Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. (source: BMKG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Simalungun – Wilayah Simalungun, Sumatera Utara, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di darat, 11 kilometer arah tenggara Simalungun pada kedalaman 168 kilometer. 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Guncangan kuat ini dirasakan meluas hingga skala V MMI di Tebingtinggi dan Kabanjahe, serta skala III MMI di Kota Medan dan Banda Aceh.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa gempa ini masuk kategori menengah yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya sesar geser turun (oblique normal fault)," ujar Wijayanto yang bertanggung jawab penuh dalam pengamatan seismik dan peringatan dini nasional.

Wijayanto menegaskan masyarakat tidak perlu panik mengenai ancaman gelombang pasang. "Kami pastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Lokasinya berada di bawah daratan dan posisi hiposenternya terlalu dalam, sehingga tidak memicu deformasi dasar laut," tambahnya. 

Hingga Sabtu malam, sistem monitoring BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Pihak BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan memeriksa kondisi struktur rumah masing-masing. Warga diminta menghindari bangunan yang tampak retak atau rusak akibat guncangan. 

Sementara itu, tim reaksi cepat dari BNPB dan BPBD telah diterjunkan ke lokasi episenter untuk mendata dampak kerusakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang parah. (Red)