PSI Kecam Manuver Budi Arie Soal Isu Pemilu Dipercepat, Tegaskan Bukan Kader Partai

PSI Kecam Manuver Budi Arie Soal Isu Pemilu Dipercepat, Tegaskan Bukan Kader Partai
Andy Budiman, Waketum DPP PSI. (source: IG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta – Gelombang penolakan terhadap pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang melontarkan spekulasi terkait percepatan dinamika politik nasional atau pemilu sebelum tahun 2029 kian memanas. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk keras narasi tersebut dan melarang publik mengaitkan manuver politik Budi Arie dengan internal mereka.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Langkah Budi Arie yang membisiki Mantan Presiden Joko Widodo di ruang publik dinilai sarat akan agenda adu domba. Isu "patahan sejarah" yang dilemparkan eks Menkominfo tersebut dianggap dapat merusak stabilitas hubungan antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

Merespons polemik yang bergulir di media digital ini, jajaran elite PSI langsung angkat bicara guna menghentikan spekulasi bahwa Budi Arie bertindak atas nama partai.

"Kami tegaskan Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie. Posisi kami terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, dan bukan bagian dari PSI," ujar Andy Budiman, S.Sos., Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara tertulis, Selasa (25/8).

Kekecewaan senada diungkapkan oleh internal pengurus pusat yang melihat tindakan tersebut sebagai manuver personal yang tidak kesatria karena "meminjam wajah" Jokowi untuk melempar isu sensitif ke publik.

"Sangat disayangkan hal-hal seperti itu harus mengemuka di saat hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo itu masih baik-baik saja. Jadi ini kami melihatnya adalah hanya kepentingan pribadi dari Budi Arie," tutur Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat dihubungi terpisah.

PSI menyatakan komitmennya tetap tegak lurus mengawal pemerintahan Prabowo Subianto sesuai dengan arahan yang selama ini ditekankan oleh Jokowi. Tokoh-tokoh politik diimbau untuk memperkuat kerapatan barisan demi menjaga stabilitas nasional, alih-alih melempar spekulasi liar yang membingungkan masyarakat luas. (red/ist)