Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Menjadi 53 Orang, Ribuan Bangunan Rusak
Jakarta — Jumlah korban tewas akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini melonjak menjadi 53 orang.
Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Minggu sore menunjukkan sebaran korban jiwa paling banyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 25 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa.
“Pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” ungkap Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari pada Minggu, (16/8/2026).
Abdul Muhari juga mengungkapkan jumlah korban luka yang saat ini sedang dirawat berjumlah 135 orang.
Gempa yang berpusat di laut ini memicu kerusakan parah pada ribuan bangunan rumah warga, rumah ibadah, dan fasilitas umum di enam kabupaten terdampak.
Proses evakuasi dan pembersihan material bangunan masih terus berjalan di bawah komando tim SAR gabungan. Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan tidak ada lagi laporan mengenai warga yang hilang atau tertimbun reruntuhan bangunan.
Seorang warga yang selamat dari bencana tersebut, Maria, menceritakan detik-detik mencekam saat guncangan hebat itu merubuhkan permukimannya.
"Guncangannya sangat kuat dan terjadi tiba-tiba. Kami semua langsung lari keluar rumah sambil berteriak. Rumah saya retak besar dan hampir roboh, sekarang kami mengungsi di lapangan terbuka karena takut ada gempa susulan," ungkap Maria.
Pemda setempat bersama relawan kini terus menyalurkan bantuan makanan siap saji, obat-obatan, dan air bersih untuk kebutuhan pokok pengungsi. (red)