Soroti Tantangan Pejabat Baru Polri, Kompolnas Tekankan Pentingnya Budaya Low Profile

Soroti Tantangan Pejabat Baru Polri, Kompolnas Tekankan Pentingnya Budaya Low Profile
source: istimewa
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta — Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan para pejabat baru di lingkungan Polri agar membangun budaya pelayanan yang lebih ramah dan berorientasi pada pendekatan humanis. Salah satu tantangan utama yang harus segera dijawab oleh para perwira yang baru dilantik adalah kemampuan mendekatkan diri secara nyata kepada masyarakat.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, menekankan bahwa pendekatan kepolisian modern memerlukan pergeseran kultur internal, salah satunya dengan menanamkan sikap low profile atau rendah hati dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sikap ini dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan sekat komunikasi antara aparat penegak hukum dan warga.

"Tantangan menonjol bagi para pejabat baru, baik PJU di Mabes Polri maupun pimpinan di wilayah, adalah membangun kedekatan dengan masyarakat. Untuk mencapai hal itu, harus ada kebudayaan baru yang diciptakan, salah satunya adalah sikap low profile. Tanpa adanya budaya rendah hati dan komunikasi yang inklusif, mustahil kedekatan nyata antara polisi dan masyarakat bisa terwujud," tegas Choirul Anam.

Menurut Kompolnas, figur pimpinan kepolisian di daerah harus mampu menjadi teladan bagi bawahannya dalam berinteraksi dengan publik. Sikap responsif, ramah, dan bebas dari kesan arogan dinilai akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri secara keseluruhan.

Selain perubahan perilaku personel, perbaikan tata kelola pelayanan publik di kantor-kantor kepolisian juga menjadi sorotan utama. Kompolnas meminta para pimpinan satuan kerja di tingkat polda, polres, hingga polsek untuk memastikan proses perizinan, penerimaan laporan warga, dan pelayanan administrasi dilakukan secara terbuka, cepat, serta tanpa hambatan birokrasi yang menyulitkan.

Tantangan pembentukan kultur humanis ini diharapkan tidak sekadar menjadi jargon formalitas, melainkan diterjemahkan ke dalam standar operasional penanganan perkara dan interaksi harian personel di lapangan.

Dengan terwujudnya kultur kepolisian yang low profile dan mengedepankan nilai-nilai pengayoman, Kompolnas optimistis hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat akan semakin solid. Hal tersebut diyakini akan memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara persuasif dan berkelanjutan.(red/ist)