BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan Guncang Flores NTT, Terbesar M 6,2
Kupang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi 2.119 gempa susulan (aftershock) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa (18/8) pukul 05.00 WIB. Rentetan aktivitas tektonik tersebut terjadi pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu lalu. Berdasarkan analisis seismik, seluruh rangkaian getaran ini dipicu oleh pergerakan aktif dari Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust).
Dari ribuan gempa susulan yang terdata, BMKG mencatat ada 24 kejadian yang memiliki kekuatan cukup besar di atas Magnitudo 5. Sementara itu, sebanyak 70 getaran di antaranya dirasakan sangat kuat oleh warga setempat. Gempa susulan terbesar sejauh ini tercatat mencapai Magnitudo 6,2, yang sempat memicu kepanikan massal di beberapa titik posko pengungsian darurat.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa fenomena beruntun ini merupakan proses pelepasan sisa energi yang wajar setelah terjadinya gempa utama yang besar. Karakteristik patahan di utara Flores memang kerap memicu rangkaian gempa susulan yang intensif dalam durasi waktu yang cukup panjang.
"Kami memprediksi aktivitas gempa susulan di NTT masih berpotensi terjadi hingga tiga sampai empat pekan ke depan. Namun, masyarakat tidak perlu panik karena secara tren seismik, kekuatan guncangannya akan meluruh dan melemah secara bertahap," ujar Wijayanto saat diwawancarai media, Selasa (18/8).
BMKG mengimbau warga untuk sementara waktu mengosongkan rumah atau bangunan yang mengalami retak dan kerusakan struktur akibat gempa utama. Warga diminta memeriksa kelayakan hunian secara jeli guna menghindari risiko roboh akibat akumulasi getaran susulan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini memprioritaskan pemulihan jalur logistik dan penguatan tenda darurat. Warga juga diminta terus memantau aplikasi resmi guna mendapatkan data riil dan menghindari paparan isu hoaks yang tidak berdasar. (red/ist)
Redaksi