Mencekam, Kobaran Api Seberangi Jalan dan Hanguskan Puluhan Ruko di Sungai Duri

Mencekam, Kobaran Api Seberangi Jalan dan Hanguskan Puluhan Ruko di Sungai Duri
Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sungai Duri di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. (Source: IG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Bengkayang – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis malam (20/8/2026). 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Kebakaran besar melanda komplek pertokoan padat tersebut, menghanguskan sekitar 50 ruko menjadi arang dan berdampak langsung pada 39 kepala keluarga.

Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 18.15 WIB. Embusan angin kencang serta struktur bangunan tua yang didominasi material kayu membuat api menjalar dengan sangat cepat. 

Kobaran api yang membubung tinggi bahkan sempat menyeberang dan membakar ruko di kedua sisi jalan nasional. 

Kondisi ini menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Pontianak dan Singkawang lumpuh total karena ditutup demi keselamatan.

Ratusan warga panik berlarian menyelamatkan barang berharga di tengah kepulan asap hitam pekat. 

Sebanyak 33 unit armada pemadam kebakaran swasta dari berbagai wilayah, seperti Mempawah, Singkawang, hingga Pontianak, dikerahkan untuk memadamkan api.

Di tengah kepanikan warga, seorang saksi mata sekaligus warga setempat menceritakan situasi menegangkan saat api mulai berpindah arah akibat angin kencang.

"Api sangat cepat membesar karena angin kencang sekali. Kami semua panik karena dalam hitungan menit, api sudah menyeberang ke rumah toko di seberang jalan," ujar Suci, salah satu warga di lokasi kejadian.

Api baru berhasil dikendalikan total pada Jumat (21/8/2026) dini hari setelah petugas gabungan TNI-Polri dan damkar berjibaku selama berjam-jam. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang melaporkan total 119 jiwa terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp70 miliar. 

Pihak desa kini telah mendirikan posko pengungsian darurat di aula kantor Desa Sungai Duri untuk membantu para korban. (red/ist)