Gempa M 7,7 Guncang NTT: Air Laut Labuan Bajo Sempat Surut, Warga Lari ke Perbukitan
Labuan Bajo — Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi (15/8/2026) memicu kepanikan besar di Labuan Bajo. Guncangan kuat tersebut diikuti oleh fenomena mencemaskan, di mana air laut di pesisir tiba-tiba surut drastis.
Kondisi ini menjadi pertanda munculnya gelombang tsunami kecil yang melanda kawasan wisata tersebut.
Berdasarkan data BMKG, tsunami setinggi 0,36 meter terdeteksi masuk ke daratan Labuan Bajo pada pukul 06.26 WITA. Air laut yang semula berada di kisaran 3 meter menyusut jauh dalam waktu singkat, terutama di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Waterfront.
Fenomena surutnya air laut secara mendadak ini langsung memicu alarm bahaya bagi warga pesisir.Ribuan warga yang bermukim di sepanjang Jalan Pantai Pede langsung berhamburan keluar rumah.
Mereka berlari dan berkendara mencari tempat yang lebih tinggi demi menghindari ancaman gelombang laut."Awalnya gempa terasa sangat kuat sampai barang di rumah berjatuhan. Pas saya lari ke arah pantai, air laut sudah surut jauh sekali dari garis normal. Kami semua langsung teriak 'tsunami' dan lari sekencang mungkin ke arah perbukitan," ujar Maria (34), warga pesisir Labuan Bajo yang ikut mengungsi.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus memantau situasi di lapangan. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada di lokasi pengungsian, serta tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi secara resmi dari lembaga terkait. (red)
hendro