Warga Kapuas Hulu Gotong Royong Cangkul Danau Akibat Perahu Kandas Massal
Kapuas Hulu – Musim kemarau ekstrem pertengahan Agustus 2026 ini sukses bikin pusing warga pedalaman Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Bagaimana tidak, air danau yang biasanya melimpah ruah mendadak surut drastis sampai menyisakan hamparan lumpur tebal. Dampaknya, alur pelayaran yang menjadi urat nadi transportasi warga setempat kini berubah jadi medan perjuangan.
Sejumlah perahu motor berukuran sedang dilaporkan kandas massal dan tertahan di perairan dangkal. Bahkan, beberapa armada air sempat karam akibat bagian bawah lambungnya menghantam tanah keras dan kayu di dasar danau.
Tak mau pasrah menunggu bantuan datang, warga setempat berinisiatif turun langsung ke dasar danau untuk bergotong royong. Berbekal sekop dan cangkul seadanya, mereka mengeruk lumpur demi membuka jalur lintasan darurat.
Aktivitas pengerukan manual ini tentu menguras banyak tenaga dan waktu perjalanan warga. Berdasarkan rekaman video warga yang beredar di media sosial, medan pelayaran tampak sangat gersang.
Salah seorang warga setempat membagikan keluh kesahnya saat ditemui di tengah aksi gotong royong tersebut.
"Ini kami lagi proses penggalian badan danau karena air sudah terlalu surut. Sangat melelahkan bagi kami yang sehari-hari lalu lalang lewat sini. Kemarin bahkan sudah ada korban dua buah perahu yang karam dan tertimpa tanah tebing. Kalau ada bapak perwakilan pemerintah atau instansi terkait yang mendengar berita ini, kami sangat memohon bantuan alat berat seperti ekskavator amfibi agar akses kami bisa lancar lagi," ujar Memen, salah satu warga terdampak di lokasi.
Hingga saat ini, jalur air tersebut masih belum bisa dilalui secara normal. Warga berharap pemerintah provinsi maupun daerah segera menurunkan bantuan alat pengeruk mekanis. Jika penanganan lambat, dikhawatirkan pasokan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah perbatasan akan macet total dan memicu lonjakan harga barang. (red)