Melirik Khasiat 'Pohon Ajaib', Daun Kelor Naik Kelas Jadi Superfood Herbal Andalan
Jakarta – Daun kelor (Moringa oleifera) kini bukan lagi sekadar tanaman pekarangan biasa. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, daun kecil ini naik kelas menjadi komoditas superfood herbal unggulan yang diakui secara medis mampu menangkal berbagai penyakit degeneratif.
Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa daun kelor kaya akan senyawa antioksidan seperti quercetin dan chlorogenic acid, serta berbagai vitamin esensial.
Nutrisi makro dan mikronya terbukti efektif membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol jahat (LDL), hingga menjaga kesehatan jantung.
Ahli Gizi Klinis, dr. Anita Rahmawati, Sp.GK., menjelaskan bahwa kelengkapan nutrisi daun kelor menjadikannya salah satu agen pangan fungsional terbaik saat ini. Tak hanya kaya vitamin C dan kalsium, kelor juga mengandung sembilan asam amino esensial.
"Daun kelor mengandung antioksidan kuat yang mampu menghentikan reaksi berantai radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa aktif di dalamnya secara klinis membantu menstabilkan gula darah pascamakan dan menghambat reabsorpsi kolesterol," ujar dr. Anita saat ditemui dalam seminar kesehatan di Jakarta.
Ia juga menambahkan bahwa pengolahan yang tepat sangat memengaruhi khasiatnya. "Masyarakat sebaiknya tidak memasak daun kelor terlalu lama dalam suhu tinggi agar kandungan vitamin C dan folatnya tidak rusak. Cukup dimasukkan saat air sayur sudah mendidih," tambahnya.
Selain dikonsumsi sebagai sayur bening tradisional, inovasi produk kelor kini semakin berkembang pesat di pasar domestik maupun global. Daun kelor mulai banyak diolah menjadi teh herbal, puding, mi sehat, hingga suplemen bubuk siap seduh.
Tingginya permintaan ini sejalan dengan melesatnya nilai pasar komoditas moringa secara global. Penguatan ekosistem produksi lokal dinilai perlu terus didorong agar potensi gizi dan ekonomi dari "pohon ajaib" ini bisa dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.(red/ist)