Pasca Kecelakaan Maut, Pramono Anung Akan Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Kramat Jati
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa malam, 1 September 2026. Langkah ini diambil guna meninjau langsung hasil penataan dan sterilisasi pedagang kaki lima (PKL) yang kerap memadati fasilitas umum.
Penertiban masif ini dipicu oleh dua insiden kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari sebulan di ruas Jalan Raya Bogor arah selatan. Kasus terbaru merenggut nyawa seorang pelajar berinisial HH pada Senin, 17 Agustus 2026 lalu.
Korban tewas tergilas truk setelah terjatuh akibat permukaan jalan di depan pasar yang sangat licin dan tergenang limbah air pedagang ikan liar.Merespons tragedi tersebut, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan larangan keras bagi para PKL untuk berjualan di trotoar dan bahu jalan terhitung mulai Senin, 31 Agustus 2026.
Sebanyak 193 pedagang ikan dan ratusan pedagang sayur kini diwajibkan memindahkan aktivitas dagang mereka ke dalam gedung pasar resmi yang telah selesai direvitalisasi.
Penataan kawasan ini dipimpin langsung oleh jajaran wilayah kota administrasi setempat demi mengembalikan fungsi jalan dan menjamin hak keselamatan para pengendara.
"Sesuai instruksi langsung dari Gubernur, kami bergerak cepat mengerahkan lintas satuan kerja untuk menata kawasan dan memperbaiki seluruh infrastruktur drainase di sekitar pasar. Mulai hari ini, tidak ada toleransi bagi pedagang yang menggelar lapak di bahu jalan demi mencegah terjadinya kembali kecelakaan fatal," tegas Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, S.Sos., M.Si. saat memberikan keterangan resmi di lokasi penertiban.
Melalui inspeksi langsung besok malam, Gubernur Pramono Anung ingin memastikan bahwa seluruh pedagang ikan telah tertampung dengan baik di area dalam pasar. Pemprov DKI Jakarta juga menyiagakan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan secara berkala agar area steril di sepanjang Jalan Raya Bogor tetap terjaga dan terbebas dari kemacetan parah. (red/ist)
Redaksi