Sahroni Minta Bareskrim Bongkar Pembeking Lokal Jaringan Emas Ilegal WNA India

Sahroni Minta Bareskrim Bongkar Pembeking Lokal Jaringan Emas Ilegal WNA India
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan pernyataan tegas terkait pembongkaran jaringan emas ilegal WNA India di Jakarta. Sahroni mendesak Bareskrim Polri mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk dugaan adanya pembeking lokal.(source IG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta - Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan mafia emas internasional yang dikelola warga negara asing (WNA) India di Jakarta. Operasi senyap Direktorat Tindak Pidana Tertentu ini mengungkap fakta mencengangkan.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Jaringan ini mampu memproduksi emas ilegal berbentuk gel hingga 30 kilogram per hari. Modus kejahatan dilakukan di dalam dua unit apartemen mewah untuk mengelabui aparat hukum sebelum diselundupkan ke Dubai. 

Kejahatan terstruktur ini tidak hanya merugikan negara secara masif, tetapi juga merusak kedaulatan ekonomi bangsa.

Merespons pembongkaran skandal besar tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni langsung melayangkan kecaman keras. Ia menilai aktivitas ilegal berskala besar tersebut mustahil berjalan mulus tanpa adanya kontribusi dari aktor dalam negeri. 

Sahroni mendesak Polri tidak sekadar menangkap pelaku asing di permukaan, melainkan membongkar seluruh akar konspirasi hingga tuntas ke bawah.

"Aktivitas ilegal dengan kapasitas sebesar ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya perlindungan atau keterlibatan pihak lokal di lapangan. Saya meminta Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk jika ada oknum aparat atau pembeking lokal yang turut melancarkan aksi mereka. Ini bukan lagi sekadar pencurian biasa, ini adalah penjarahan kekayaan alam Indonesia secara terang-terangan yang terstruktur dan merusak sistem ekonomi kita," tegas Ahmad Sahroni.

Langkah Bareskrim ini dinilai sangat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas kebocoran sumber daya alam. Sahroni mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi nasional akan rapuh jika aset berharga negara terus dikuras secara ilegal oleh pihak asing melalui jalur penyelundupan tersembunya. (red/ist)