Mayjen Edy Prakoso Pimpin Langsung Evakuasi Udara Relawan Jakarta yang Gugur di Flores
Labuan Bajo – Kabar duka menyelimuti misi kemanusiaan pascagempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang relawan asal Jakarta yang juga pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, gugur saat mendistribusikan logistik bantuan bagi para korban terdampak.
Almarhum dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (21/8) akibat kelelahan parah hingga memicu serangan jantung. Merespons kejadian tersebut, Basarnas langsung bergerak cepat mengerahkan jalur udara.
Medan darat menuju lokasi bencana di Kabupaten Manggarai Timur dikenal sangat sulit dijangkau. Sebuah Helikopter Dauphin dikerahkan tim SAR guna mempercepat proses evakuasi jenazah agar bisa segera dipulangkan kepada pihak keluarga di Jakarta.
Pada Sabtu (22/8) pagi pukul 07.04 WITA, helikopter milik pemerintah tersebut berhasil mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas. Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung koordinasi evakuasi medis darurat ini.
"Pukul 07.04 Wita, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali," ujar Mayjen Edy Prakoso dalam keterangan resminya kepada media.
"Dedikasi Ahmad Zaki Ali dalam misi kemanusiaan menjadi bagian dari perjuangan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah situasi bencana." sambung Edy.
Setelah berhasil dievakuasi dari Manggarai Timur, jenazah diterbangkan langsung menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
Tim medis membawa almarhum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan jenazah secara layak.
Siang harinya, peti jenazah pejuang kemanusiaan ini diterbangkan ke rumah duka di Jakarta.
Meskipun diselimuti duka mendalam, pihak Basarnas memastikan operasional kemanusiaan di wilayah Flores tidak akan kendur.
Seluruh jajaran potensi SAR tetap bersiaga penuh melayani kebutuhan pengungsi. Pendistribusian bahan pokok, tenda, serta obat-obatan terus dipasok melalui jalur darat maupun udara demi memastikan jangkauan bantuan merata bagi warga NTT. (red)