Mencekam! Detik-Detik Puluhan Nyawa Selamat dari Amukan Air Bah Dadakan

Mencekam! Detik-Detik Puluhan Nyawa Selamat dari Amukan Air Bah Dadakan
Air Terjun Mae Sa, Distrik Mae Rim, berubah menjadi jeritan pilu pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026. Air bah berwarna cokelat pekat datang sangat cepat dari Hulu Gunung. (source: istimewa)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Chiang Mai — Suara tawa bahagia wisatawan di Air Terjun Mae Sa, Distrik Mae Rim, berubah menjadi jeritan pilu pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026. Air bah berwarna cokelat pekat datang sangat cepat dari hulu gunung.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Arus liar langsung meruntuhkan keceriaan hari itu dan menjebak puluhan turis dalam hitungan detik.Di tengah kepanikan, suara peluit petugas berbunyi sangat nyaring. 

Air setinggi dada mengamuk dan menyeret beberapa orang yang sedang asyik berfoto. Beberapa turis asing tampak bertahan hidup dengan mencengkeram erat batu-batu licin. Tubuh mereka gemetar melawan derasnya arus sungai yang siap menenggelamkan mimpi mereka.

"Semua terjadi sangat cepat. Air yang semula jernih berubah menjadi gulungan lumpur dalam sekejap. Saya mendengar teriakan minta tolong yang menyayat hati di mana-mana," ujar Art, seorang saksi mata yang merekam kejadian tersebut dengan tangan yang gemetar.

Melihat kepasrahan di wajah para korban yang terjebak, petugas Taman Nasional Doi Suthep-Pui tidak tinggal diam. Tanpa memedulikan keselamatan diri, mereka bersama warga lokal langsung melemparkan tali ke tengah pusaran air. Mereka membentuk rantai manusia untuk menarik para korban yang hampir kehilangan sisa kekuatan.

"Tugas kami adalah memastikan tidak ada satu pun nyawa yang hilang di sini. Saat melihat mereka menangis di atas batu, kami hanya berpikir bagaimana cara menarik mereka secepatnya ke daratan," kata salah satu petugas penyelamat dengan mata berkaca-kaca setelah aksi evakuasi.

Ajaib, mukjizat sore itu nyata. Semua wisatawan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meski beberapa orang mengalami luka ringan. Peristiwa ini meninggalkan rasa haru yang mendalam tentang indahnya aksi saling menyelamatkan di tengah amukan alam. (red)