Polisi Bantah Tangkap 'Botok' Pati di Gedung DPR, Sebut Hanya Salah Paham

Polisi Bantah Tangkap 'Botok' Pati di Gedung DPR, Sebut Hanya Salah Paham
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok. (Source: IG)
Spot Iklan Tersedia (Posting Atas)

Jakarta– Polda Metro Jaya membantah isu media sosial mengenai penangkapan terhadap Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian menyatakan rekaman video viral yang memperlihatkan massa mengepung mobil polisi di lokasi kejadian murni merupakan kesalahpahaman di lapangan.

Spot Iklan Tersedia (Artikel 1)

Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan saat ratusan demonstran asal Pati secara spontan mengerumuni mobil dinas kepolisian. Mereka salah mengira bahwa pimpinan mereka sedang diamankan secara sepihak oleh aparat keamanan yang bertugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi tersebut. Menurutnya, Supriyono naik ke mobil polisi atas dasar kesepakatan bersama, bukan karena tindakan represif.

"Kami menegaskan tidak ada penangkapan atau pengamanan paksa terhadap saudara Supriyono alias Botok. Keberadaan yang bersangkutan di dalam kendaraan dinas adalah untuk kami fasilitasi menuju Mapolda Metro Jaya dalam rangka koordinasi administrasi perizinan kegiatan dan pengantaran surat pemberitahuan aksi," ujar Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan resminya.

Klarifikasi ini diperkuat tim hukum AMPB, Vander, yang membenarkan rombongan mereka mengalami kendala karena bus operasional rusak. Supriyono berinisiatif menumpang kendaraan polisi agar pengurusan dokumen perizinan aksi tetap berjalan lancar.

Namun, koordinasi itu disalahartikan oleh massa yang berada di lokasi. Guna menjaga situasi tetap kondusif, polisi dan AMPB sepakat membatalkan rencana perjalanan tersebut, lalu Supriyono kembali turun untuk menenangkan massa. (red/ist)