Gempa NTT: Korban Tewas Capai 51 Jiwa, Proses Evakuasi Terkendala Longsor

Gempa NTT: Korban Tewas Capai 51 Jiwa, Proses Evakuasi Terkendala Longsor
Hingga Minggu (16/8) pukul 09.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi korban tewas melonjak mencapai 51 jiwa. Petugas terus berjibaku melakukan evakuasi. (Source: Basarnas)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Labuan Bajo - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu dini hari (15/8) menyisakan duka mendalam. 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Hingga Minggu (16/8) pukul 09.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi korban tewas melonjak mencapai 51 jiwa. 

Wilayah Kabupaten Manggarai menjadi daerah paling parah dengan temuan 24 korban jiwa, diikuti Kabupaten Manggarai Timur dengan 17 jiwa. 

Sisanya tersebar di wilayah Sikka, Nagekeo, Ende, dan Ngada.Operasi evakuasi di lapangan berjalan dramatis karena terkendala infrastruktur hancur. 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa tim penyelamat terus berpacu dengan waktu di tengah ancaman longsor susulan.

"Prioritas utama kami saat ini adalah membuka akses jalan tertimbun longsor, terutama di jalur darat menuju Kabupaten Nagekeo. Banyak warga dilaporkan masih terjebak di reruntuhan bangunan, dan kami mengerahkan alat berat serta personel tambahan dari luar NTT untuk mempercepat evakuasi," ujarnya saat memberikan keterangan pers.

Selain menelan korban jiwa, bencana akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores ini menyebabkan 64 warga luka berat dan memaksa 9.290 jiwa mengungsi. 

Alarm peringatan dini sempat berbunyi setelah tsunami kecil terdeteksi di 10 titik pesisir, sebelum akhirnya status waspada dicabut. Kerusakan fasilitas publik juga meluas, termasuk dampak minor pada 5 bangunan terminal bandara serta kerusakan di Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.

Aparat berwenang mengimbau warga di posko pengungsian mandiri maupun darurat untuk tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan. Bantuan logistik berupa tenda, makanan, dan obat-obatan kini mulai disalurkan secara bertahap melalui jalur laut guna menembus wilayah terisolasi. (red)