Pemkab Bekasi Siapkan Sumur Satelit untuk Warga Guna Atasi Kekeringan
Kab. Bekasi - Pemkab Bekasi menyalurkan 5.095.300 liter air bersih dan mendorong sumur satelit mengatasi kekeringan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan sumur satelit di desa terdampak dapat menjadi sumber air permanen.
"Kalau setiap desa yang wilayahnya kekurangan air paling tidak memiliki satu sumur satelit, ini bisa menjadi solusi permanen dan persoalan kekeringan sedikit demi sedikit bisa kita atasi," ujarnya.
Endin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda dan sarana sumber air bersih di Desa Ridomanah.
Menurut Endin, distribusi air menggunakan tangki masih menjadi langkah pemerintah daerah membantu warga menghadapi krisis air bersih.
"Kalau sekarang yang bisa kita lakukan masih distribusi air bersih menggunakan tangki, masyarakat juga sudah terbiasa menyiapkan galon, ember dan sebagainya. Dengan adanya sumur satelit, kami berharap ke depan tidak ada lagi antrean seperti itu," tuturnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi mencatat kekeringan terjadi di 172 titik pada 32 desa di 11 kecamatan. Krisis air tersebut berdampak terhadap 18.801 kepala keluarga atau sekitar 57.639 jiwa di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
Kekeringan juga berdampak terhadap 1.827 hektare lahan pertanian yang tersebar di 45 desa pada 15 kecamatan. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Cibarusah dengan 53 titik dan Bojongmangu sebanyak 42 titik.
Dampak berikutnya tercatat di Serang Baru 36 titik, Cikarang Selatan tujuh titik, dan Cikarang Pusat satu titik. Sementara wilayah utara terdampak meliputi Babelan 10 titik, Tarumajaya dua titik, Sukatani delapan titik, dan Pebayuran sembilan titik.
Dampak lainnya terdapat di Sukawangi satu titik dan Cabangbungin satu titik, sehingga distribusi air terus dilakukan. Hingga (13/8/2026), Pemkab Bekasi bersama berbagai pihak telah menyalurkan sedikitnya 5.095.300 liter air bersih kepada warga terdampak. (red/ist)
Redaksi