Usut Isu Liar Wabup Sumedang, Gubernur KDM Bentuk Tim Investigasi Khusus

Usut Isu Liar Wabup Sumedang, Gubernur KDM Bentuk Tim Investigasi Khusus
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Source: Pemprov Jabar)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons isu miring yang viral di media sosial mengenai dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, secara resmi mengumumkan pembentukan tim investigasi khusus untuk mengusut perkara tersebut secara transparan dan objektif.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Langkah tegas ini diambil menyusul beredarnya narasi berantai di grup WhatsApp dan platform digital terkait dugaan tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya (sekpri) berinisial R pada pertengahan Agustus 2026. Isu tersebut berkembang liar hingga memicu berbagai asumsi negatif di tengah masyarakat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa tim investigasi ini diterjunkan langsung agar seluruh duduk perkara dapat dibuka berdasarkan fakta materiil, bukan sekadar opini publik.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif. Untuk itu, kepada semua pihak mohon bersabar sebelum hasil kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (28/8/2026).

Saat ini, tim investigasi gabungan Pemprov Jabar sedang mengumpulkan data lapangan guna menyusun laporan komprehensif. Sementara itu, situasi di lingkungan Pemkab Sumedang dilaporkan tetap berjalan kondusif demi menjaga kelancaran pelayanan. (red/ist)