KDM Pastikan Bantuan Korban Banjir Pamarican Cair Utuh Tanpa Potongan

KDM Pastikan Bantuan Korban Banjir Pamarican Cair Utuh Tanpa Potongan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Source: Pemprov Jabar)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Ciamis – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bergerak cepat meninjau lokasi bencana banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Bertempat di Kantor Desa Sukahurip, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut berdialog langsung sekaligus menyalurkan dana stimulan darurat guna meringankan beban ekonomi warga.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana tunai senilai Rp5 juta per Kepala Keluarga (KK). Pada pencairan tahap pertama, dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing 170 KK terdampak yang lolos verifikasi. Sementara untuk 80 KK sisa yang belum memenuhi syarat administratif, penyerahan dipastikan menyusul dalam beberapa hari ke depan setelah validasi dokumen rampung dilakukan oleh instansi terkait.

Langkah transfer perbankan non-tunai sengaja diambil guna menutup celah pungutan liar (pungli). KDM memberikan instruksi keras kepada jajaran perangkat desa agar tidak menyunat hak-hak warga yang sedang tertimpa musibah.

"Uangnya akan cair ke rekening masing-masing. Tidak boleh ada alasan apa pun untuk meminta biaya administrasi. Harus utuh Rp5 juta. Jangan sampai setelah turun bantuan, besok muncul lagi di media sosial ada kabar bantuan dipotong. Itu tidak boleh terjadi," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Muhammad Ade Afriandi, turut mendampingi proses validasi di lapangan. Pihaknya menjelaskan bahwa akurasi data penerima sangat krusial agar bantuan langsung menyentuh masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terpukul ekonominya akibat bencana.

"Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terpukul ekonominya akibat banjir. Langkah penyaluran non tunai melalui rekening bank diambil untuk mencegah praktik pungli dan memastikan dana diterima utuh," ujar Kepala DPMD Jawa Barat, Muhammad Ade Afriandi.

Melalui sinergi anggaran ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi warga Pamarican dapat pulih kembali, diiringi kesadaran menjaga lingkungan pascabencana. (rd/ist)