Petaka di Hari Merdeka: Amukan Angin Jailolo Koyak KM Queen Mary

Petaka di Hari Merdeka: Amukan Angin Jailolo Koyak KM Queen Mary
Detik-detik KM Permata Obi kehilangan kendali akibat cuaca buruk sebelum menghantam buritan KM Queen Mary di Pelabuhan Jailolo. (Source IG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Maluku - Pagi itu, Senin 17 Agustus 2026, Pelabuhan Kelas III Jailolo bersiap menyambut perayaan kemerdekaan. Langit Halmahera Barat semula tampak bersahabat, namun laut selalu menyimpan rahasianya. 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

KM Queen Mary telah bersandar tenang di dermaga Desa Gufasa. Di kejauhan, KM Permata Obi mendekat, bersiap manuver untuk merapat ke sisi pelabuhan. Besi terapung itu bergerak anggun, membelah ombak dalam rutinitas yang seharusnya berjalan sempurna.

Namun takdir berkata lain pada pukul 08.30 WIT. Tanpa peringatan, alam merobek ketenangan. Angin kencang bertiup beringas, bersekongkol dengan arus laut yang mendadak bergolak dahsyat. KM Permata Obi tiba-tiba kehilangan kendali. 

Mesin menderu, namun kemudi tak berdaya melawan amukan alam. Kapal raksasa itu terombang-ambing, terseret tak terkendali menuju buritan KM Queen Mary yang tak sempat menghindar.

"Di tengah amukan angin, besi-besi raksasa itu seolah kehilangan jiwanya. Kami hanya bisa berserah saat alam mengambil alih kendali," kenang seorang saksi mata saat diwawancarai di lokasi.Kepanikan pecah seketika.

Pekikan peluit berbaur dengan teriakan histeris dari daratan. Detik mencekam terasa berjalan lambat saat lambung KM Permata Obi kian merapat dalam kecepatan mengerikan. Benturan keras tak terhindarkan. 

Suara hantaman besi memecah keheningan pelabuhan, memicu getaran hebat yang merontokkan fasilitas dermaga. Karet penahan benturan terlepas seiring robeknya bagian belakang KM Queen Mary.

Dalam balutan ombak, keajaiban masih menyertai karena tidak ada darah yang tumpah atau nyawa yang terenggut. Ketika badai mereda, yang tersisa hanyalah luka pada dinding baja yang terkoyak. 

Pekatnya ketakutan kini berganti rasa syukur mendalam. Di balik kerusakan material, perdamaian akhirnya dirajut secara kekeluargaan di atas tanah Maluku Utara. (red/ist)