Miris! Balita 2 Tahun Meninggal Kedinginan di Pengungsian Gempa NTT

Miris! Balita 2 Tahun Meninggal Kedinginan di Pengungsian Gempa NTT
Mario Calviano Guru, dilaporkan meninggal dunia setelah kondisinya memburuk akibat cuaca dingin ekstrem dan minimnya fasilitas perlindungan di tenda darurat Bukit Puta, Kabupaten Nagekeo. (Source: Ist)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Kupang – Duka mendalam menyelimuti posko pengungsian korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang balita berusia dua tahun, Mario Calviano Guru, dilaporkan meninggal dunia setelah kondisinya memburuk akibat cuaca dingin ekstrem dan minimnya fasilitas perlindungan di tenda darurat Bukit Puta, Kabupaten Nagekeo. 

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Korban mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Bajawa pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kematian balita ini memicu alarm keras terkait buruknya kondisi sanitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, posko pengungsian di Bukit Puta, Desa Marapokot, masih sangat kekurangan tenda yang layak, selimut, pakaian hangat, hingga air bersih. 

Angin kencang yang melanda wilayah perbukitan tersebut membuat suhu malam hari merosot tajam, hingga menyebabkan korban mengalami demam tinggi dan kejang-kejang sebelum dilarikan ke fasilitas medis.

Pemerintah daerah setempat membenarkan adanya kendala besar dalam distribusi logistik ke titik-titik pengungsian yang terisolasi. 

Medan yang sulit dan terbatasnya stok bantuan menjadi pemicu utama keterlambatan penanganan para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

"Kami menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ananda Mario. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Saat ini, jalur logistik memang terhambat karena beberapa akses jalan mengalami keretakan akibat gempa utama dan susulan. Namun, kami memastikan bahwa evakuasi medis dan pemenuhan tenda protektif kini menjadi prioritas mutlak agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Ir. Yohanes Munawar, M.Si. saat diwawancarai di posko utama, Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, pihak kepolisian setempat langsung turun tangan untuk membantu percepatan pengamanan serta distribusi bantuan di area terdampak guna mencegah jatuhnya korban jiwa baru akibat cuaca buruk.

"Personel kami bersama TNI telah dikerahkan sejak semalam untuk mendirikan tenda-tenda pleton tambahan yang lebih tertutup di Bukit Puta. Kami juga mengimbau seluruh pihak, baik swasta maupun relawan, untuk memprioritaskan bantuan berupa pakaian bayi, susu, selimut, dan obat-obatan. Kami tidak ingin ada lagi anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa melawan dingin di atas bukit tanpa perlindungan yang layak." ujar Kapolres Nagekeo, AKBP Heribertus Sulistyo, S.I.K.

Kini, jenazah Mario telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Di sisi lain, ribuan pengungsi di Pulau Flores masih bertahan di tenda seadanya sambil menaruh harapan pada percepatan distribusi bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. (red/ist)