, 907 Luka-luka
Source Instagram
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kini melonjak menjadi 75 jiwa. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, terdapat penambahan empat korban jiwa yang ditemukan di tiga kabupaten berbeda, yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Selain angka kematian yang terus bertambah, jumlah korban luka-luka tercatat menyentuh angka 907 orang. Sebagian besar korban mengalami patah tulang dan cedera kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah saat gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Situasi di lapangan kian darurat seiring melonjaknya jumlah pengungsi yang kini menembus 92.735 jiwa. Berdasarkan laporan berkala tim gabungan, wilayah Kabupaten Nagekeo menjadi penampung pengungsi terbanyak dengan tambahan penambahan signifikan, disusul oleh Manggarai dan Manggarai Barat. 

Ribuan warga terpaksa tidur di tenda darurat karena rumah mereka hancur, serta dipicu rasa trauma mendalam akibat aktivitas kegempaan yang belum stabil.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengonfirmasi bahwa penanganan puluhan ribu pengungsi mandiri di posko-posko terpencil saat ini menjadi tantangan terberat tim penyelamat. Adanya ribuan gempa susulan yang masih terus bergolak membuat warga takut kembali ke rumah mereka.

"Hingga hari kelima pascagempa, kami mencatat sudah terjadi sebanyak 3.752 kali gempa susulan di wilayah NTT. Aktivitas pengungsian yang masif dan menyebar secara mandiri di area perbukitan memicu keterlambatan distribusi bantuan logistik ke beberapa titik darurat. Namun, pemerintah terus mengoptimalkan jalur udara menggunakan helikopter milik TNI dan Basarnas untuk menjangkau desa pesisir serta wilayah pelosok yang terisolasi akibat longsor," ujar Berton Suar Pelita Panjaitan dalam konferensi pers virtual pada Kamis sore.

Sejauh ini, BNPB bersama instansi terkait telah mendistribusikan total 729 ton bantuan logistik ke area bencana. 

Bantuan pangan, tenda keluarga, obat-obatan, serta kebutuhan sanitasi diprioritaskan melalui jalur udara via Bandara Labuan Bajo dan Maumere, serta jalur laut menggunakan kapal militer. 

Penilaian kerusakan infrastruktur juga terus berjalan dengan total kerusakan bangunan rumah kini terdata mencapai 36.163 unit rumah di seluruh wilayah terdampak.(red/ist)