Momen Unik Pemadam Kebakaran Temukan Singkong Siap Makan di Lokasi Karhutla
Kalteng – Di tengah kepulan asap pekat dan hawa panas yang membakar kulit, sebuah fenomena tak biasa sekaligus mengundang rasa haru tertangkap kamera di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan.
Para petugas pemadam kebakaran dan relawan yang sedang berjuang menjinakkan si jago merah, dikejutkan dengan penemuan singkong matang di dalam tanah yang hangus terbakar.
Suhu ekstrem akibat karhutla ternyata mampu membakar umbi-umbian di dalam tanah hingga matang sempurna tanpa perlu dimasak secara sengaja.
Momen ironis ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun media sosial Voxnetizens. Dalam potongan video singkat tersebut, terlihat seorang petugas yang mengenakan seragam pemadam dan topi pelindung sedang berjongkok di atas tanah yang hitam legam.
Dengan tangan kosong yang kotor berlumpur, ia menggali tanah sisa bakaran dan menarik keluar sepotong singkong. Kulit singkong itu nampak mengelupas, sementara bagian dalamnya terlihat putih empuk, siap untuk disantap.
Saat dikonfirmasi di lapangan, salah seorang relawan pemadam kebakaran, Kadam, menceritakan bagaimana momen unik itu terjadi secara spontan di sela-sela perjuangan mereka melawan kobaran api.
"Waktu itu kami sedang istirahat setelah beberapa jam nonstop menyemprotkan air ke titik api. Tiba-tiba salah satu teman melihat ada batang singkong yang ikut gosong. Iseng-iseng kami gali tanahnya menggunakan ranting pohon. Ternyata di bawahnya ada singkong yang sudah matang sempurna karena panas tanah di sini luar biasa tinggi. Rasanya campur aduk, lapar dan sedih melihat lahan warga habis terbakar," ujar Kadam saat diwawancarai.
Kejadian ini menggambarkan sisi lain yang sangat kontras dari bencana karhutla tahunan di Kalimantan. Di satu sisi, pemandangan singkong bakar alami ini memicu senyum kecil di wajah para petugas yang kelelahan setelah berjam-jam bertaruh nyawa.
Namun di sisi lain, fenomena ini menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya suhu panas yang melanda wilayah perkebunan warga akibat amukan api.
Tanah yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini berubah menjadi tungku pembakar raksasa yang merusak ekosistem hutan dan memusnahkan mata pencaharian masyarakat lokal.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan para relawan terus bersiaga penuh di lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Meski harus menghadapi medan yang sulit dan ancaman ISPA, para petugas tetap bertahan demi menyelamatkan paru-paru hijau Kalimantan dari kehancuran total. (red)