Viral Prajurit TNI Diserang Suku Anak Dalam di Jambi, Danrem Ambil Langkah Tegas
Sarolangun – Jagat maya dihebohkan oleh rekaman video amatir yang memperlihatkan lima prajurit TNI dikeroyok kelompok masyarakat pedalaman. Insiden menegangkan ini terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit inti PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 11.30 WIB. Kelompok penyerang dikonfirmasi merupakan sekelompok warga dari Suku Anak Dalam (SAD).
Peristiwa bermula saat personel Yonif TP-896/Serempun Pseko (SP) tengah melakukan patroli keamanan rutin di area inti satu perkebunan perusahaan. Di tengah patroli, petugas memergoki sekelompok warga SAD yang diduga sedang mengambil Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik perusahaan. Petugas kemudian mengejar dan menegur mereka agar meninggalkan buah tersebut. Namun, teguran itu memicu adu mulut. Situasi semakin memanas ketika prajurit TNI mendokumentasikan aksi tersebut menggunakan ponsel, yang memicu kemarahan warga hingga nekat merusak ponsel petugas.
Tak berselang lama, massa SAD yang berjumlah sekitar 50 orang datang mengepung petugas. Mereka membawa senjata tajam serta senjata api rakitan tradisional (kecepek). Karena kalah jumlah, seorang prajurit TNI yang berusaha menghindar terperosok ke semak-semak dan menjadi sasaran pemukulan serta tendangan massa sebelum berhasil dievakuasi oleh rekan-rekannya.
Saat dikonfirmasi, Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut dan menjelaskan kronologi serta kondisi terkini para anggotanya.
"Peristiwa berawal dari pencurian buah sawit yang kepergok patroli petugas. Mereka tidak terima didokumentasikan lalu berusaha merebut HP anggota dan membantingnya. Anggota kami mengalami luka memar akibat serangan fisik. Saat ini, situasi di lapangan sudah sepenuhnya kondusif setelah dilakukan mediasi bersama jajaran Forkopimda dan pemuka adat setempat. Namun, kami tegaskan bahwa proses hukum pidana terhadap para pelaku penyerangan akan tetap berjalan." ujar Brigjen TNI Nyamin, Minggu (30/8/2026).
Pihak Polres Sarolangun kini tengah berkoordinasi erat dengan TNI untuk menindaklanjuti proses hukum kasus ini. Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan demi menjaga kondusivitas di wilayah Sarolangun. (red/ist)
Redaksi