Hindari Tabrakan di Turunan Gentong, Truk Tangki BBM Masuk Jurang

Hindari Tabrakan di Turunan Gentong, Truk Tangki BBM Masuk  Jurang
Source: IG
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Tasikmalaya – Sebuah kecelakaan tunggal mendebarkan melanda Jalur Gentong bawah, tepatnya di Kampung Cingere, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Satu unit truk trailer tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bio solar/biofuel B50 terjun bebas ke dalam jurang setelah kehilangan kendali.Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ini sempat terekam kamera dashcam kendaraan lain hingga viral di media sosial.

Truk bernomor polisi B 9750 TEJ tersebut diketahui melaju dari arah Bandung menuju Depo Pertamina Tasikmalaya. Saat melintasi jalan turunan curam dan tikungan tajam, truk mendadak oleng ke kiri jalan, menghantam pohon mahoni besar hingga tumbang, sebelum akhirnya terperosok ke dasar jurang dalam posisi miring.

Pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mengurai kepadatan arus lalu lintas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sopir truk dilaporkan selamat namun mengalami sejumlah luka-luka dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

Kapolsek Kadipaten, Iptu Sandi Suardani, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, kecelakaan dipicu oleh manuver mendadak pengemudi yang berusaha menghindari kendaraan lain di depannya."Kronologisnya truk tersebut melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, setibanya di TKP menghindar kendaraan lain yang ada di depannya, sehingga rem mendadak dan oleng ke kiri jalan," ujar Kapolsek Kadipaten Iptu Sandi Suardani saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

Hingga sore hari, bangkai truk tangki masih berada di dasar jurang karena proses evakuasi membutuhkan bantuan kendaraan derek alat berat (crane). Sementara itu, petugas di lapangan juga mengantisipasi adanya rembesan cairan biofuel yang keluar dari tangki guna memastikan area sekitar tetap aman dari potensi bahaya kebakaran. (red/ist)