Cetak Sejarah Baru, Menhan Sebut RI Kini Mampu Modernisasi Hercules C-130 Sendiri
Jakarta — Langkah nyata menuju kemandirian pertahanan udara Indonesia kini bukan lagi sekadar impian. Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, meresmikan penyerahan pesawat Hercules jenis C-130H dengan nomor ekor A-1319 yang baru saja selesai dimodifikasi total di dalam negeri.
Pesawat berbadan besar ini berhasil diperbarui melalui kolaborasi apik industri lokal, salah satunya lewat pengerjaan oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia. Ke depan, proyek besar pemeliharaan ini juga akan dilanjutkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Di sela-sela peninjauan fisik alutsista tersebut, awak media sempat melakukan wawancara pencegatan (doorstop interview) dengan Menhan. Beliau menegaskan betapa krusialnya momen ini bagi kedaulatan dirgantara nasional.
"Hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi," ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat ditemui di lokasi penyerahan.
Beliau juga menambahkan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk tidak lagi bergantung pada bengkel luar negeri demi menjaga keamanan langit nusantara.
"Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan," tegasnya secara optimistis.
Terbang Lebih Lama hingga 20 Tahun
Modernisasi pesawat ini bukan sekadar servis berkala biasa. Komponen vital pesawat dibongkar dan diganti dengan teknologi paling mutakhir.
Melalui peremajaan total ini, masa pakai pesawat Hercules TNI AU resmi bertambah panjang antara 15 hingga 20 tahun ke depan.
Kertajati Jadi Bengkel Masa Depan
Tidak berhenti sampai di sini, Kemenhan sudah menyusun rencana jangka panjang untuk memperkuat armada transportasi udara. Pemerintah berencana menyulap aset negara di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat perawatan besar (Maintenance, Repair, and Overhaul).
Tempat tersebut nantinya diplot menjadi bengkel utama sekaligus pangkalan penyimpanan berbagai jenis pesawat. Mulai dari pesawat angkut logistik hingga jet tempur taktis milik TNI AU yang jumlahnya diprediksi akan terus bertambah di masa mendatang. (red/ist)