NTT Digoyang Gempa M 7,7: Warga Sempat Panik, Ini Kata BMKG dan SAR Soal Kondisi Terkini

NTT Digoyang Gempa M 7,7: Warga Sempat Panik, Ini Kata BMKG dan SAR Soal Kondisi Terkini
Source: Ist
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Flores - Sabtu pagi tadi, warga Nusa Tenggara Timur dibuat kaget bukan main. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, tepatnya sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Guncangan kuat ini bikin banyak warga langsung berhamburan keluar rumah sambil panik. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan pemicu utama lindu besar ini.

"Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief Tyastama.

Gak lama setelah lindu terjadi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Kabar ini jelas bikin suasana makin tegang. Untungnya, peringatan tsunami resmi dicabut pada pukul 07.30 WIB. Meski begitu, sensor sempat mencatat adanya kenaikan air laut di area pesisir seperti Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, hingga Maurole. 

Terkait kepanikan tsunami, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama ikut memberikan keterangan resminya.

“Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly.

Sayangnya, bencana ini memakan korban jiwa. Laporan resmi BNPB mengonfirmasi ada warga di Kabupaten Sikka yang meninggal dunia. Salah satunya akibat tertimpa bangunan runtuh di pelabuhan. 

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, membeberkan proses evakuasi yang dilakukan timnya.

"Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa 1 orang korban atas nama Meliana Nenong perempuan berusia 54 tahun dengan kondisi meninggal dunia," ujar Fathur Rahman.

Guncangan keras ini juga merusak fasilitas umum lain, seperti atap Bandara Frans Sales Lega Ruteng yang berjatuhan. 

Hingga beberapa jam setelah gempa utama, puluhan gempa susulan masih terus terekam. Pihak berwenang meminta warga menjauhi dulu bangunan yang retak parah karena rawan roboh akibat gempa susulan. (red)