Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung

Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta – Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Pengamanan dipusatkan di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Wakil Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Waastamaops) Irjen Laksana mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri atas unsur pimpinan dan staf serta personel dari Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

"Mengerahkan sebanyak 5.641 personel yang terdiri dari 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel di wilayah Polda Metro, dan 1.705 personel di wilayah Polda Jawa Barat," kata Laksana dalam apel gelar pasukan di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026).

Laksana menegaskan, pengamanan tidak hanya dilakukan di area stadion, tetapi juga mencakup seluruh objek dan jalur yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Hal itu meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, serta lokasi lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Kekuatan pengamanan tersebut tidak hanya tergelar di stadion, tetapi juga di seluruh objek dan jalur yang berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan, meliputi titik kedatangan, akomodasi, lokasi latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, objek vital, dan lokasi lain yang memiliki potensi terjadi gangguan Kamtibmas," jelas Laksana.

Laksana menyebutkan, sejumlah potensi kerawanan perlu diantisipasi selama pelaksanaan pertandingan. Di antaranya kepadatan penonton, dinamika antar-suporter, penggunaan atribut yang tidak sesuai ketentuan, serta kepatuhan terhadap tiket dan aturan barang bawaan.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut, Laksana meminta personel melaksanakan pengamanan secara berlapis, termasuk pemeriksaan tiket, orang, dan barang bawaan. Sterilisasi juga perlu dilakukan di sejumlah lokasi, seperti venue pertandingan, hotel, tempat latihan, serta rute pergerakan pemain dan ofisial.

"Laksanakan pengamanan secara berlapis serta pemeriksaan tiket, orang, barang bawaan, serta sterilisasi terhadap venue, hotel, lokasi latihan, dan rute pergerakan pemain maupun ofisial," ujar Laksana.

Selain aspek keamanan di lokasi pertandingan, Polri turut mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat tingginya mobilitas massa dan suporter. Faktor kedaruratan, seperti cuaca ekstrem, kebakaran, dan kondisi medis, juga menjadi perhatian, termasuk perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Laksanakan rekayasa lalu lintas secara situasional, siapkan jalur alternatif dan kantong parkir, serta lakukan deteksi dini dan penyelenggaraan terhadap kelompok suporter untuk pengendalian pergerakan massa sejak kedatangan hingga kepulangan," kata Laksana.

Laksana juga menginstruksikan jajaran meningkatkan patroli serta pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk melalui patroli siber dan pemantauan media sosial.

"Tingkatkan patroli terbuka maupun tertutup pada titik rawan kriminalitas, patroli siber dan monitoring media sosial, serta kesiapan pengamanan antiteror, penjinak bom, dan antidrone," imbuh Laksana.

Laksana meminta seluruh jajaran melaksanakan tugas pengamanan secara optimal agar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia berjalan lancar dan aman.

"Keberhasilan pengamanan FIFA Asian Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, ofisial, suporter, masyarakat, dan kelancaran mobilitas, kualitas pelayanan, serta terciptanya rasa aman di seluruh rangkaian kegiatan," pungkas Laksana. (red/ist)