Mabes Polri Kirim 137 Personel Darurat dan Alat Komunikasi ke Lokasi Gempa NTT

Mabes Polri Kirim 137 Personel Darurat dan Alat Komunikasi ke Lokasi Gempa NTT
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P (source Divhumas Polri)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Sebagai bentuk tanggap darurat, Polri memberangkatkan tim gabungan kemanusiaan ke lokasi terdampak bencana pada Minggu (16/8).Polri menerjunkan sebanyak 137 personel terpadu melalui Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat CN-295. 

Tim ini terdiri dari satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pasukan Pelopor Korps Brimob dengan keahlian pencarian dan penyelamatan (SAR), tim medis darurat, tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk identifikasi, serta Unit K9 atau anjing pelacak.

Selain personel, Polri mengirim bantuan logistik berupa 10 set tenda pleton besar, 240 dus makanan siap saji, serta perlengkapan teknologi berupa 10 unit wifi portabel untuk mengatasi lumpuhnya jaringan komunikasi di daratan Flores.

Pimpinan Mabes Polri menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas tertinggi dalam operasi kemanusiaan ini. Seluruh jajaran di wilayah terdampak langsung dikerahkan untuk melakukan evakuasi secara masif.

"Sesuai instruksi Kapolri, fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa warga. Kehadiran personel di lapangan, lengkap dengan perlengkapan komunikasi darurat, diharapkan mampu memulihkan jalur koordinasi yang sempat terputus akibat gempa," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P saat melepas tim di bandara.

Mabes Polri juga menginstruksikan jajaran Polda NTT, Polda NTB, dan Polda Bali untuk bersinergi erat bersama TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah. Wilayah tetangga kini dalam status siaga penuh guna memberikan bantuan berlapis jika situasi di lapangan memerlukan penanganan medis atau personel tambahan. (red)