BNPB Perkuat Penanganan Karhutla TNBTS, 540 Personel Gabungan Dikerahkan
Probolinggo – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat melalui operasi darat dan udara. Sebanyak 540 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Balai Besar TNBTS, pemadam kebakaran, dan relawan dikerahkan untuk memadamkan api yang telah berdampak pada area seluas total 921,42 hektare. Tim taktis terus bersiaga penuh memantau pergerakan titik api di lapangan.
Saat ini, fokus pemadaman darat diarahkan ke kawasan Bukit Dingklik–Pusung Duwur di Kabupaten Pasuruan yang diperkirakan terdampak seluas 78,69 hektare. Sementara itu, wilayah Kabupaten Probolinggo dengan area terdampak 842,73 hektare serta wilayah Kabupaten Lumajang kini berada dalam status pemantauan ketat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi perambatan api baru di wilayah perbatasan antarwilayah tersebut.
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menyatakan bahwa seluruh unsur di lapangan dituntut untuk responsif dalam memitigasi risiko bencana.
"Penanganan karhutla mengedepankan prinsip keselamatan personel dan masyarakat, kecepatan respons terhadap titik api, serta pemantauan berkelanjutan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman," tegas Dodi saat memberikan keterangan terkait strategi pengendalian kebakaran tersebut.
Operasi pemadaman diperkuat oleh Satgas Udara yang mengerahkan helikopter water bombing sebanyak tiga sorti untuk pembasahan di kawasan P30 Probolinggo dan Pusung Pasuruan. Mobilisasi satgas darat didukung oleh perlengkapan modern mulai dari enam unit mobil pemadam, 70 unit motor trail, hingga penggunaan satu unit water drone BNPB.
Petugas juga mengoptimalkan pemantauan digital via aplikasi SIPONGI guna mendeteksi titik panas secara real-time. Demi keselamatan publik, seluruh kawasan wisata TNBTS saat ini ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan. (red)
Redaksi