Buntut Siswa MAN 6 Tewas, Ratusan PKL Ikan di Kramat Jati Ditertibkan Pemprov Jakarta

Buntut Siswa MAN 6 Tewas, Ratusan PKL Ikan di Kramat Jati Ditertibkan Pemprov Jakarta
source: istimewa
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta – Tragedi memilukan menimpa seorang pelajar MAN 6 Jakarta berinisial HH (16). Korban tewas setelah mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Bogor, tepat di depan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sepeda motor yang dikendarainya tergelincir akibat jalanan licin yang diduga berasal dari ceceran air limbah pedagang kaki lima (PKL) ikan.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Peristiwa ini bermula saat korban berkendara menuju sekolahnya untuk bertugas sebagai petugas upacara. Nahas, saat melintasi area tersebut, ban motornya tergelincir di atas aspal yang basah oleh limbah pedagang.

Korban terjatuh dan langsung tertabrak kendaraan berat yang melintas dari arah belakang.Insiden tragis ini memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung.

Penertiban berskala besar langsung diinstruksikan kepada jajaran Satpol PP dan Perumda Pasar Jaya untuk mensterilkan area demi menjamin keselamatan pengguna jalan.Pihak berwenang menegaskan bahwa tindakan tegas diambil agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kami langsung melakukan penertiban terhadap ratusan PKL ikan dan sayur yang menggunakan bahu jalan serta trotoar. Keberadaan mereka memicu kemacetan, dan limbahnya sangat membahayakan nyawa masyarakat. Mulai hari ini, area depan Pasar Induk Kramat Jati harus steril," ujar salah satu petugas Satpol PP di lokasi penertiban.

Buntut dari kecelakaan maut ini, Perumda Pasar Jaya mencatat ada 613 PKL yang biasa menggelar lapak di kawasan tersebut ditertibkan. Sebanyak 193 pedagang ikan di antaranya langsung dipindahkan ke tempat penampungan resmi, termasuk ke Lokbin Kramat Jati.

Petugas gabungan juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan sisa limbah di jalan raya agar aspal kembali aman dilalui. Pemerintah mengimbau para pedagang untuk menaati aturan guna menjaga keselamatan bersama. (red/ist)