TNI AU Terbangkan Pesawat Tambahan Jinakkan Karhutla Kalimantan

TNI AU Terbangkan Pesawat Tambahan Jinakkan Karhutla Kalimantan
Source Dispenau
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat operasi darurat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan dan Sumatra. Sebagai garda utama di udara, TNI Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat mengerahkan armada pesawat tambahan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, untuk memperkuat puluhan unit armada yang sudah beroperasi di area terdampak.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Langkah taktis ini diambil menyusul instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang meninjau langsung posko penanganan di Pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat. Berdasarkan pantauan satelit, ratusan titik api (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi mendominasi wilayah sektor selatan dan timur Kalimantan. Guna meredam penyebaran api bawah tanah di lahan gambut yang kering, TNI AU mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan metode pengeboman air (water bombing) secara masif.

Di tengah intensitas operasi, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan komitmen penuh seluruh personel udara dalam mempercepat penanggulangan bencana ekologis ini. Koordinasi lintas sektoral diperketat demi memastikan efektivitas pengeboman air tepat pada sasaran.

"Peran TNI Angkatan Udara harus dioptimalkan dalam penanganan karhutla, dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi mengenai pengerahan armada tersebut.

Hingga saat ini, sebanyak 52 pesawat gabungan dikerahkan di enam provinsi rawan. TNI AU memastikan armada pesawat angkut taktis, termasuk helikopter pemadam, akan terus disiagakan di posko-posko strategis hingga situasi karhutla benar-benar teratasi dan kualitas udara kembali aman bagi masyarakat. (red/ist)