TNI AU dan BNPB Evakuasi Tiga Pasien Gempa NTT Melalui Udara
NTT - TNI Angkatan Udara bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam evakuasi medis udara (Air Medical Evacuation/AirMedvac) terhadap tiga pasien dari Reruwairere, Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere, Kamis (20/8/2026).
Evakuasi melibatkan prajurit Batalyon Kesehatan TNI Angkatan Udara (Yonkesau), Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan BNPB. Dukungan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemindahan pasien dari wilayah yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Sarana yang digunakan dalam evakuasi berupa helikopter BNPB jenis Airbus Helicopters H125 dengan nomor registrasi PK-DBM. Helikopter tersebut membawa tiga pasien dari pick-up point Reruwairere, Palue, Kabupaten Sikka, menuju RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere.
Ketiga pasien yang dievakuasi terdiri atas Ny. Maria Heri, 71 tahun, dengan diagnosis fraktur tertutup tulang paha kiri, Ny. Maria Anyela Ngei, 30 tahun, dengan kondisi kehamilan anak ke-4 usia kehamilan 39–40 minggu, serta Tn. Rusli, 52 tahun, dengan diagnosis cedera kepala ringan disertai luka robek pada kepala dan siku kanan.
Setelah tiba di RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere, ketiga pasien selanjutnya mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit. Proses evakuasi berjalan sebagai bagian dari dukungan penanggulangan bencana alam di wilayah Provinsi NTT, khususnya dalam memastikan pasien dari daerah terdampak dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas rujukan.
" Kolaborasi unsur TNI AU dan BNPB melalui dukungan evakuasi medis udara menjadi salah satu upaya mempercepat akses pertolongan bagi masyarakat maupun personel yang membutuhkan penanganan medis, terutama dari wilayah yang memiliki tantangan akses dan kondisi geografis dalam proses evakuasi" ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Marsekal Pertama TNI Angkatan Udara, I Nyoman Suadnyana, dalam keterangan tertulis kepada awak media. (red/ist)