Pedagang Ikan dan Kerang Kramat Jati Bakal Tinggalkan Trotoar, Direlokasi ke Lokbin

Pedagang Ikan dan Kerang Kramat Jati  Bakal Tinggalkan Trotoar, Direlokasi ke Lokbin
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.(source: Pemkot Jaktim)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta - Penataan Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, telah mencapai 85 persen. Pemerintah Kota Jakarta Timur menyatakan fasilitas tersebut hampir siap digunakan untuk menampung pedagang ikan dan kerang.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

“Ini checking terakhir untuk acara nanti Pak Gubernur hadir di sini melihat secara langsung pedagang ikan itu masuk ke dalam,” kata Munjirin

Orang nomor satu di Jakarta Timur itu mengatakan sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan, antara lain pemasangan lampu dan pintu toilet.

“Sudah hampir 85 persen. Tinggal sedikit saja, masalah lampu kan ada sedikit, kemudian pintu WC juga. Yang lain sudah ready-lah, sudah siap,” ujarnya.

Menurut dia, jika tidak ada perubahan agenda, Lokbin Pasar Kramat Jati rencananya diresmikan Pramono pada Selasa (1/9). 

Lalu saat disinggung mengenai kemungkinan pembebasan sementara retribusi bagi pedagang, Munjirin mengatakan keputusan tersebut berada di tangan Gubernur DKI Jakarta. “Itu nanti Pak Gubernur yang memberikan statement,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur melarang pedagang kaki lima berjualan di bahu jalan dan trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, mulai 31 Agustus 2026. Larangan itu menjadi bagian dari penataan kawasan dan relokasi pedagang.

“Mulai tanggal 31 Agustus 2026, tidak diperbolehkan lagi ada aktivitas berjualan di bahu jalan ataupun di atas trotoar Jalan Raya Bogor, Kramat Jati,” kata Munjirin saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Rabu.

Penataan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jakarta Pramono Anung. Pemerintah menilai keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu memicu kemacetan.

Penataan juga dilakukan setelah seorang pelajar meninggal dalam kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kondisi jalan licin akibat ceceran air dari aktivitas pedagang ikan. (red/ist)